
●Lanjuutt yaa👋☺..
●Jangan lupa like, komen, vote dan rate untuk karya Thor ini yaa, happy reading❤❤
🌷🌷🌷
🌻Pukul 02:30 》JAZZ SILVER
"Ly ... Lyra, maafkan Mas Ly ... tolong maafkan Mas!!! Jangan pergi Lyra... "
Tiba-tiba kumerasa ada seseorang memanggil-manggilku ...
Kata-kata yang sama kembali terdengar di telingaku ...
Dan aku seperti sedang berjalan, kemudian entah kenapa tiba-tiba aku terjatuh.
DUG
Akupun terkaget, dan Ahh, rupanya aku sedang bermimpi, gumamku.
Lho dimana aku? Aku ... di sebuah mobilkah?
"Ly ... Lyra, maafkan Mas Ly ... tolong maafkan Mas!!! Jangan pergi Lyra... "
Terdengar suara lirih seseorang, dan segera kutengok ke kanan arah datangnya suara. Dan Ohh, mas Dimas??
Aku ... masih berada di mobilkah? Mas Dimas juga, apakah kami berdua tertidur tadi?
Dan mas Dimas, entah apa yang dimimpikannya. Ia terus mengigau memanggilku.
"Mass, bangun Mas ... " ku goyangkan perlahan bahunya, tapi mas Dimas masih tak bergerak.
Dan kini, kulihat mas Dimas menangis dalam tidurnya, dari kata-katannya sepertinya ia bermimpi kalau aku meninggalkannya. Kenapa ia biasa bermimpi seperti itu ...
Kutatap wajah sendu di sebelahku,
Entah mengapa aku tertarik untuk kenatapnya.
Wajah tampan calon suamiku, terdapat 2 tempat yang memar di wajahnya kini dan semua sebabku.
Laki-laki yang yang selalu menyimpanku di hatinya,
Laki-laki yang pernah menyakiti hatiku, kini ia berusaha kembali masuk kehatiku ...
Laki-laki yang berani memperjuangkanku, dan tak lama lagi akan menjadi suamiku ...
Laki-laki yang kutahu selalu memendam hasratnya padaku, karena aku membatasinya melakukan ini dan itu padaku.
Mas Dimasku ...
Melihat ketulusanmu, besarnya cintamu, semangatmu memperjuangkanku ...
Dan setelah satu persatu kisah masalalu terhampar kembali dihadapanku,
mengingat betapa rapuhnya dulu engkau, bahkan drama kau buat untuk sekedar bertemu denganku,
Kini setelah semua hal tentangmu yang kuingat kembali di kamarmu tadi ...
Juga perkelahianmu sebab menolongku.
Mas Dimas ...
Kurasakan hatiku mulai tersentuh kembali,
Aku siap bermimpi bersamamu Mas.
Aku siap Menjalani hari-hariku bersama denganmu ... Mas Dimasku ...
Astagfirulloh ...
Apa yang kau lakukan Ly, jaga matamu, bisik jiwa baikku kini.
Dan mas Dimas masih terus mengigau memanggilku,
Kuraih bahunya kembali ...
"Mass ... bangun Mas ... "
Setelah beberapa saat akhirnya mas Dimasku membuka matanya.
Ia terhenyak mendapati aku dihadapannya,
"Ly-ra ...," lirihnya.
__ADS_1
"Mas mengigau tadi jadi aku membangunkan Mas," ujarku.
"Ohh, maaff ... "
"Kita tertidur dimobil, kenapa mas tidak membangunkanku setelah sampai di kossanku?" tanyaku.
"Mas bingung membangunkanmu tadi, bukankah Mas tidak boleh menyentuhmu, Hem?" ucapnya.
"Oh." lirihku smbil mengangguk.
"Baiklah, aku masuk kedalam ya Mas," ujarku kembali.
"Jaga dirimu selalu Lyra ... " lirih mas Dimas.
Akupun segera masuk ke kossan-ku setelahnya.
●●●●
🌻POV DIMAS
Kuraih ponsel di sakuku saat telah kupastikan Lyraku aman di kossannya.
Bayang Rendi masih menyelimutiku. Kehawatiran kalau-kalau ia akan mengganggu Lyra membuatku tak dapat bernafas lega.
Sepertinya aku harus menghubungi seseorang ...
Alhamdulillah, kontaknya masih ada di ponselku.
"Assalamu'alaikum dengan Bang Arman?" Sapaku.
"Wa'alaikum salam, iya nih gue. Ni siapa?" jawab Bang Arman.
"Saya Dimas Bang, putra Pak Arya, Anggoro Group," ujarku kembali.
"Oh, Mas Dimas, maaf ane kira siapa, ada apa Mas pagi-pagi gini nelpon ane?"
"Saya butuh bantuan Abang!" ujarku.
"Bantuan apa Mas?" ucapnya penasaran.
"Saya mau Abang mengikuti seseorang," tuturku.
"Siape Mas? Kenape tuh orang emang?"
"Ohh, okelah kirim aje alamat sama foto calon bini Mas, tar ane ikutin dah," ucapnya.
"Tolong kabari kemana dan siapa saja yang ia temui, juga pastikan tidak ada yang mengganggunya," tegasku.
"Siap Mas."
"Kirim nomer rekening, saya akan transfer bayaran Abang!" ujarku yang sangat hapal kalau Bang Arman orang yang senang menerima uang dimuka.
"Okelah Mas, inget aje kedemenan ane," ucapnya.
