Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah

Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah
Orange juice


__ADS_3

Lanjuutt yaa👋☺..


●Jangan lupa like, komen, vote dan rate untuk karya Thor ini yaa, happy reading❤❤


🌷🌷🌷


🌻Pukul 19:00


Sebuah tunik panjang full kancing berpadu dengan rok satin kugunakan kini, kurapihkan hijabku di cermin dan kurias tipis bagian tertentu wajahku setelahnya.


Dan disana sepasang mata terus menatapku tajam penuh makna dan kekhawatiran ...


"Apa kau yakin akan melakukannya?"


"Kami sudah membuat janji untuk bertemu, tentunya dengan izinmu. Betul-kan Mas?"


Tiba-tiba sepasang tangan memeluk erat tubuhku dari belakang, "Mas takut akan terjadi hal buruk padamu Sayang."


Akupun berdiri dan berbalik mengahadap suamiku kini, "Kau akan menjagaku kan Mas?" ujarku.


Mas Dimaspun mengangguk mengiyakan, tangannya kembali mengunci tubuhku. "Mas akan selalu menjaga Lyra. Ingat pesan Mas!! Jangan minum apapun yang ia berikan, jangan mau jika ia mengajakmu pergi bersamanya dan ponselmu harus selalu aktif agar mas selalu bisa melacak posisimu," bisik lirih mas Dimas di telingaku.


"Oya, segera tekan recorder di tasmu jika ia mulai bicara tentang kejadian pembakaran itu," bisik mas Dimas kembali.


Akupun mengangguk sambil terus kutelusuri wajah suamiku dengan kedua mataku setelah ia melepaskan pelukannya.


Mas Dimas seketika meraup bibirku dan akupun menyambutnya.


"Mas sayang Lyra," ucap mas Dimas setelah melakukan penyatuan bibir kami sesaat sebelumnya.


"Iya, aku tau Mas ... " jawabku sambil kupoles kembali pewarna di bibirku setelah tadi mas Dimas menghilangkan warnanya.


●●●●


🌻20 menit berlalu sampai akhirnya aku menemukan lokasi Cafe yang diberikan Rendi padaku. Cafe yang berada di lantai 3 Mall ternama di Bandung adalah tempatku kini berada. Aku masuk ke cafe tersebut dan pelayan langsung mengarahkanku pada meja yang telah dipesan Pak Rendi menurut sang pelayan.


Kulihat disana Mas Dimas masuk dengan topi dikepalanya, ia duduk tepat dihadapanku kini, terpaut 2 meja dihadapanku lebih tepatnya.


Ia mengambil koran yang dibawanya dan berpura sedang membacanya kini, tak lupa lubang kecil dibuatnya di koran agar bisa memantau gerakku.


2 Menit berlalu, Rendi terlihat memasuki Cafe dan dengan cepat ia mampu menangkap bayangku. Iapun berjalan kearahku saat ini. Aku yang sebetulnya panik, berusaha mengontrol nafasku untuk kembali menormalkan kerja jantungku.


Dan ia berdiri di sebrang meja dihadapanku.

__ADS_1


"Haii Lyraa," sapanya sebelum akhirnya ia mendudukkan tubuhnya di kursi.


"Hahh, mimpi apa aku semalam bidadari yang selalu kurindukan ada dihadapanku saat ini. Mimpikah aku?" ia terus berujar sambil terus menatap setiap inci wajahku.


"Ada apa Sayang kenapa kau tiba-tiba ingin bertemu denganku? Bandung akan menjadi kota bersejarah untuk kita sepertinya," ia kembali bergurau tak menentu.


"Terima kasih kau mau menerima ajakanku Ren, sejujurnya aku bosan di Bandung ini. Mas Dimas terus sibuk dengan bisnisnya dan aku butuh hiburan, tak melulu mengurus putrinya yang selalu merepotkanku."


"Kau baru sadar rupanya, begitulah Dimas. Ia pria bodoh yang membosankan, hari-harinya hanya ia fokuskan untuk bekerja. Darimana kau tau aku sedang di Bandung, Sayang?"


"Ohh, kau tak tau rupanya kalau aku diam-diam selalu memantau ig mu, dan kulihat di storymu kau sedang di Bandung. Dan sembunyi-sembunyi aku akhirnya mendapatkan kontakmu dari ponsel mas Dimas," ujarku terus berpura senormal mungkin agar Rendi tak curiga.


"Kau licik juga rupanya, dan aku sangat menyukainya. Kau sudah pesan minuman Sayang?"


