
"Bareng Yuk!!!" Mbak Alika saat ini ikut berjalan disisiku ...
🌷🌷🌷
"Kalian rumahnya pada dimana?" Mbak Alika membuka obrolan kepada kami.
"Aku di Bulak Kapal dan Kak Fida di Pondok Timur" jawabku.
"Aku juga di Bekasi Timur" ujarnya.
"Oya ...."
"Sabtu ini ada acara gak? Ikut kajian di Radio Dakta yuk!!"
"Dimana itu Mbak?"tanyaku.
"Di Kawasan Proyek, setiap Sabtu pagi ada kajian disana. Kalau kalian mau nanti kita ketemuan di Bulak Kapal, gimana?"
"Aku mau Mbak ..." ujarku spontan.
"Aku belum tau mbak, nanti aku kabarin ya ..." ujar Kak Fida.
"Oke, kita tukeran nomer ponsel yuk," ujar Mbak Alika kembali dengan penuh semangat.
Dan kamipun akhirnya bertukar nomer ponsel. Sampai di masjid kami berpisah, setelah berwudhu aku kehilangan jejak mbak Alika karena memang Masjid cukup besar dan banyak yang sedang sholat saat ini.
🌷🌷🌷
15:17 Jemputan Pulang
Kubaca Pesan Firgie yang masuk ke ponselku.
"Aku tunggu di bakulan ketoprak ya Ly ..."
Lagi-lagi, otakku berkata tidak tapi hatiku menginginkan bertemu dengannya.
"Iya Gie," balasku.
16:05 Mall XX
__ADS_1
Dikejauhan kulihat sosok tampan yang sedang asik memainkan ponselnya. Serasa ingin tersenyum sendiri menatapnya. Ia selalu sabar menungguku disana, bahkan penjual ketoprakpun sampai begitu mengenal kami. Karena Firgie sangat suka ketoprak dan kami sering menghabiskan waktu makan disana.
Tiba-tiba sosok yang sedang kuperhatikan dari kejauhan mengangkat kepalanya, menangkap bayangku yang berjalan perlahan menujunya.
Biasanya aku akan senang mempercepat langkahku, ingin segera melihatnya. Namun saat ini aku sedang ingin menatapnya dikejauhan.
Firgieku ...
Ia tampak berdiri kini menungguku. Aku masih dengan santai berjalan kearahnya. Tatapan itu, senyum itu, ketulusan yang kau beri. Aku ingin merekamnya saat ini, dikejauhan...
Langkahku sudah semakin dekat, entah mengapa melihatnya lebih dekat membuat sesakku bertambah. Serasa ada yang memaksa keluar dari sudut mataku. Akupun tak mengerti kenapa aku ingin menangis saat ini. Namun tidak, aku harus menahannya. Jangan sampai Firgie melihatku bersedih..
"Kenapa lama sekali jalannya?" ujarnya.
Kukecup punggung tangannya seperti biasa.
Akupun segera duduk tak membalas ucapannya.
Kuhirup udara di sekitarku dengan tarikan yang panjang, aku seakan membutuhkan oksigen lebih saat ini..
Menyadari Firgie duduk disisiku, membuatku semakin sesak. Entah mengapa akhir-akhir ini aku seakan merasa sangat rapuh berada didekatnya
Bukan karna curiga menguasaiku, tapi karna cinta yang ia beri sudah sangat dalam masuk kehatiku.
Firgie..
"Makan yang banyak ya sayang.." ia mengelus kepalaku.
Akupun tersenyum kearahnya..
"Bagaimana pekerjaan hari ini?" ia memulai obrolan denganku.
"Alhamdulillah lancar, kau sendiri?" Kupaksakan pula bertanya tentangnya, walau saat ini aku sedang malas bicara.
"Alhamdulillah hari ini planning selesai dengan baik, padahal sempat ada masalah tadi. Aku hampir takut kalau sampai lembur dan tak jadi bertemu denganmu," kudengar ia sangat antusias bercerita, membuatku terbawa dan turut memberi senyum kearahnya.
Wajah ini ...
Mengapa sangat menyenangkan ...
__ADS_1
Makanan kami saat ini telah habis, walau dengan susah payah aku berusaha menghabiskannya. Karena Firgie akan banyak bertanya jika aku jujur sedang tak bernafsu makan saat ini.
Firgie tiba-tiba mengelus pundakku dan seketika berjalan menjauhiku. Ia berada diatas motornya saat ini, matanya terus menatapku dikejauhan. Kulihat disana lagi-lagi bibirnya menghembuskan gumpalan asap keudara. Firgie ... Ia memang belum bisa menghentikan kebiasaan merokoknya.
"Kita cari masjid yuk!!" ajaknya setelah gulungan rokok telah ia habiskan. Memang kami belum menjalankan ibadah Sholat Ashar.
Akupun kembali mengangguk.
Kini kami berada di pelataran Masjid.
Kulihat ia menjauh menuju tempat wudhu pria dan aku kearah sebaliknya menuju tempat wudhu wanita. Rasa sesak seketika muncul saat Firgie berjalan menjauh seakan ia akan pergi jauh dan tak kembali. Firgie..
Kulihat ia dari balik pembatas tengah menjalankan ibadah dengan khusyuk di depan. Firgie ada disana, aku tenang. Akupun bersegera menjalankan ibadahku pula.
Ku ikhlaskan setiap rakaat yang kulakukan, tak lupa pula kututup ibadahku dengan munajat kepada NYA.. Ku cium sajadah di hadapanku sebelum kuberanjak keluar.
Dan disana seorang pria dengan sebagian rambut yang basah tengah duduk menungguku. Terlihat senyum menghias bibirnya ketika menangkap bayangku yang sedang membuka pintu dan bersiap keluar masjid.
Senyum itu kenapa bisa begitu manis...
Firgie..
"Mau langsung pulang?" tanyanya.
Kuanggukan kepalaku.
Iapun dengan sangat hati-hati mengendarai satria merahnya, membawaku sampai ke tempat kosku berada.
Ia memarkirkan motornya kini..
Mengikutiku masuk kedalam..
Dan ia duduk di tempat biasa ia duduk..
*firgie menatap Lyra di kejauhan❤
🌷🌷🌷
__ADS_1
#Give comment dan like please☺❤❤
#Happy reading🐾🐾