Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah

Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah
Penciptaan Manusia


__ADS_3

Lanjut yaa❤❤


🌷🌷🌷


Pukul 08:40


Angkot yang kunaiki telah meminggirkan posisinya. Aku dan Mbak Alika seketika turun.


Masjid Jami Al Muttaqien ada dihadapan kami saat ini, masjid besar berdominasi warna hijau itu terliat bersih dan asri. Dengan gaya arsitektur yang modern, masjid itu tampak terciri dibanding masjid lain disekitarnya.


Pelataran masjid telah dipenuhi ratusan motor yang berjejer rapi di sebelah kanan, dan bagian sisi kiri diperuntukkan bagi jamaah yang membawa mobil.


Terdengar sayup sang moderator sedang membuka acara didalam. Aku dan Mbak Alika segera mempercepat langkah kami, kamipun segera mengambil tempat di bagian kosong jamaah wanita/akhwat. Tampak para wanita disekitarku rata-rata menggunakan rok/gamis, dan lagi-lagi hanya aku yang menggunakan celana saat ini. Ya, mereka telah berusaha menjalankan perintah berpakaian wanita dengan baik, terselip malu dihatiku saat ini.


Acara pembukaan selesai lantunan ayat sedang dibacakan saat ini, hatiku bergetar mendengarnya. Dalam hatiku berbisik "andai Firgie juga hadir di kajian ini, kami akan mendengar ilmu bersama."


Tentunya pasti ia mau, tapi ia akan mengajakku datang bersamanya. Dan aku akan malu datang bersama laki-laki yang belum muhrim.


Lantunan ayat telah selesai, moderator kini memanggil Ustad Yusuf Al Baihaki untuk maju keatas panggung. Sang Ustad pun mulai berbicara saat ini, lantunan syukur dan sholawatpun di panjatkan. Hingga sampai kami di acara materi inti dengan tema "Tujuan Penciptaan Manusia."


Para hadirin sesungguhnya segala sesuatu yang Allah ciptakan, baik di langit maupun di bumi pasti ada tujuan dan hikmahnya. Tidaklah semata mata karena hanya suka-suka saja. Bahkan seekor nyamuk pun tidaklah diciptakan sia-sia. Allah Ta’ala berfirman,


أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثاً وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ


“Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?” (QS. Al Mukminun:115).


Tulisan singkat ini membahas 2 tujuan utama penciptaan manusia :


Pertama : Mengilmui Tentang Allah


Allah Ta’ala berfirman


اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ وَمِنَ الأرْضِ مِثْلَهُنَّ يَتَنَزَّلُ الأمْرُ بَيْنَهُنَّ لِتَعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ وَأَنَّ اللَّهَ قَدْ أَحَاطَ بِكُلِّ شَيْءٍ عِلْمًا


“Allah lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Ilmu Allah benar-benar meliputi segala sesuatu.” (QS. Ath Thalaq: 12).


Allah menceritakan bahwa penciptaan langit dan bumi, agar manusia mengetahui tentang ke Maha Kuasaan Allah Ta’ala, bahwa Allah lah pemilik jagad raya ini dengan ilmu Allah yang sempurna. Tidak ada satu pun yang terluput dari ilmu dan pengawasan Allah, karena ilmu Allah meliputi segala sesuatu.


Point kedua penciptaan manusia adalah : Untuk Beribadah Kepada Allah Semata


Allah Ta’ala berfirman

__ADS_1


وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ


“Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka menyembah-Ku”. (QS. Adz Dzariyat: 56).


Ayat di atas jelas menyebutkan tujuan diciptakan manusia adalah untuk beribadah, hanya menyembah Allah semata. Ayat ini mengisyaratkan pentingnya tauhid, karena tauhid adalah bentuk ibadah yang paling agung, mengesakan Allah dalam ibadah.


Ayat ini juga mengisyaratkan pentingnya beramal, setelah tujuan pertama manusia diciptakan adalah agar berilmu. Maka buah dari ilmu adalah beramal. Tidaklah ilmu dicari dan dipelajari kecuali untuk diamalkan. Sebagaimana pohon, tidaklah ditanam kecuali untuk mendapatkan buahnya. Karena ilmu adalah buah dari amal.


