Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah

Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah
Pemeriksaan


__ADS_3

Lanjuutt yaa👋☺..


●Jangan lupa like, komen, vote dan rate untuk karya Thor ini yaa, happy reading❤❤


🌷🌷🌷


"Tapi Mass, Dirga bagaimana? Dia juga harus disisiku karena susunya ada padaku," lirihku bingung.


"Lyra ... Dimas, maaf ibu tak sengaja mendengar percakapan kalian," ibu seketika muncul dari balik pintu dengan sebuah baskom berisi air hangat dan sapu tangan.


"Masuklah Bu," ujarku tak ingin ibu sungkan dengan kami.


"Mungkin ibu ada saran, kami harus bagaimana?" tanya mas Dimas yang sepertiku pula tampak bingung.


"Kamu inget gak mbak Nova Yulianti anaknya bulek Sugi. Dia dulu kerja ninggalin anaknya yang masih 4 bulan, rajin banget dia meres ASI tiap malem di taruh botol dan di masukkan freezer. Jadi pas dia kerja Bulek Sugi tinggal ngangetin kalau udah waktu cucunya minum susu. Gimana menurut kalian?"


"Duhh Bu, kenapa Lyra gak kepikiran kesana. Oke boleh tuh Bu solusinya, iya kan Mas?" ujarku ingin mendengar pendapat mas Dimas.


"Iya Dimas setuju Bu karena memang gak baik bawa Dirga ke Rumah Sakit, banyak bakteri nanti malah ketularan. Tapi kita gak ada botol susu kayaknya ya Ly,"


"Kayaknya ada deh Mas, box kado dari bude Har. Yang kardusnya gede ada bacaan Breast Pump, ada beberapa botol plus alat perasnya kalau gak salah. Di lemari paling bawah Mas." Seketika mas Dimas mencari alat yang kami butuhkan.


"Alhamdulillah, iya ada ni Sayang," ucap mas Dimas seketika.


"Sini sementara Diyara ibu kompres dulu sambil kamu nyiapin stock susu untuk Dirga, Dimas botolnya kamu rebus dulu ya."


"Iya Buu,"


"Diyara, cucu uti ... jangan sakit dong Sayang. Kasihan Bunda dan ayah," dan seketika Diyara menangis kembali. "Sayangg, cup .. cuppp," dan ibu tampak mengayunkan Diyara kini sambil dilantunkannya sholawat.




"Kenapa kok meringis gitu mukanya?"


"Sakit Mas, beda sama kalau di Mik langsung sama Dirga dan Diyara,"


"Yang di pump yang kanan kenapa yang kiri juga netes sih?"


"Itu karena ASI nya full, ambil Dirga aja di kamar tamu lagi sama Bapak. Sayang sampai netes, mending buat Mik Dirga biar gak mubadzir." Dan mas Dimas seketika kelantai bawah.


Beberapa saat kemudian ...





🌻Pukul 13:30


"Dah siap semua, coba fikirin lagi ada yang ketinggalan gak? Kartu asuransi? Buku kehamilanmu yang ada riwayat kelahiran Diyara bawa juga Ly," ujar ibu mengingatkanku kembali.


"Iya sudah Bu ... Bu, maaf ibu dan Bapak kesini malah di repotin suruh momong cucu," lirihku.


"Ibu malah seneng setidaknya kami disini bisa bantu kamu saat kamu repot dan butuh bantuan."

__ADS_1


"Pelan-pelan aja ya Dimas..!!!!" tambah Bapak.


"Iya Pak."


"Bu, tadi Lyra searc di google, ASI Lyra jangan di rebus ya nanti nutrisinya hilang. Di rendam di air panas aja dalam baskom, jangan lupa di kocok dahulu sebelum di kasih ke Dirga," ujarku jujur hawatir meninggalkan Dirga tapi mau gimana lagi. Bismillah ...


"Sudah kami berangkat ya Bu," dan kami menyalimi kedua orang tua kami saat ini.


"O iya, nanti kalau Mayra bangun langsung kasih makan aja Bu, dia belum makan siang, gak usah di suapin dia udah biasa makan sendiri terus ....


"Iya ... iya, ngomong terus nggak berangkat-berangkat juga," ujar ibu memotong ucapanku.


Dan kami benar-benar berangkat akhirnya.




🌻POLI ANAK RSIA SENTRA DUTA INSANI 》》13:50


Anak Diyara Syakira Putri Anggoro,


Seorang perawat tampak memanggil nama Diyara dan kami segera berdiri mengikuti langkah sang perawat.


"Silahkan duduk," sapa santun seorang dokter dengan papan nama tertulis dipintu. Ryan Sp.A.


"Apa keluhan untuk putrinya Pak Bu? tanya Dr. Ryan saat kami terlihat sudah duduk sempurna.


"Bayi saya rewel terus DOk, tubuhnya deman dan seperti sesak saat sedang menyusu," ujarku bersemangat seraya terus mengayunkan Diyara yang tak nyaman berada dalam gendongan.


"Coba tidurkan ya Bu, biar saya periksa..!!"


Terlihat Dokter berkali-kali melakukan pengecekan menggunakan stetoskopnya, ia menekan area perut dan kaki Diyara. Setelahnya ia terdiam, tampak gurat aneh di wajahnya yang tak mampu kubaca. Hingga ia mengajak kami duduk kembali ...


Kurengkuh Diyara dalam dekapanku kembali baru setelahnya aku duduk disisi mas Dimas.