Segera ku transfer sejumlah nominal setelah ia menyebutkan nomer rekeningnya.
"Sudah saya transfer Bang. Saya mau Abang mengawasi calon istri saya mulai pagi ini. Calon istri saya bekerja. Awasi ia sebelum naik ke jemputan. Dan setelah turun dari jemputan. Okee!!" jelasku.
"Kecil itumah Mas. Oya siape nama calon bini Mas?"
"Lyra,"
"Siap Mas, Mbak Lyra ane pastiin aman dah," ujarnya.
"Saya butuh bukti bukan ucapan, kirimkan juga foto Lyra setiap hari," ucapku.
"Siap Mas."
"Assalamu'alaikum."
"Wa'alakum salam Mas."
Segera kututup pangggilan terhadap Bang Arman setelahnya.
Bang Arman adalah mantan preman di pasar, ia pernah menjambret ibu. Saat tertangkap dan nyaris masuk bui, ia memohon-mohon agar tidak ke bui, karena masih punya 4 anak yang masih kecil-kecil ujarnya. Iapun mengaku terpaksa menjambret saat itu, setelah ayah menyelidikinya. Ayah memberi kesempatan. Dengan keberanian dan postur tubuh besarnya, setelah kejadian itu Ayah sering mengajaknya saat tugas keluar kota untuk menjaganya. Beberapa kali ia juga pernah diminta Ayah menjaga kami keluarganya, saat ada pesaing bisnis ayah yang mengancam atas keluarganya.
Dan untuk saat ini kurasa aku membutuhkannya untuk menjaga Lyra, setidaknya sampai kami menikah.
●●●●
🌻PUKUL 07:00 》H-7
"Ly, hari ini kau taklim kah?" tanya mas Dimas di telfon saat ini.
__ADS_1
"Iya, seperti biasa di hari minggu aku taklim jam 9 nanti mas," ujarku
"Aku ada pertemuan jam 10 nanti kemungkinan sampai sore, ayah dan ibu masih diluar kota, Shifa ada acara, mbak Indah juga izin pulang ke Bandung, hari ini Mayra bersamamu ya!," ujar mas Dimas.
"Dengan senang hati Mas, ajak saja Mayra kesini. Sudah bangun Mayra?"
"Ini baru bangun." ujarnya.
"Kau bersiap saja, Mayra biar mandi di tempatku nanti," ucapku.
"Begitukah? okelah kalau begitu, terima kasih Sayang," ujar mas Dimas.
"Mass ... Oke aku masih mencuci, Mas kesini saja. Assalamu'alaikum,"
"Wa'alaikumsalam."
●●●●
🌻PUKUL 08:15
Setelah kegiatan mencuci selesai, aku langsung bersiap. Aku masih memilih gamis yang akan kukenakan hari ini.
Gamis Jeans model rempel susun kupilih saat ini, hijab hitam kupasangkan kini menutup auratku. Kurias tipis bagian tertentu wajahku. Akupun telah siap kini sambil kutunggu Mas Dimas datang, ku ambil AlQur'an kecilku. Beberapa ayat telah kulantunkan, hingga sebuat suara ...
Tok ... Tok ...
"Assalamualaikum Bunda," suara Mayra tampak terdengar kini, segera kubuka pintu yang membatasi kami.
"Wa'alaikum salam," balas salamku sambil kuberi senyum kepada 2 orang yang berdiri dimuka kamarku.
Segera kupeluk gadis mungil dihadapanku, iapun seperti biasa menghujaniku dengan ciumannya.
"Bunda Cantik," celotehnya.
"Mayra lebih cantik," ujarku.
"Sudah Sayang, bedak Bunda luntur tuh," ucap mas Dimas menggodaku.
"Ayo masuk!!, kok sudah mandi sih, kirain mau mandi di tempat bunda," ujarku.
"Sudah mandi dengan Ayah," tuturnya.
"Kau tidak repot Mas?"
"Sudah biasa." ujarnya.
"Mas bawa apa?" kulihat bungkusan di tangan mas Dimas.
"Kami bawa sarapan, kau belum sarapan kan?"
"Sudah minum teh tadi."
"Bagaimana tubuh Bunda mau gemuk kalau sarapannya hanya minum teh," ujar mas Dimas menggeleng-geleng.
Kamipun segera memakan bubur ayam yang di bawa mas Dimas. Dan kini bubur ayam tampak telah habis di hadapan kami masing-masing.
"Bunda, Mayla mau pakai ini juga ( Menyentuh jilbab Lyra ), Mayla kan mau ngaji ikut Bunda," celotehnya.
"Ohh, pintarnya. Sebentar Bunda cari jilbab yang agak kecil yaa ... "
Tampak Mas Dimas sibuk dengan ponsel di tangannya sambil sesekali melirik kami.
Akupun memakaikan hijab ke kepala Mayra..
"Cantik sekali Sayang," ujarku.
"Ayahh, apa aku sudah milip Bunda," celoteh Mayra kembali.
"Cantik sekali putri ayah ... sudah mirip, Cantik seperti Bunda," puji mas Dimas.
"Sudah siap? Ayo ayah antar kalian?"
"Yeaa, kita belangkat... "
Dan Mas Dimas mengantarku ke kajian saat ini ...
●●●●
🌻Ada yang kangen dengan Firgie?? Setelah Bab ini Firgie mau thor keluarin😻😻
🌻Happy reading❤❤
__ADS_1
🌻Jangan lupa komen yaa😊😊