
●Lanjuutt yaa👋☺..
●Jangan lupa like, komen, vote dan rate untuk karya Thor ini yaa, happy reading❤❤
🌷🌷🌷
🌻11:30 KEDIAMAN LYRA
Aku dan ibu membawa sajian soto ayam dalam nampan saat ini keruang tamu. Segera kubagikan kepada seluruh tamu yang ada dirumahku saat ini. Tak lupa sepiring nasi juga kusajikan disisinya. Dan yang terakhir teh manis hangat kami suguhkan pula sebagai pelengkapnya.
Tak menunggu lama, semuanya segera melahap soto ayam di hadapan mereka masing-masing. Suasana tampak hening saat ini, menandakan bahwa soto ayam ibu telah menghipnotis seluruh tamu.
Dan Mayra, ia tampak terus meniup kuah soto yang masih panas menurutnya itu,
"Mau bunda bantu?" ujarku dan dibalas anggukan oleh Mayra.
Aku pun segera menyuapi gadis kecil yang duduk disisiku tersebut. Hingga sebuah seruan adzan terdengar kini.
ALLÒHU AKBAR ALLÒHU AKBAR ...
Bapak, Mas Dimas, Mas Fahmi dan Mas Bayu seketika mempercepat makan mereka dan segera bersiap ke Musholla yang berjarak 50 meter dari tempat tinggalku, mereka memilih berjalan kaki kesana.
Dan tinggalah kami para wanita beserta Irsya dirumah kini. Mbak Susi tampak mendekatiku saat ini,
"Selamat ya Ly, akhirnya kamu bisa bersatu dengan Pak Dimas," ujar Mbak Susi.
"Terima kasih mbak, oya, kenalkan ini Kak Fida sahabatku Mbak, dia ini sosok yang mempertemukan aku dengan mas Dimas kembali," ujarku sambil merangkul bahu Kak Fida yang duduk disebelahku sambil terus menyuapi Irsya.
"Kak ini Mbak Susi, saudari sekaligus teman kontrakanku dulu saat di Cibitung," ujarku mengenalkan mbak Susi kepada Kak Fida.
Merekapun saling menganggukan kepala setelahnya sebagai salam perkenalan mereka.
"Maaf ya Ly, setelah menikah dengan mas Bayu 5 tahun lalu, mbak sudah jarang menghubungimu. Karna mbak harus ikut mas Bayu yang dipindah-tugaskan ke Malang. Dan disana sangat susah Sinyal Ly, sehingga komunikasi mbak dengan saudara yang lain nyaris terputus. Seminggu ini mas Bayu mengambil cuti untuk menengok Nera, adik mas Bayu yang habis melahirkan. Dan syukurlah kita bisa bertemu disini." ujar Mbak Susi.
"Iya mbak, Lyra paham kok, yang terpenting walau kita terpisah jarak, Lyra selalu ingat mbak Susi, mbak yang sudah berjasa membawa Lyra ke PT. XX hingga menjadi Leader seperti saat ini." ucapku.
"Bunda A ... " ujar Mayra tampak membuka mulutnya minta disuapi."
"Oh iya maaf sayang," ujarku keasikan ngobrol sampai lupa sedang menyuapi Mayra.
"Ini anak Pak Dimas Ly?" tanya Mbak Susi sambil terus menatap Mayra.
Akupun mengangguk membenarkan ucapannya.
"Cantik ... " ujar mbak Susi.
"Namanya Mayra Mbak," ujarku.
"Sayang, ayoo cium tangan Bude Susi," dan Mayrapun segera melakukan yang kuucapkan.
"Pintar, oke 1 suap lagi ya Nak ...."
Beberapa saat kemudian, makanan di piring Mayra telah habis. Aku segera beranjak sholat Zuhur bersama Kak Fida saat ini.
__ADS_1
🌻SETELAH SHOLAT ZUHUR
"Kau kapan balik ke Bekasi Ly?" tanya Kak Fida padaku sesaat setelah kami menyelesaikan ibadah kami.
Tampak Kak Fida masih merapikan hijabnya di cermin di dalam kamarku.
"Entah, kalau tidak nanti sore ya besok pagi Kak," ujarku.
"Apa tidak lebih baik pulang bersama dengan kami saja? jok tengah kosong kok, daripada harus ke terminal dan menunggu bus, gimana?"
"Iya juga ya, baiklah Kak," gumamku.
"Ly, selamat yaa ... jujur aku sangat bahagia sekali hari ini telah menjadi saksi atas kebahagiaanmu. Walau bukan dengan Firgie tapi aku sangat yakin Dimas tidak akan kalah membahagiakanmu, aku tau cinta Dimas sangat besar untukmu Ly," ujar Kak Fida hingga akhirnya kami saling berpelukan saat ini.
"Terima kasih Kak, iya aku tau," lirihku.
"Kak, aku ingin jujur padamu ... " lirihku kembali.
"Katakanlah Lyraa,"
"Kak ... sejujurnya masih ada serpihan rasaku pada Firgie yang belum mampu kuhilangkan sepenuhnya, apa aku berdosa pada mas Dimas telah menutupinya? tapi aku takut menyakitinya jika ku jujur, apa yang harus kulakukan kak?" lirihku kembali.
