
●Terima kasih kepada para readers yang masih setia menanti kelanjutan kisah cinta Lyra❤❤
Lanjuutt yaa👋☺..
🌷🌷🌷
"Sayanggg ...."
Hingga seketika wajah-wajah dihadapanku bergeser kesisi kiri dan kanan, hingga tampaklah disana, wa- jahh Mas Di- mas?? Apa aku bermim-piii???
Seorang pria dengan kemeja putih berdiri kini dihadapanku. Aku masih terpaku seakan tak percaya dengan yang terjadi. Hingga sosok dengan kemeja putih melangkah maju kini kehadapanku.
"Apa begini caramu menyambut suamimu, Sayangg? Apa ini, kau menangis?? Kemarilahh..!!!" Seketika sosok berkemeja putih itu menarik tubuhku kepelukannya.
Ini nyata, dia memelukku. Apa ia be- nar mas Di- mas- ku??
Kudangakkan kepalaku menatap sosok yang dengan kuat mengunci tubuhku. Wajah ini ... benar, ini wa-jah suami-ku, akupun terisak sejadinya dan menenggelamkan wajahku ke bahunya, kurasakan sapuan lembut di kepalaku saat ini.
Hingga otakku kembali teringat semua yang terjadi, kepiluan yang pria ini lakukan selama 2 bulan ini, kepergian tanpa kabar yang ia lakukan, semua sangat menyakitiku ... aku tak bisa dengan mudah melupakannya.
Kudorong tubuh dihadapaanku, berusaha melepaskan tangan yang masih mengunciku.
"Ada apa Sayang? Kau memberi jarak pada suamimu kini kah??" lembut terucap kata dari bibir mas Dimasku. Tapi sesak dan kecewa telah menguasaiku saat ini. Kupukul-pukul tubuh pria dihadapanku dengan air mata yang terus berlinang tak ingin berhenti.
"Bagusss, terus pukul tubuhnya Nak, luapkan kemarahanmu..!!!! Kamipun sangat muak sebetulnya dengan
anak ini." Kedua orang paruh baya kini berjalan mendekat kearahku, beserta Aldo dibelakang mereka. Ayah dan ibu mereka juga terlihat setelah sekian lama kini.
Ibu seketika memelukku saat jarak kami telah sangat dekat, iapun berujar, "Maafkan kami Nak, ibu terpaksa mengacuhkanmu karena rengekan anak ini.
"Ada apa ini Bu? Apa ya- ng terja- di sebetulnya??" lirihku.
"Kau tanya sendirilah pada suamimu," ucap ibu.
"Masss??"
"Iya, Mas pasti akan menceritakannya."
"Ayahh, ini kado ayah," dan Mayra memberikan kado yang di bawanya pada ayahnya.
"Terima kasih cantiknya Ayah."
"Ini untukmu Sayang," ucap Mas Dimas dan memberikan kado ditangannya kepadaku.
"Kepulanganmu sudah cukup untukku Mas, kau hadir di tengah-tengah kami kembali adalah kado yang tak ternilai untukku," ucapku seraya terus menatap wajah suamiku.
"Ahh tatapanmu ini."
"Kemarikan ini bungaku..!!!!" seketika mas Dimas mengambil buket bunga dalam dekapan Firgie.
Kalian nikmatilah Cakenya, jika kurang suruh Aldo kirim kembali dari toko. Aku ingin berbincang dengan istriku sejenak.
Dan tak menunggu lama mas Dimas menarik lenganku ke dalam kamar.
•
•
Kami duduk di sofa saat ini, mas Dimas tak melepaskan tatapannya padaku.
"Terimalah bunga ini Sayang, memang tak bisa menyaingi kecantikanmu namun setidaknya ini adalah simbol rasa Mas padamu," ucap mas Dimas seraya memberikan 1 buket mawar besar untukku.
"Kau sudah pandai menggoda sekarang, terima kasih ini sangat indah Maass."
__ADS_1
Kulihat mas Dimas mengangguk seraya tersenyum. Disapunya berkali-kali wajahku ...
"Istriku yang cantik, kau terlihat lebih kurus Sayang. Maaf Mas banyak membuatmu menangis pasti."
Kutanggapi setiap ucapan suamiku dengan senyum kecilku. Hingga ia menarik kembali tubuhku kepelukannya.
"Masss ...."
"Jangan dilepas, Mas rindu sekali padamu. Rindu pelukanmu, rindu harum tubuhmu, rindu kebersamaaan kita," ucapan yang telah lama tak kudengar, kehangatan yang telah lama tak kurasa. Membuat batinku bergejolak terbawa haru kembali, kembali kueratkan pelukanku pada tubuh bidang suamiku, kutenggelamkan wajahku kini di bahunya dan kuterisak disana.
"Keluarkan semua perih dan kemarahanmu Sayang, namun setelah ini kita tutup bersama cerita kelam tentang perpisahan kemarin. Kita lalui hari baru dengan kebahagiaan. Kau masih mau tetap di sisi Mas, bukan?"
Akupun mengangguk dan semakin terisak.
Kuangkat tubuhku, kusapu wajah suamiku saat ini.
"Ada apa?"
"Memastikan wajah suamiku, aku hampir lupa wajahmu," lirihku.
"Sayangg ... " ucap mas Dimas seraya mulai menyapu wajahku dengan kecupannya. "Ini semua masih milik Mas bukan?" dan akupun mengangguk mengiyakan. Hingga tiba-tiba,
Oekk... Ma ma ma ... Oekkk ...
