Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah

Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah
Berbagi Kisah Lalu..


__ADS_3

Lanjuutt yaa👋☺..


●Jangan lupa like, komen, vote dan rate untuk karya Thor ini yaa, happy reading❤❤


🌷🌷🌷


Entahlah, mungkin karena aku berhadapan dengan gadis yang sangat apa adanya dan mudah mengumbar perasaannya, hingga aku terbawa ikut mengalir bicara padanya.


Akupun tak tau sejujurnya, salah atau benar yang kuucapkan padanya saat ini. Yang aku tahu, aku harus membuka hatiku untuk sosok lain. Sudah cukup memikirkan sesuatu yang telah bahagia dengan yang lain. Aku harus bisa menata hatiku kembali.


●●●●


🌻Pukul 20:00 saatku mulai menepikan Yarisku di depan rumah besar berlantai 2, kediaman gadis yang kuresmikan menjadi kekasihku hari ini.


Dan gadis ini, masih terus saja menatapku tak bergeming.


"Ada apa di wajah Mas?"


"Mas Firgie ganteng," dan aku hanya bisa tersenyum seraya menggelengkan kepalaku mendengar kepolosannya.


"Boleh aku bertanya Mas?"


"Kenapa harus meminta izin? biasanya kau akan langsung bicara? Tetaplah seperti sebelumnya dan jangan berubah, aku suka Shifa yang polos, apa adanya dan selalu ceria,"


"Mas, mengapa Mas tiba-tiba ingin kita bersama?"

__ADS_1


"Karena sudah waktunya aku membuka hati kembali."


"Mas pernah trauma kah?"


Dan gadis ini mulai menyelidikku, tapi dengan status yang kusematkan padanya, ia berhak tau ceritaku. Dan kuceritakanlah semuanya saat ini ......





"Gadis itu pasti gadis yang hebat? ia menahan cintanya pada Mas karena takut pada RobbNya. Aku bangga pada mantan kekasih Mas itu, hanya sayangnya ... kenapa mas tidak cerita tentang kejadian yang mas alami hari itu, juga tentang kebutaan Mas. Kenapa mas harus berbohong dan menyakitinya. Ia harus tau yang sebenarnya. Walaupun ia sudah bahagia saat ini dengan suaminya, Ia tidak boleh membenci Mas, ia harus tau Mas."


"Mas sangat baik, kalian berdua orang baik yang tidak di takdirkan bersama. Hmm... kenapa aku jadi sedih dengan cerita mas,"


Aku menyapu kepala gadis dihadapanku saat ini. Seraya tak melepaskan senyumanku padanya.


"Tapi Mas tenang saja, aku adalah Shifaa dan aku akan jadi obat untuk sakit hati Mas. Asalkan 1, Mas buka hati Mas untukku," celoteh Shifaa gadis kecilku saat ini.


"Dengan ungkapanku sore tadi, aku sudah mulai membuka hatiku untukmu," lirihku.


"Mas Firgiee ...."


"Tak terasa kita berbincang cukup lama di mobil."

__ADS_1


"Jam berapa sekarang Mas??"


"Hampir jam 10, kau masuklah. Tidak ada mas dan mbakmu, jaga dirimu baik-baik," dan kusapu kembali bahu gadis kecilku kini.


"Mas juga pulang hati-hati yaa,.!!!"


Dan akupun mengangguk.


"Besok kau ada kelas bukan, besok Mas akan menjemputmu tidak perlu diantar supirmu lagi mulai hari ini."


"Terima kasih Mas." Dan seketika pintu tertutup saat Shifaa melangkahkan kakinya keluar Yarisku. Ia di depan gerbang rumahnya saat ini, ia tampak membuka gerbang sambil terus menatapku.


"Masss .... jangan ngebut-ngebut yaaa," teriaknya.


Gadis itu, teriak-teriakan di jalanan, hahh menggemaskan sekali, ia sangat polos ...


Kuangkat tanganku seketika melambai kearahnya, dan iapun disana tampak melakukan hal yang sama ...


Shifaaa, smoga namamu bisa terukir di hatiku ...


🌷🌷🌷


🌻Happy reading❤❤


🌻Mohon maaf bab ini sedikit di lanjut besok pagi lagi yaa🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2