Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah

Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah
Prasangka Ibu


__ADS_3

●Lanjuutt yaa👋☺..


●Jangan lupa like, komen, vote dan rate untuk karya Thor ini yaa, happy reading❤❤


🌷🌷🌷


🌻Tak berselang lama sebuah motor berhenti di pekarangan rumahku, seorang pria dan wanita tampak turun dan berjalan mendekat ke rumahku, sang wanita tampak menggendong anak laki-laki berusia 1 tahun di tangannya ...


🏡🏡🏡


"Assalamu'alaikumm," ucapan salam tampak terdengar dan membuat kami yang berada di dalam rumah seketika menengok melihat arah datangnya suara.


"Wa'alaikum salam," jawab kami yang mendengar salam tersebut secara bersamaan.


Kami seketika melihat rupa sang pemilik suara,


"Oalah Susi ... piye kabarmu nduk (apa kabarmu Nak), ayo masuk!!" ( Ibu dan Bapak Lyra ngomongnya suka campur-campur jawa karena memang orang jawa tapi udah lama di Jakarta ).


"Mbak Susi ... " panggilku kepada sosok yang pernah kuikuti saat pertama menginjakkan kaki di Bekasi. Kuanggukan pula kepalaku kepada Mas Bayu yang berdiri di belakang Mbak Susi saat ini.


"Sayang, sebentar ya Nak," ucapku pada Mayra yang masih duduk di pangkuanku, Mayra seketika mengangguk dan berpindah kepangkuan Mas Dimas, ayahnya.


Akupun segera berdiri menghampiri dan memeluk Mbak Susi karena memang sudah lama tidak bertemu dengannya.


"Haiii, adik Sulthon, hmm gantengnya, sini ikut tante Lyra," ujarku segera menggendong baby Sulthon di tanganku.


"Ajak masuk mbak Susi dan Mas Bayu, Lyra," ujar Ibu yang duduk disisi Bapak tampak memperhatikan kami sejak tadi.


"Lagi ada acara ya Bulek (bulek\=adik dari orang tua kita;tante dalam bahasa jawa)?" tanya mbak Susi melihat rumahku tampak ramai saat ini.


Mbak Susi segera menyapa 1 persatu tamu di rumahku, iya segera bersalaman dengan Kak Fida dengan posisi yang terdekat darinya, pandangannya kemudian diarahkan ke sofa, terdapat 2 pria disana, mbak Susipun segera melipat kedua tangannya sebagai ungkapan salamnya kepada kedua pria tersebut.


Ia terhenyak saat menatap lebih seksama, ia merasa mengenal laki-laki dengan kemeja kotak-kotak yang sedang duduk di sofa saat ini.


"Pak Dimas ya?" tanya mbak Susi ragu-ragu apakah benar atau tidak sosok yang dimaksudnya.


"Mba-k Susi," sapa Dimas balik, tampak ia terkaget pula melihat sosok yang sudah lama tak dilihatnya. Ya, pertama dan terakhir mas Dimas bertemu Mbak Susi dalam ingatan mas Dimas adalah saat di kontrakan Lyra 7 tahun silam. Kebalikannya dengan mbak Susi, ia sangat familiar dengan wajah mas Dimas yang saat itu adalah seorang Engineering. Sosok atasan yang sering wara wiri di line produksi dan baru diketahui mbak Susi pada malam itu ternyata ia adalah kekasih Lyra, sepupunya.


Mas Dimaspun tak lupa menganggukkan kepala pula terhadap Mas Bayu.

__ADS_1


"Lho kamu kenal dengan Nak Dimas Sus?" ibupun kaget ternyata Susi mengenal Dimas.


"Kenal lah Bulek, Pak Dimaskan atasan Susi waktu bekerja dulu di PT. XX," ujar mbak Susi sambil mencium tangan Bapak dan Ibu, diikuti pula Mas Bayu di belakang Mbak Susi yang melakukan hal yang sama.


"Sus, gimana kabarmu? ayo Bulek mau bicara didalam," ibu mengajak Mbak Susi ke kamarnya saat ini.


Mas Bayu kemudian duduk di sofa, Bapak tampak melanjutkan obrolannya pada Mas Dimas, mereka membicarakan pekerjaan dan tentang kehidupan sambil menunggu ibu yang masih di kamar bersama Mbak Susi.


Dan kak Fida tampak bermain-main dengan Irsya dan Mayra diluar.


Akupun segera ke dapur hendak membuat minuman untuk Mbak Susi dan Mas Bayu setelah sebelumnya memberikan Baby Sulthon kepada Mas Bayu, ayahnya.


🌻IBU DAN MBAK SUSI DI KAMAR


"Ada apa Bulek?" tampak mbak Susi heran dengan prilaku buleknya, kalau di bilang mau menanyakan kabar karena lama tak bertemu, sejujurnya 2 hari yang lalu mbak Susipun baru dari sini, jadi terlihat hanya alasan Buleknya saja.


"Sus, kau mengenal Nak Dimas? Orangnya seperti apa?" tanya ibu seketika.


"Pak Dimas baik kok Bulek, memang ada apa ya?" mbak susi masih tampak heran.