"Belum."


Tak lama Rendi memanggil pelayan dan memesan 2 orange juice untuk kami.


"Kau sudah berapa lama di Bandung Ren?" ujarku memulai aksi tanyaku.


"3/4 hari yang lalu, sesaat sebelum kau tiba yang pasti," ujarnya.


"Wahhh kau tau pula aku akan ke Bandung kah?"


Dan aku sangat takut mendengar penuturan Rendi barusan.


"Ohh, Oya ... Kau tau Ren. Aku akan jujur padamu, sebetulnya aku senang dengan kebakaran yang dialami mas Dimas."


"Kenapa kau senang?"


"Mungkin itu balasan untuknya yang selalu perhitungan dan tak pernah menuruti keinginanku. Aku dibuatnya selalu gigit jari tatkala melihat barang yang kusukai," ujarku.


Ampuni aku ya Robb, aku terpaksa harus menjelek-jelekkan suamiku sendiri, batinku.


"Apa yang kau inginkan katakanlah? Aku bukan Dimas. Dan aku akan memberi apapun yang kau inginkan." ujar Rendi hingga kemudian seorang pelayan kini datang menghampiri meja kami dengan nampan berisi minuman berwarna orange.


"Yakin kau akan memberi apapun yang kuingin?"


"Tentu Lyra, apapun yang kau pinta akan menjadi titah untukku," ujarnya.


"Kau tau Ren, beberapa orang di sekeliling mas Dimas mengatakan kebakaran yang terjadi tak murni kecelakaan. Andai itu benar, aku pasti akan berterima kasih pada sosok yang melakukannya. Karna sepekan aku menjadi istriya, aku mulai membencinya. Ia tak bisa memuaskan hasratku, pekerjaan selalu nomer 1 untuk nya."


Ampuni aku ya Robb, smua kulakukan untuk membantu suamiku, gejolak batinku.

__ADS_1


"Ha Haa... Ternyata Dimas tak berubah. Dulu Frista juga kerap datang dan mabuk di cafe setiap malam. Dimas ... Dimas ...."


"Kau mengenal mbak Friss juga kah?" aku yang awalnya ingin mengetahui masalah kebakaran, kaget menemukan fakta baru bahwa Rendi dan Mbak Friss saling mengenal ternyata.


"Aku mengenal dan menyukai semua yang Dimas miliki, berbeda dengan kau yang sudah kusukai sebelum ku tau Dimas adalah calon suamimu kala itu." K**ata-kata apa ini, Rendi sempat menyukai Mbak Friss juga kah??


"Kau bisa bantu aku Ren!!!"


"Apapun selama aku bisa."


"Aku ingin tau siapa yang membakar Kafe mas Dimas, aku sangat ingin berterima kasih padanya."


"Apa yang kudapat jika kuberitahu tentang kebakaran itu?"


"Apapun yang kau ingin."


Kulihat Rendi menengok kekanan dan kiri saat ini. Iapun tampak memegang ponsel di tangannya.


Tak beselang lama mas Dimas kuperhatikan berdiri dan menepi. Hendak kemana mas Dimas?


"Ayo kita minum dulu Lyra," seperti biasa Rendi menatapku tajam.


"Kenapa? Kau takut aku mencampur sesuatu diminumanmu kah? Jelas kau lihat pelayan yang membawa minuman itu bukan. Ayo minumlah!!"


U**capan Rendi benar, pelayan yang memberinya tadi, jadi tak mungkin ada hal lain didalamnya. Hanya sebuah jus orange, tentunya tak apa ...


"Untuk apa aku takut," ujarku.


Akupun meminum minumanku kini diikuti Rendi yang juga meminum minumannya.


"Kau sungguh ingin tau kejadian kebakaran di ruko Dimaskah, Sayang."


"Iya Ren."


"Kau dengarkan aku Lyra, aku yang membakar Ruko Dimas, kau senang bukan telah mengetahuinya?"


Ternyata benar dugaan Mas Dimas, Rendilah pelakunya. Dan aku sudah merekam kata-kata Rendi. Aku berhasil Mas ... Mas kau dimana?? Kenapa kau tak jua tampak?? Dan Ahhh ... Mengapa kepalaku terasa berat ...


"Ren, lepaskan aku!! Lepas!! Kau akan membawaku kemana?" mengapa tubuhku sekaan tanpa daya, dimana mas Dimas?? Tolong aku Mas ...


🌷🌷🌷


🌻Happy Reading❤❤

__ADS_1


__ADS_2