
Lanjuutt yaa👋☺..
●Jangan lupa like, komen, vote dan rate untuk karya Thor ini yaa, happy reading❤❤
🌷🌷🌷
🌻Dimas ...
Dan aku berjalan kini menuju istana kecil dimana bidadariku senantiasa menunggu. Bisik angin dan sapuan embun laksana penyemangat untukku melangkahkan kaki lebih cepat untuk sampai keperaduanku.
Istanaku telah nampak kini, tak sabar menatap mata bening istriku, mendengar gelak tawa dan ocehan polos putra putriku. Terangkum cinta yang terpatri dalam bingkai indah bernama Keluarga. Keluarga kecil yang bermakna besar sebagai pengobar semangat mencapai Asa, guna memberi bahagia teruntuk yang berharga yang senantiasa membersamai raga, berharap jumpa hingga ke Syurga.
Kubuka perlahan kini gerbang kokoh menjulang yang menjadi penjaga istanaku dari kebisingan luar, kututup kembali setelahnya perlahan hingga nyamukpun seakan tak mampu mendengar.
Kulajukan kakiku bersegera tak sabar menuju ke lantai atas hingga sayup kudengar dari arah dapur, suara wanita berbicara dengan seseorang, kudekati dan ternyata ia adalah adikku yang berbicara di telfon dengan teman lelakinya.
Loudspeaker yang diaktifkan membuat jelas percakapan mereka kini. Aku yang disana mau tak mau laksana nyamuk yang sedang mencuri dengar sesuatu yang sebetulnya tak ingin dengar.
"Jadi Mas mau kan nanti malam mampir ke rumahku?" terdengar suara adikku disana.
"Iya anak nakal, sudah sholat belum?" teman Shifaa tampak mengingatkan Shifaa ibadah, baguslah.
"Sudahlah, pas azan aku langsung sholat kali Mas, Mas sudah?" Adikku benar-benar sudah dewasa kini, terdengar lucu ia berbincang dengan lelaki.
"Ini aku baru pulang dari Masjid." Ohh, baguslah teman Shifaa tau pentingnya sholat subuh di Masjid.
"Oya, bilang pada Mbakmu gak usah repot masak, aku akan bawa makanan dari bakulanku." Lyra bilang teman Shifa punya usaha kuliner, ternyata benar. Bagus untuk masa depan Shifa, ia berarti sosok mandiri dan pekerja keras.
"Oke siap Mas."
Ahh sudah lah, aku seperti kakak yang buruk mencuri dengar seperti ini, baru aku ingin berbalik arah hingga kudengar ...
"Mass, Mass Firgiiee,"
"Apa sih anak nakal??"
Apa aku tidak salah dengar, Shifa memanggil temannya dan namanya Fir-gie. Ohh, mengapa seketika dadaku sangat sesak. Mungkinkah teman Shifa?? Tidak ... Tidak mungkin ... banyak nama yang sama bukan? Tenang, tenang Dimas, ia belum tentu Firgie yang sama.
Hingga kudengar lagi ...
"Kalau bawa Ketoprak kerupuknya yang banyak ya Mass ...,"
Ketoprak???
Firgie dan ketoprak adalah satu kesatuan. Ahh, jika benar bagaimana ini??
"Ehh, mas Dimas? mau ke dapur ya?" suara Shifaa tiba-tiba mengagetkanku.
__ADS_1
"I-yaa."
"O-ya aku ke kamar dulu ya Mas ...."
"Ehh, tunggu shiff..!!!" Entah mengapa aku perlu memastikan yang baru saja kedengar ...
"Siapa nama temanmu yang nanti mau ke rumah?"
"Namanya Mas Firgie Mas,"
"Apa usahanya?" tanyaku seraya menahan sesak yang sangat menusuk kurasa.
"Ia pemilik bakulan ketoprak Mas Gie, di Jl. Darmawangsa itu loh Mas, yang baru 2 bulanan buka tapi selalu rame itu."
Ahh, sudah cukup Shifaa. Cukup!!
"Sudah dulu ya Mas, Shifaa mau lanjut buat presentasi lagi," seketika Shifaapun tlah menghilang meninggalkanku.
Firgie, bakulan ketoprak, jl. Darmawangsa, berarti ia sudah sangat dekat dengan kami selama ini. Ia juga adalah teman dekat Shifaa, kekasih Shifaa. Ahhh, bagaimana ini??
**🌻Flashback 》11 bulan yang lalu**
"Apakah dalam keluarga ada yang mengidap penyakit jantung juga Pak?" tanya Dr. Edo seorang dokter jantung di DAGO GROUP HOSPITAL yang aku datangi saat ini.