"Kau tau hari ini dia kesini mau minta restu Bapak dan Ibu untuk menikah dengan Lyra, Bulek juga lihat sih orangnya sepertinya baik tapi duda Sus, Bulek takut dia tipe orang yang sebenarnya suka mempermainkan wanita, alesan aja bilang mantan istrinya yang selingkuh padahal sebetulnya dia yang suka main perempuan, apalagi kayaknya dia punya uang banyak tuh Sus," gumam ibu mengeluarkan prasangkanya pada mbak Susi.


"Pak Dimas bukan orang seperti itu Bulek. Dia bukan orang yang suka main perempuan, malah dia agak kaku dan pendiam sama perempuan," tutur mbak Susi.


"Oh, jadi Pak Dimas sudah punya anak sekarang," ucap Mbak Susi.


"Iya ada. Itu anak yang tadi dipangku Lyra itu lho Sus, yang perempuan. Anaknya kayaknya sayang banget sama Lyra udah manggil Bunda juga," tutur ibu kembali.


"Bulek, sebenernya Pak Dimas itu kekasih Lyra 7 tahun lalu. Mereka memang dulu saling mencintai, tapi sayang ternyata Pak Dimas sudah dijodohkan oleh keluarganya. Jadi Lyra dan Pak Dimas akhirnya berpisah. Dan Bulek tau! sudah berpisahpun Pak Dimas masih suka memperhatikan Lyra dikejauhan. Pokoknya bener-bener deh cintanya Pak Dimas sama Lyra. Jadi menurut Susi, Bulek jangan berfikir nengatif sama Pak Dimas," ucap Mbak Susi.


"Astagfirulloh begitu to ternyata, baiklah Bulek yakin sekarang. Duhh jadi gak enak ini Bulek ke Nak Dimas, mana tadi Bulek ketusin itu anak," tampak penyesalan di wajah ibu.


Mbak Susi tampak tersenyum.


"Yaudah, ayo kita keluar Sus. Kasihan temennya Lyra jauh-jauh kita anggurin," ujar ibu tersadar.


🏡🏡🏡


Ibu langsung duduk disisi Bapak lagi setelah keluar dari kamar.

__ADS_1


Kak Fida sudah tampak duduk kembali sambil memangku Irsya, dan akupun duduk memangku Mayra yang sedang asik memakan kue Sus di tangannya.


Mas Dimas yang melihat kehadiran ibu kembali, tak menunggu lama langsung memastikan tanyanya.


"Maaf Bapak, Ibu, jadi apakah Dimas diberi izin untuk mempersunting Lyra?" serius Mas Dimas kembali.


"Jujur Nak Dimas, kalau Bapak pribadi sejak awal tidak terlalu mempermasalahkan status Nak Dimas, lha memang kalau difikir siapa sih yang mau berpisah kalau bukan karena sesuatu yang fatal, benarkan Nak Dimas?"


"Iya Pak," tegas mas Dimas.


Bapakpun kembali melanjutkan bicaranya,


"Buat Bapak yang penting Lyranya cocok, Nak Dimasnya benar-benar tulus mencintai Lyra itu sudah cukup. Tapi kekhawatiran ibuk juga gak salah, wong namanya mau nikahin anak apalagi sama yang sudah pernah gagal sebelumnya. Intinya gak mau suatu saat anaknya sedih dan diperlakukan gak baik. iya to Buk?" tanya Bapak kepada Ibu.


"Betul Pak," jawab ibu.


"Bapak sih setuju, ibu bagaimana?" ujar Bapak mempertanyakan pendapat ibu.


"Sebelum ibu jawab, ibu mau tanya sama Lyra, "Apa kamu bener-bener Nok yakin sama Nak Dimas?"" ibu tampak serius saat ini.


Aku menatap Mas Dimas sesaat, matanya. penuh pengharapan saat ini, dan akupun segera menjawab.


"In syaa Alloh Lyra yakin Buk."


"Yasudah, ibu bisa bicara apa ... Lyranya saja sudah yakin, ibu juga merestui kalian," ujar Ibu berbinar, tampak ia juga senang dengan keputusan yang diyakininya akan membahagiakan putrinya tersebut.


Seketika seluruh orang yang ada di ruangan tersebut berujar syukur bersamaan, "Alhamdulillahh ..."


Tampak wajah-wajah yang sejak tadi terlihat kaku dan penuh keseriusan seketika telah berubah menjadi rona-rona bahagia terpancar kini.


Dan mas Dimas disana, tampak terus tersenyum menatapku dikejauhan. Yang kemudian di senggol oleh Fahmi sahabatnya, mengingatkan untuk menjaga matanya. Heee, iya Fah, menatap sedikit saja kok, batin mas Dimas.


"Lyra, kuah sotonya diangetin dulu Nok kita makan bersama setelah ini," tampak ibu penuh semangat dan menggiringku kedapur untuk membantunya, dan Kak Fidapun spontan mengikuti kedapur hendak membantu juga.


"Kau duduk saja Kak, jangan terlalu letih," ujarku menahan tubuhnya yang hendak ikut membantu.


Kak Fidapun menurut dan kembali keruang tamu kembali.


🌷🌷🌷

__ADS_1


🌻Happy reading❤❤


🌻Jangan lupa komennya yaa😊😊


__ADS_2