Hadirin sekalian seorang muslim seharusnya benar-benar menyadari betapa dunia hanya negeri yang penuh dengan fatamorgana. Dunia bukanlah tempat bersenang-senang dan beristirahat. Dunia merupakan kampung mencari bekal. Sebaliknya, akhiratlah tempat memetik buah amal. Jika perbuatan yang diusahakan di dunia baik, tentu balasan di akhirat pun akan baik, dan demikian pula sebaliknya.


Dunia laksana fatamorgana. Sepertinya megah, namun pada hakekatnya lemah.


Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,


وَمَا هَٰذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَهْوٌ وَلَعِبٌ ۚ وَإِنَّ الدَّارَ الْآخِرَةَ لَهِيَ الْحَيَوَانُ ۚ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ


“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.” (QS Al-‘Ankabut: 64).


Maka manakah yang akan kita pilih di antara keduanya? Akhirat yang telah disiapkan azab dan siksa yang pedih bagi orang-orang yang lebih mementingkan dunia daripada akhirat, ataukah ampunan dan keridhaan dari Allah ‘Azza wa Jalla bagi orang-orang yang lebih mementingkan akhirat daripada dunia? Maka janganlah kita tertipu wahai saudara saudariku..


Imam Muslim meriwayatkan dari hadits Al-Mustaurid bin Syaddad,


Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, “Dunia dibandingkan akhirat hanya seperti salah seorang di antara kalian yang memasukkan jari tangannya ke dalam lautan. Perhatikanlah apa yang dibawa oleh jari itu?!”


Moderatorpun menutup kajian siang tersebut.


Waktu menunjukkan pukul 11:05 saat ini.


"Mbak langsung pulang ya Ly, do'akan In Shaa Alloh ikhwan yang akan berta'aruf dengan Mbak nanti sore akan silaturahmi ke rumah," ujar Mbak Alika.


"Ma syaa Alloh, Lyra ikut seneng Mbak. Smoga pertemuan nanti lancar ya Mbak," ucapku.


"Makasih Lyra.."


Dan kamipun berpisah disana.


Aku segera naik angkot 13A saat ini.


Fikiranku terus mencerna ucapan Ustad Yusuf di masjid tadi yang menyatakan "Dunia hanya Fatamorana dan tujuan kita tak lain di dunia adalah mencari bekal untuk akhirat, bahwa setiap keindahannya adalah ujian." segalanya masih agak samar untukku. Nanti aku harus menanyakannya pada Mbak Alika, batinku.


Diperjalanan tiba-tiba terlintas di otakku untuk mampir ke Mall XX, ada yang ingin kubeli disana. Akupun segera turun ketika angkot telah memberhentikan lajunya di tempat yang ingin kutuju.

__ADS_1


Kuputari area Mall tampak terlihat barang yang aku cari di sudut sana, di toko itu.. Rok..


Yaa, aku ingin membeli rok saat ini, memperbaiki sedikit penampilanku. Dan aku membeli beberapa rok di toko itu, kupilih 2 motif kotak-kotak dan 2 motif polkadot..


🌷🌷


Sholat Zuhur telah selesai kutunaikan saat ini di Mushola Mall XX.


Kucek beberapa pesan masuk dalam ponselku. Sekaligus aku ingin mengabarkan Firgie bahwa kajianku telah selesai. Jangan sampai Firgie marah seperti kemarin, batinku.


Sebelum kukirim pesan untuk Firgie, ternyata pesannya sudah masuk lebih dahulu di ponselku.


"Sudah selesai kajiannya?" tanya Firgie.


"Sudah, baru aku ingin mengabarimu," tulisku.


"Sedang dimana saat ini?" tanyanya lagi.


"Di Mushola Mall XX," jawabku.


"Ngapain di Mall?"


"Tadi ada barang yang aku ingin beli.." balasku.


"Sudah makan siang?" tanyanya lagi.


"Belum," ujarku.


"Tunggu di bakulan ketoprak, aku akan menjemput,"


"Ba-ik," tulisku..


Ahh Gie, sepertinya aku tak punya dunia lain selainmu. Kau selalu berada disekitarku...


🌷🌷🌷


❤Setelah Bab ini hijrah Lyra akan thor percepat ya karna thats just a novel.. hijrah di dunia nyata butuh tahapan dan proses tapi thor hawatir kalian lama-lama bosan😉..


❤Biar cepet ngelanjutin seperti yang ada di Bab 1 Novel ini...


❤Mohon maaf kalau ada yang kurang berkenan🙏

__ADS_1


#Happy reading😍😍


__ADS_2