"Adakah riwayat penyakit jantung dalam keluarga Bapak atau Ibu?" dokter memulai tanyanya dengan wajah yang serius.


Dan kini kulihat gurat aneh di wajah mas Dimas, ia seketika menggenggam tanganku erat. Seperti biasa jemarinya tampak berkeringat kurasa.


"Ada Dok, ibu Arini memiliki riwayat penyakit jantung bukan Mas?" tanyaku mengabaikan keresahan di wajah mas Dimas.


Kulihat mas Dimas mengangguk perlahan.


"Hubungan kekerabatan seperti apa dengan wanita tersebut?" dokter memastikan.


"Dia ibu dari suami saya, nenek putri saya," jawabku seraya menatap wajah mas Dimas yang tampak terdiam.


"Memang ada apa ya Dok?" tanyaku penasaran.


"Dari hasil pengecekan sementara, denyut jantung bayi ibu tidak stabil dan pernafasan tidak teratur terdapat sedikit pembengkakan di perut bagian bawah."


"Kenapa itu Dok?"


"Ini baru analisa sementara, bayi kemungkinan besar mengidap penyakit jantung bawaan Pak Bu," lirih sang Dokter.


"Dan untuk memastikannya diperlukan beberapa pemeriksaan lanjutan untuk memastikan diagnosis, yang pertama :

__ADS_1


●Echo jantung, untuk melihat kondisi jantung melalui gelombang suara.


●Elektrokardiogram, untuk memeriksa aktivitas listrik di jantung.Kateterisasi jantung, untuk mengetahui aliran dan tekanan darah di jantung.


●Rontgen, CT scan, atau MRI, untuk melihat struktur jantung.


●Pulse oximetry, untuk mengukur kadar oksigen dalam darah.


Dan yang terakhir,


●Tes DNA, untuk mengetahui apakah terdapat gen atau sindrom genetik tertentu yang bisa menyebabkan kelainan jantung."


"Masss ...." lirihku, tak menyangka dengan yang baru saja kudengar.


Mas Dimas merangkul bahuku kini, ia tampak mengangguk perlahan sambil terus menatapku.


"Kapan kami bisa melakukan serangkaian tes tersebut Dok?" mas Dimas mulai mengeluarkan suaranya.


"Semakin cepat di dapatkan diagnosa semakin baik karena penanganan akan semakin cepat dilakukan."


"Saat ini juga bisakah?" ujar mas Dimas.


"Tentu bisa, untuk pemeriksaan pertama saya akan buatkan surat pengantar untuk mengecek echo/USG jantung dan Rontgen CT scan, Bapak dan Ibu bisa ke area dari pintu masuk, ambil kekiri ruangan paling ujung terdapat tulisan besar di pintu EKOKARDIOGRAFI."


"Apa pengecekan tersebut akan menyakitkan putri saya Dok?" tanya mas dimas kembali dan aku sudah tak sanggup berkata berbagai kemungkinan memutari otakku. Menciumi Diyara, hanya itu yang ingin kulakukan saat ini.


"Ada 2 jenis cara untuk USG Jantung, Transthoracic echocardiogram (TTE).Tidak berbeda dengan USG pada umumnya, TTE menggunakan sensor elektroda alat probe yang ditempelkan dan digerakkan di atas dada pasien, dengan hasil yang langsung terlihat pada monitor. Transesophageal echocardiogram (TEE).Tes ini menggunakan alat endoskopi yang dimasukkan melalui mulut menuju kerongkongan (esofagus) untuk menangkap gambar struktur jantung secara rinci, tanpa terhalang gambar dada dan paru-paru.


Berhubung putri Bapak masih bayi jadi biasanya dilakukan menggunakan cara pertama, seperti saat ibu melakukan USG saat kehamilan," terang sang Dokter.


"Sambil menunggu hasil Bapak dan Ibu bisa ke ruangan sebelahnya untuk melakukan Rontgen. dalam 15-20 menit biasanya hasil sudah bisa di dapat."


"Terima kasih Dok, kami akan kesana."





Dengan ditutupi hijabku, aku masih menyusui putriku saat ini. Dan air mata sungguh tak mampu kubendung, kutatap pintu yang berada 3 meter dari tempatku duduk, tulisan besar tampak disana EKOKARDIOGRAFI.


Mas Dimas yang duduk disisiku tak melepas rangkulannya pada bahuku, matanya terus menatapku sambil sesekali tangannya mengusap air mataku.


"Kita akan lalui ini bersama, jangan menangis lagi. Diyara butuh support kita, dan yakin Diyara akan baik-baik saja," bisik mas Dimas ditelingaku. Sebuah kecupan di keningku di daratkannya untuk menenangkanku juga meyakinkanku bahwa aku tidak sendiri, ada mas Dimas bersamaku.


Akupun perlahan mengangguk.


Tak lama seorang suster tampak keluar,


Anak Diyara Syakira Putri Anggoro ...


●●●●


°° Ekokardiografi 》digunakan untuk memeriksa adanya kelainan pada struktur jantung, pembuluh darah, aliran darah, serta kemampuan otot jantung dalam memompa darah. Metode pencitraan ini sering digunakan untuk mendeteksi potensi penyakit jantung sehingga dapat diputuskan pengobatan yang tepat, dan juga digunakan untuk mengevaluasi pengobatan.


🌷🌷🌷

__ADS_1


🌻Happy Reading❤❤


__ADS_2