"Ibu saya mengidap penyakit jantung Dok."
"Dalam CT Scan sangat jelas terdapat lubang pada jantung Bapak/biasa disebut kebocoran jantung."
"Kelainan apa itu Dok?" tanyaku lirih dan perlahan.
"Jantung bocor lebih sering terjadi karena salah satu katup tidak dapat tertutup atau berfungsi dengan baik. Jantung manusia memiliki empat katup, yaitu katup trikuspid, pulmonal, mitral, dan aorta. Jaringan khusus di dalam jantung ini berfungsi mengatur aliran darah dari satu bagian ke bagian lain. Tiap katup terdiri dari dua atau tiga kelopak yang bisa membuka dan menutup. Kelopak katup akan terbuka saat darah dipompa di antara ruang jantung atau dipompa ke organ lain melalui pembuluh darah, dan menutup untuk mencegah darah yang telah dipompa keluar untuk kembali ke jantung ....
__ADS_1
... Untuk yang Bapak alami katup jantung Bapak tidak tertutup dengan sempurna. Akibatnya, aliran darah yang seharusnya sudah berpindah ke tempat lain justru kembali ke dalam jantung. Inilah yang disebut dengan katup jantung bocor atau regurgitasi katup jantung.
Katup jantung bocor sering kali tidak menimbulkan gejala, namun kadang bisa saja gejala tiba-tiba muncul. Gejala katup jantung bocor yang mudah terlihat antara lain adalah nyeri dada, berdebar atau palpitasi (irama jantung cepat atau tidak beraturan), sesak napas, merasa lelah dan lemah, tidak mampu beraktivitas normal, pusing, pingsan, dan pembengkakan pada kaki, pergelangan kaki, atau perut."
"Apakah kelainan ini bisa di-obati Dok?" tanyaku.
"Tentu, penanganan dilakukan seberapa parah kebocoran pada jantung tersebut. Untuk yang Bapak alami, kebocoran masih kecil bisa ditanggulangi dengan pemberian obat, olahraga ringan yang teratur juga Bapak harus sering memeriksakan kondisi jantung Bapak. Saya akan memberikan resep untuk menangani sementara kelainan jantung Bapak, sebulan mendatang tolong lakukan pemeriksaan dan temui saya," ujar Dr. Edo.
"Baik Dok."
🌻**Flashback 》7 Bulan yang lalu**
akhirnya operasi Diyaraku telah selesai, namun melihat banyak selang di tubuh mungil putri kecilku lagi-laki aku merasakan sesak yang teramat, akupun tak mampu berlama melihat putriku. Aku segera keluar dan menepi disudut jendela tak langsung menemui Lyra-ku, entah mengapa Lyraku seketika meraih tangan yang sedang kudaratkan didadaku. Ia menggenggam tanganku erat, hingga ia menyadari keringat berlebih di telapak tanganku. Lyraku tampak berkali-kali menanyakan kondisiku saat itu, namun alasan dinginnya AC kujadikan alasan saat itu dan Lyra mempercayainya.
Beberapa hari setelahnya, aku memeriksakan kondisi jantungku dan memberikan hasil cekku kepada Dr. Edo, dokter yang pernah menanganiku sebelumnya. Ia marah besar padaku sebab selama ini aku tak pernah menemuinya. Kemarahannya pula lantaran hasil CT jantungku menggambarkan kondisi kebocoran katub jantung yang semakin parah.
Dan untuk menyembuhkan regurgitasi katup, hanya bisa dilakukan dengan operasi, yaitu dengan memperbaiki atau mengganti katup yang bermasalah. Sedang saat ini bahkan air mata Lyra-ku belum mengering setelah operasi Diyara kami. Aku meminta keringanan pada Dokterku untuk memundurkan operasi dan memberiku obat dengan dosis yang lebih tinggi dengan perjanjian aku tetap harus mengoperasi jantungku karena pengobatan dengan obat bukanlah solusi sesungguhnya melainkan hanya pereda sementara, begitu menurut Dr. Edo.
Disaat piluku akan kondisi Diyara dan sedihku melihat Lyra-ku senantiasa bersedih. Akhirnya kuputuskan untuk tidak berfikir tentang operasi. Aku sangat takut kondisiku akan semakin melemahkan Lyra dan membuatnya semakin terpuruk.
*Hanya satu yang terfikir diotakku saat ini, Firgie*.
🌷🌷🌷
__ADS_1
🌻Happy reading❤❤