Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah

Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah
Mungkin Hanya Mirip


__ADS_3

Lanjuutt yaa👋☺..


●Jangan lupa like, komen, vote dan rate untuk karya Thor ini yaa, happy reading❤❤


🌷🌷🌷


"Yahh, kok gitu sih Mas, kalau gitu kita menikah saja Mas. Biar kita bisa romantis-romantisan," ujar polos Shifa dengan mata berbinar.


"Anak nakal, sekolah dulu yang benar baru bicara menikah. Ini lihat nasi saja masih menempel dibibirmu sudah berani bicara pernikahan." Tampak Firgie mengambil nasi di sudut bibir Shifaa seraya terus tersenyum mendengar celotehan sang gadis.


"Itu tandanya aku dan mas memang berjodoh. Karna aku memang membutuhkan mas yang akan selalu mengambil nasiku yang tertinggal."


"Dasar," ujar Firgie menyapu kepala gadis kecil dihadapannya.




Setelah berputar-putar Pukul 14:30 Yaris hitam Firgie telah menepi di muka rumah.


"Sudah masuk sana?"


"Ihh, mas ngusir aku yaa??"


"Bukan, bukan begitu. Takutnya kau letih dan ingin segera beristirahat," ujar Firgie berdalih.


"Aku masih ingin menatap Mas,"


"Anak nakal jangan seperti itu," ucap Firgie sesekali menyentuh kepalanya menghindari tatapan Shifa.


"Mas grogi ya kalau aku tatap terus?"


"Biasa saja," ucap Firgie kembali.


"Mass, Romantis sedikit dong ... "


Firgie hanya terdiam dengan alis yang dinaikannya seolah berujar "maumu apa sih anak nakal?"


"Mas, mas boleh kok kalau mau kiss pipi aku," ucap Shifa seraya menunjuk pipinya.


Firgiepun menggeleng.


"Ihh, Mass. Benar kok gpp, temanku yang pacaran di kampus juga melakukannya tidak apa-apa," celoteh Shifa kembali.


Mengapa mendengar Shifaa bicara seperti ini, ingat aku dimasa lalu yg pernah meminta kissing Lyra. Sangat buruk prilakuku saat itu.


Dan firgie tampak tersenyum saat ini.


"Mas kok senyum-senyum lagi sih, ingat mantan lagi yaa??" geram Shifaa.


"Dengar Shifaa semua yang dilihat belum tentu baik dan tak perlu diikuti," ucap Firgie setelahnya.


"Gak dijawab sih?? mas barusan senyum-senyum inget mantan mas lagi kan? jawab..!!!"


Dan Firgie tanpak mengangguk perlahan, seolah senang mengganggu Shifaa yang terlihat kesal.

__ADS_1


"Ahhh Mass,, sebelll."


"Ehhh itukan mobil massku. Masku sudah pulang. Yeaa aku memang sudah rindu sekali dengan ponakan-ponakkanku," ucap Shifa dalam sekejab emosinya mereda ketika melihat Terios mas Dimas melewatinya dan mengambil setir kekiri, berhenti sejenak menunggu mang Diman membukakan gerbang.


"Masmu sudah pulang sana masuk, oiya kapan-kapan aku ingin berkenalan dengan keluargamu."


"Mas tapi aku belum siap menikah ...."


"Nakal, mas bilang mau berkenalan bukan melamar," ujar Firgie seraya tak bisa berhenti tersenyum.


"Oh begitu ya.. hiii kirain. O ya gimana kalau sekarang aja kenalannya?" ucap Shifa penuh semangat.


"Ya jangan sekarang lah, mas dan mbakmu baru sampai pasti masih letih."


"Mas benar. Ya sudah aku masuk ya ...


Mass ... "


"Hemmm??"


"Mas bener nih gak mau kiss aku?"


"Shifaaa,"


"Hee, aku bercanda kok Mas."


"Ehh tunggu-tunggu ...!!!" panggil Firgie seketika.


"Ada apa Mas? Mas mau??" spontan Shifa.


"Apa Mass?? kenapa tampang mas begitu serius??"


"Besok-besok saat keluar kalau bisa hindari celana yang menempel ketat seperti ini yaa, Shifa kan berhijab, kalu mau pakai celana, yang sedikit agak longgar atau pakai rok lebih aman," ucap Firgie dengan sangat hati-hati.


"Apa aku tidak pantas Mas?" lirih Shifa.


"Bukan tidak pantas, tapi lekuk tubuhmu jadi terlihat. Mas hanya memberi saran untuk kebaikan Shifaa."


Shifaapun akhirnya mengangguk setelah sebelumnya terus terdiam mencermati setiap kata dari bibir pujaannya.


"Hati-hati ya Mas," ucap Shifa seraya membuka pintu dan segera berhambur ke gerbang rumahnya.




🌻***Lyra*** ...


 


Setelah perjalanan panjang yang kami lewati, akhirnya gerbang perumahanku telah terlihat. Dan tak lama, wajah rumahkupun terlihat dikejauhan, rumah bercat tosca hitam dan abu-abu itu sudah tak sabar kumemasukinya. Merebahkan diri akan sangat menyenangkan ...



Kutatap wajah tampan suamiku yang tampak serius dengan kemudinya, tiba-tiba terasa sesak dadaku menatap dada suamiku. Ada yang tak normal disana, dan aku sungguh takut hal buruk terjadi padanya.

__ADS_1



Kuarahkan kini wajahku keluar jendela, menutupi mataku yang hampir berlinang. Hingga kulihat Yaris hitam tampak terparkir di muka rumah kami.



*Bukankah itu mobil laki-laki yang sedang dekat dengan Shifaa*, batinku.



Dan aku semakin penasaran dengan sosok didalamnya, serta ingin tau apa yang adikku lakukan hingga tak lekas keluar dari mobil itu.



Dan kini mobil itu tepat disebelahku. Kacanya yang gelap, membuatku harus memicingkan mata untuk melihatnya dengan jelas. Dan aku masih belum bisa menangkap wajah didalamnya, hingga mas Dimas mengarahkan setirnya kearah kiri hingga posisiku tepat dihadapan Yaris tersebut.



Mas Dimas masih menunggu mang Diman membuka pagar sedang aku masih memicingkan mata menerka wajah pria disana. Dan wajah itu, mengapa aku sangat tak asing.



*Fir-gie* ...


*Tidak ... tidak mungkin ... Firgie buta dan ia ada di bekasi. Pasti ia hanya mirip dan aku salah mengenalinya* ...



![](contribute/fiction/1187984/markdown/12519675/1612932496995.jpg)



mbak Lyra❤



![](contribute/fiction/1187984/markdown/12519675/1612932496992.jpg)



Shifaa❤



![](contribute/fiction/1187984/markdown/12519675/1612932496978.jpg)



Mas Dimas dan Baby Dirga saat 3 bulan❤



🌷🌷🌷


__ADS_1


🌻Happy reading❤❤


__ADS_2