"Astagfirulloh Lyra, heii dengar!! mas Dimas calon suamimu, mulai sekarang jangan pernah memikirkan pria lain selain mas Dimas, kau mengerti?" tegas Kak Fida.
"Haruskah aku jujur pada Mas Dimas Kak?"
"Jangan!!!," ucap Kak Fida seketika.
Aku hanya bisa menunduk saat ini.
"Sekarang jawab aku!! Bagaimana rasamu terhadap Dimas saat ini?" tegas Kak Fida.
"Aku menyimpan mas Dimas sama seperti aku menyimpan Firgie di sudut hatiku Kak, hanyaa...
"Stop!!! tidak perlu dilanjut, aku sudah memperoleh apa yang ingin kudengar. Kau juga masih menyimpan mas Dimas di sudut hatimu dan aku yakin setelah menikah, mas Dimas akan memenuhi ruang di hatimu," ujar Kak Fida meyakinkanku.
"Ly, Lyra ... Sudah belum sholatnya Nok? Kok sholat lama bener sih? Ini Nak Dimas dan yang lain sudah pulang dari Musholla sejak tadi," ucap Ibu menghentikan obrolanku dengan Kak Fida yang ternyata sudah menghabiskan banyak waktu kami.
"Ayo kita keluar Ly, ingat kata-kataku!! Jangan pernah beritahu Dimas tentang perasaanmu pada Firgie, kau mengerti kan?" Kak Fida tampak memastikan.
"Iya Kak," ujarku.
🌻Dan kamipun keluar kamar saat ini. Kulihat jam menunjukkan Pukul 12:40. Kami beriringan menuju ruang tamu, tampak Irsya menangis dalam gendongan mas Fahmi. Sedang Mayra sedang menonton video di ponsel mas Dimas sambil merebahkan dirinya di sofa. Mata Mas Fahmi seketika menangkap Kak Fida yang sedang berjalan mendekat.
Kamipun melewati kamar ibu, tampak disana Mbak Susi sedang menidurkan baby Sulthon sedang mas Bayu sedang mengobrol bersama Bapak dan Mas Dimas di teras rumah.
"Maaf aku lama ya Bi, Irsya kenapa sayang?" tampak Kak Fida segera meraih Irsya kepelukannya.
"Ichaa mau ulang Ami," lirih Irsya.
"Iya dari tadi Irsya minta pulang Mi," ucap Mas Fahmi menegaskan.
"Ichaa kenapa Nak, Ichaa gak suka main kerumah Bunda?" ujarku.
__ADS_1
"Chuka, tapi Ichaa tape mau bobo di lumah, Undaa," celotehnya.
"Sebentar lagi ya sayang, tunggu mataharinya turun sedikiiit lagi supaya Ichaa gak kepanasan dijalan," ujarku.
"Ndak mau, Ichaa mau ulang cekalang Undaa," ujar Irsya dengan nada yang mulai meninggi.
"Iya, iya, sayang .... Gimana Bi?" tampak Kak Fida bertanya pada Mas Fahmi setelah menenangkan Irsya.
Mas Fahmipun memanggil Mas Dimas untuk masuk kedalam.
"Dim, Kita pulang sekarang oke?" ajak mas Fahmi kepada Mas Dimas.
"Ohhh," lirih mas Dimas seketika menatapku yang berdiri disisi Kak Fida.
Duhh mas Dimas, apa maksud tatapanmu, aku sungguh tak mengerti, batin Lyra.
"Dim," panggil mas Fahmi.
"Oh, O-ke Fah," jawab mas Dimas terbata.
"Kau jadi balik ke Bekasi bareng kan Ly?" ucap Kak Fida kearahku.
Dan disana mas Dimas yang masih terus menatapku tampak mengangguk ...
Ihh mas Dimas, mengangguk seperti itu apa maksudnya ia menyuruhku pulang bersama mereka kah??
"Sebentar aku bilang pada ibu dulu ya Kak."
🌻Beberapa saat kemudian ...
"Lho memang sudah mau pulang to?" ujar ibu tiba-tiba dari arah dapur dengan volume yang agak tinggi, sedang aku mengekor di belakangnya.
"Nak Dimas sudah ingin pulang kah?" Bapak yang mendengar suara ibu seketika masuk kedalam rumah.
Tampak mas dimas mengangguk seketika.
"Ini anak juga katanya mau bareng pulang Pak, ya kamu besok aja to Ly baliknya, besok bukannya hari minggu masih libur," ucap ibu tak berjeda.
"Biar Lyra gak usah nunggu di terminal buu," ujarku.
"Yasudah-lah," ibu tak mampu menyanggah lagi.
"Nak Dimas, tolong Lyranya dijaga yaa," ujar Bapak serius kepada Mas Dimas yang membuatku merasa aneh mendengarnya.
"Pasti Pak," ucap Mas Dimas.
"Oya Pak, ada yang mau Dimas bicarakan berdua bisa??
●Kira-kira apa ya yang mau dibicarakan mas Dimas bersama Bapak??😯😟
🌷🌷🌷
🌻Happy reading😊❤❤
__ADS_1