"Dirga bangun Mas,"
"Tunggu disini, biar Mas yang mengambilnya."
"Gantengnya ayahh ... Dirga tau ayah sudah pulang yaa, apa Sayangg ... Dirga juga kangen Ayahh?? cup ... cup ... " tampak Mas Dimas berceloteh mendiamkan Dirga sambil terus menciumnya dan Dirga seakan mengenali sosok ayahnya, ia seketika terdiam seraya terus menatap wajah dihadapannya.
"Kita keluar kamar sekarang ya, tidak enak dengan yang lain. Nanti kita lanjutkan mengobrol kembali," akupun mengangguk mengiyakan.
Kamipun segera duduk berbaur dengan yang lain tampak ayah sedang berbincang disisi Bapak, Ibu sedang berbincang dengan ibu Arini, Aldo tampak sibuk dengan ponsel di tangannya, Shifaa sedang bermain ular tangga dengan Mayra dan di sisi mereka Diyara terlihat nyaman dalam dekapan Firgie.
"Kuenya enak Ayah tapi mau tunggu Bunda makannya, Bundakan yang ulang tahun," celoteh jujur Shifa sambil kembali melempar dadu dalam genggamannya.
"Sudah selesai Mas kangen-kangenannya? Duhh yang udah lama gak ketemu nempel terus udah kayak prangko," goda Shifa melihat tangan Masnya terus merangkulku, kugoyangkan bahuku agar Mas memindahkan tangannya namun bukannya melepaskan, Mas Dimas tambah mengeratkan rangkulannya dan menarik kepalaku untuk bersandar di bahunya. Dan tanpa aba-aba seketika mas Dimas menoleh kearahku dan mengecup keningku dihadapan semua orang.
"Masss," lirihku malu.
Mas Dimas terlihat tersenyum dan menahan kepalaku untuk tak bergeser dari bahunya, iapun menyapu-nyapu kepalaku setelahnya.
"Hemmm," suara Shifaa kembali mengganggu, merasa risih dengan prilaku Masnya.
"Ngapain kamu? Mau juga ya di sayang-sayang seperti ini? Suruh kekasihmu itu menghalalkanmu..!!" celoteh Mas Dimas menggoda adiknya yang tampak terus melirik kekasihnya setelahnya.
__ADS_1
"Sudah ... sudah, ayo bantu Lyra memotong *cake*-nya Dim, sudah mau jam 9 ibu sudah letih mau istirahat, Bapak dan Ibu Lyra juga pasti letih setelah perjalanan mereka." Ucap ibu segera ditanggapi Mas Dimas dengan anggukannya.
Dan tak lama, *Cake* dihadapan kami telah terbelah, kupotong menjadi bagian kecil dan segera kusodorkan pada mas Dimasku. Mas Dimas seketika meraih pingangku dan menempelkan wajahnya ke satu sisi pipiku, iapun berbisik ...
"Barakallohu fii Umrik istriku Sayang, doa terbaik selalu untukmu," lirih suara mas Dimas segera kubalas dengan anggukanku.
Seketika potongan kue mendarat pula ke mulutku setelah sebelumnya kusuapi mas Dimasku.
"Bunda Mayra juga mau menyuapi Bunda," celoteh Mayra kearahku tak mau kalah dengan sang ayah akupun seketika membuka mulutku, "Mayra mau Bunda tidak menangis lagi," ucapnya membuatku seketika ingin memeluk putri cantikku tersebut. Akupun menyuapi Mayra kue pula setelahnya.
Tak lama yang lainpun ikut menyantap cake yang telah di potong-potong Bik Lasmi ke piring kami masing-masing. Kami semua saling menggoda, tersenyum dan tertawa bersama seolah sesak sebelumnya tak pernah ada.
"Ly ... lihat bayi-bayimu sepertinya sangat suka *cake*-nya," ujar ibuku kearahku sambil menyuapi sikembar yang sedang menyisir bibir meja melancarkan langkah kakinya. Sedang Diyara ada dalam pangkuan Bapak. Tampak terus tersenyum sambil mengunyah kue dimulutnya.
Hingga tiba-tiba Firgie tampak mendekati kami yang sedang saling bersuapan kue.
"Lyra ... Dimas ...," lirihnya.
Tiba-tiba detak jantungku memompa lebih kuat, kulirik suamiku dan menerka reaksi apa yang diperlihatkan mas Dimas saat ini. Tak ingin mas Dimas curiga pada kesetiaanku kembali, tak ingin pula ucapan Firgie akan mengganggu keadaan jantung suamiku lagi.
*Apa yang sebenarnya kau inginkan Gie*, kucengkram erat bahu suamiku kini. Memastikan aku ada disisinya ...
Tapi suamiku tampak tenang diwajahnya, ia tak bergeming dengan kehadiran Firgie yang sudah sangat dekat dengan kami. Mas Dimas terus saja menyuapiku seolah Firgie tak ada. Iapun berujar kemudian ...
"*Ada apa Gie*?"
"*Apakah kau ingin menyuapi istriku pula*??"
🌷🌷🌷
🌻Happy reading❤❤
🌻Semoga Novel Lyra sampai akhir bulan ini saja yaa, takut reader bosan kalau gak tamat-tamat😃😃
__ADS_1
🌻Yang penasaran bagaimana nasib Rendy dan Frista di bab-bab sebelum end mereka akan thor munculkan😈