
Lanjuutt yaa👋☺..
●Jangan lupa like, komen, vote dan rate untuk karya Thor ini yaa, happy reading❤❤
🌷🌷🌷
"Buka mulutmu Mas..!!! Karna kau tak boleh makan berat terlalu banyak, makanlah buah ini ...." Kuhampiri mas Dimasku yang selalu sibuk dengan laptopnya walau kini jam sudah menunjukkan Pukul 22:10.
"Jangan seperti ini, Mas jadi seperti orang sakit," ujarnya seraya menutup laptop dihadapannya.
"Sini ... Mas yang akan menyuapi Diyara dan Dirga, buka mulutmu Sayang. A ...."
"Mas, buah ini untukmu. Aku sudah memakannya di dapur tadi. Mas yang buka mulut ayoo..!!! A ...,"
"Oke, kita akan makan bergantian. Kau dulu makan, A ...," dan sepotong apel sudah menjadi camilan baby twinsku saat ini.
"Sekarang Mas, A ...." dan masuklah potongan buah naga kemulut mas Dimasku.
"Mas jadi heran dan baru sadar ternyata buah naga begitu manis makan dari tanganmu."
"Ishh, buah naga memang manis Mass," lirihku sambil terus mengunyah potongan buah naga yang baru saja dimasukkan ke mulutku.
"A ... Mass..!!! sekarang buah kiwi, hijau cantik," ujarku.
"Semua hal kalah cantik jika bersanding denganmu Sayang," aku mengerucutkan bibirku kini. Bisa-bisanya menggombal dalam keadaan mulut mengunyah seperti itu.
"Buah naga untuk Diyara dan Dirga kesayangan Ayah, saling berbagi di dalam sana yaa..!!!" mas Dimas tampak bersemangat sekali menyuapiku. Dengan tangan kiri terus membelai buah hati kami yang menurut perkiraan 3 hari lagi akan melihat kehidupan yang sessungguhnya.
"Ini terakhir untukmu Mas," dan potongan kiwi telah masuk kini ke perutnya.
"Hanya makan buah, kenapa begitu kenyang," lirihku.
"Iya, mas juga kenyang. Bagaimana tidak. 1 mangkuk full tadi kau menghidangkannya."
"Iya sihh," senyumku saat ini setelah meminum air putih yang tak dihabiskan mas Dimas.
"Yuk gosok gigi dan tidur setelahnya," akupun mengangguk mendengar ucapan mas Dimas.
•
•
•
"Mas tidak sabar rasanya ingin menggendong baby twins kita, menatap wajahnya, merasakan halus kulitnya ... sungguh keajaiban penciptaan Alloh."
Akupun mengangguk sambil menyesap harum tubuh mas Dimas yang terus merangkulku.
"Kira-kira mirip siapa ya mereka?" ujar mas Dimas kembali.
"Mirip kita dong Mas," lirihku meraih tangan mas Dimas yang lagi-lagi kurasakan berkeringat.
Mas Dimaspun mengangguk.
"Lyra tidak takut melahirkan normal? apa tidak caesar saja agar baby twins bisa langsung keluar tanpa Lyra merasakan mulas."
"Aku akan menikmati proses yang semua ibu merasakannya Mas. Kalau kata ibu, rasa sakit akan hilang setelah baby keluar. Beda halnya dengan caesar, awalnya tidak sakit karena pengaruh obat bius. Tapi setelahnya gerak kita akan terbatas karena sayatan yang belum mengering. Dan aku ingin bisa merawat kedua bayiku tanpa terbatas gerakku."
"Terima kasih Sayang," sebuah kecupan didaratkan kini di keningku.
"Aku yang berterima kasih karena Mas selalu ada disisiku." Aku semakin mengeratkan pelukakanku, merasakan kehangatan tubuh kekar yang selalu menjagaku.
"Sayang ...."
"Hmmm ...."
"Apa masih bisa mas menengok baby twins kita," bisik mas Dimas.
"Mas ingin??"
__ADS_1
Kurasakan anggukan disisi pelipisku.
"Bisa," jawabku seraya kutatap wajah suamiku yang tampak merona terpancar di wajahnya.
"Ahh, Sayanggg ...."
•
•
•
Dan tubuh kekarnya telah disisiku saat ini, setelah ucapan do'a yang di lafazkannya. Rasa cinta dan terima kasih seperti biasa terus terucap dari bibirnya. Ia membasuh bibirku yang tampak basah sisa perbuatan nakalnya. 2 tanda tampak pula didadaku saat ini. Hingga akhirnya kami tertidur dengan dekapan hangat yang menyertai.
●●●●
Dan kami di balkon saat ini, setelah berkeliling komplek kami lakukan. Mas Dimas tampak bersemangat memijat kakiku seraya sesekali menyeruput teh hangat yang kemudian diberikannya padaku untuk meminumnya juga.
Dan, ahhh ...
"Ada apa Sayang?"
"Perutku sakit Mas,"
"Sangat sakit?"
Akupun mengangguk.
"Sebentar, Mas panggil Bik Lasmi."
"Ibu sudah mulai terasa mulas?" tanya bik Lasmi yang sudah berada di sisiku.
"Iya Bik. Ahh mas ... sakit, panas pinggang Lyra Mas." Mas Dimas seketika mengusap pinggangku dengan minyak penghangat.
"Sepertinya ini tanda ibu sudah mau melahirkan Pak."
"Benarkah? Ada apa Sayang?" ujar Mas Dimas menatapku yang beberapa saat kemudian terlihat terdiam.
"Bibik tolong temani Lyra sebentar yaa?!!!"
"Mas mau kemana?"
"Menelepon Ibu."
●●
"Assalamu'alaikum Bu."
"Wa'alaikum salam, ada apa Dimas tumben pagi-pagi telfon?"
"Lyra mulai mulas Bu, apa yang harus Dimas lakukan?"
"Kamu ini kayak baru pertama mau jadi ayah aja, kamu jangan panik dongg!!."
"Mayra dulu kan caesar Bu, gak ada mulas kayak Lyra sekarang."
"Ya sudah, berikan telfonnya pada Lyra!!."
"Sayang, ibu mau bicara ...," dan ponsel sudah dalam genggamanku saat ini.
"Loud speaker Sayang," ujar mas Dimas dan akupun mengangguk.
"Ibuuu,"
"Iya, coba ceritakan apa yang Lyra rasakan Sayang,"
"Lyra mulas tapi beberapa saat kemudian mulasnya hilang Bu, ahhh, perut Lyra mulas lagi sekarang Bu ...."
"Itu berarti bayimu sedang mencari jalan Sayang. Kontraksi bahasa kedokterannya."
__ADS_1
"Lyra sudah mau melahirkan kah Bu?" tanya mas Dimas.
"Iya, Lyra dengar ibu, saat mulas sedang terasa atur nafasmu untuk meredakan sakit. Ikuti Ibu, tarik nafas dari hidung kemudian perlahan keluarkan melalui mulut ... terus lakukan seperti itu saat mulas datang dan tetap tenang, jangan panik.!! Dan Dimas ...."
"Iya Bu,"
"Lyra sudah siapkan tas berisi perlengkapan bayi kalian bukan?"
"Sudah Sayang?" tanya mas Dimas kearahku.
"Sudah, di lemari paling bawah Mas, tas biru."
"Iya sudah Bu."
"Kau ambil tas itu, dan bersiaplah kalian ke rumah sakit. Pastikan dokter yang biasa memeriksa Lyra yang menanganinya. Karna ia yang tau perkembangan bayi kalian selama ini. Ibu dan ayah akan segera kesana, segera kabari ibu di rumah sakit mana kalian berada nanti."
"Oke siap Bu.."
"Bik, tolong suruh Mang Diman menyiapkan mobil..!!!"
"Iya Pak," jawab Bik Lasmi dan segera berlalu setelahnya.
"Mass ... sakit,"
"Sabar Sayang!! Tarik nafas seperti yang diajarkan Ibu.. Ohh Baby twins Ayah, Baru semalam di tengok sepertinya kalian sudah tak sabar bertemu Ayah Nak," ucap mas Dimas seraya menyapu perutku yang tampak mengeras dengan bentuk kekanan dan kiri tak beraturan.
"Mass ...."
"Iya, iyaa ... kita bersiap kerumah sakit sekarang yaa..!!!"
"Mass, aku ingin ke kamar ganti pakaian,"
"Apakah mulasnya hilang lagi?" dan akupun mengangguk.
•
•
"Selamat pagi dengan Dr. Catrina?"
"Iya saya sendiri."
"Dok, saya suami pasien dokter, sepertinya Istri saya akan segera melahirkan Dok."
"Maaf siapa nama istri Bapak?"
"Lyra Dok. Lyra Fariska."
"Yang baby-nya kembar kah?"
"Betul Dok."
"Baik saya akan ke Rumah Sakit, nanti langsung ke UGD saja. Saya akan tunggu disana."
"Baik Dok."
•
•
"Sudah siap Sayang?"
"Sudah Mas. Mass ... sakit,"
"Iya. Kita kerumah sakit sekarang yaa.!!!"
Dan akupun mengangguk ...
🌷🌷🌷
__ADS_1
🌻Nanti dilanjut ya😊
🌻Happy reading❤❤