
"Siapa lagi sekarang yang gak masuk?"Mbak Dewi terlihat mengerutkan dahinya, ia marah. Karena memang beberapa hari ini selalu ada saja yang tidak masuk kerja.
Memang tekanan Planning perhari selalu menghantui kami. Jika gak ada masalah. Oke saja, smua berjalan normal. Tapi jika ada part yang sulit terpasang, Jig atau alat bantu pekerjaan yang sedang rusak. Semua jadi terhambat.
Mbak Dewi terlihat mondar mandir berusaha menyelesaikan masalah ini. Jika ada yang tidak masuk, tentunya Mbak Dewi harus mencari orang pengganti untuk mengisi bagian yang kosong itu atau produk produk gak akan berjalan sampai ke tahap akhir pengepakan.
Mbak Dewi melihat kami bertiga aku, kak Fida dan Imas yang menjadi Inspector di line ini.
Sepertinya Mbak Dew sedang bingung memilih 1 dari kami untuk langsung mengganti stage/bagian yang kosong.
Jika produk terhambat tentunya kami bagian belakang jg banyak menganggur karna produk yang keluar melewati inspection kami tidak kontinue dan secepat seperti biasanya.
"Imas, kamu ikut Mbak ya!!"
Imas yang tersadar akan diminta menggantikan bagian yang kosong terkaget.
"Jangan aku Mbak, please!"
"Kamu ... Kenapa? Kalian tuh bertiga. Kalo bagian depan kosong gimana line mau menghasilkan produk. Mbak nyuruh kamu karna kamu lebih dewasa dan berpengalaman. Kamu pasti akan cepat belajar," terlihat Mbak Dew emosi mendengar penolakan dari Imas.
Imas 24 tahun, termasuk salah 1 karyawan panggilan seperti Kak Fida. Ia sudah pernah bekerja di Perusahaan ini sebelumnya jadi Mbak Dew banyak berharap padanya.
"Aku gak mau mbak, aku belum pernah pegang bagian itu, takut menbuat kesalahan mbak," Imas masih berkekeh pada keputusannya.
"Lyra aja tuh Mbak, baru lulus masih cling otaknya," ucap Imas yang membuat pengalihan perhatian Mbak Dewi ke aku.
"Kamu itu dusuruh malah nyuruh," geram tampak diwajah mbak Dewi saat ini.
"Ayo Lyra ikut Mbak ...."
Dan aku memang gak bisaan untuk menolak sesuatu. Kuikuti langkah Mbak Dewi di depanku. Dengan perasaan bingung, Pekerjaannya seperti apa ya?? susah gak ya? batinku
"Kamu memasang part ini. Pastikan sebelum di pasang partnya bersih dan no reject (tidak rusak, kodenya benar, terdapat hole/lubang di bagian ini). Pastikan pemasangan benar. Kemudian kamu screw ke 4 sisi ini (mamakai obeng listrik ya). Kemudian kamu pasang label disisi kiri ini menggunakan jig/alat bantu ini, harus pas tidak miring, dan warna label tidak buram. Pastikan tidak unposition (salah pemasangan)!" Mbak Dew dengan cekatan mencontohkan hal yang harus ku kerjakan.
Sepertinya sih mudah. Bismillah smoga bisa.
__ADS_1
Untuk pekerjaan bagian dalam (pemasangan part) memang tidak sesulit menjadi Inspector namun kecepatan yang sangat dituntut, menjaga agar meja bagian berikutnya tidak kosong, hingga produk cepat sampai di bagian pengepakan/packing. Dan kulihat seluruh bagian di depanku sampai packing. smua sudah menganggur tidak ada produk karna bagian pekerjaan ini sejak tadi belum ada yang mengerjakan, dan itu berarti belum ada Result per jam ini. Result yang selalu di monitoring atasan-atasan, membandingkan Result setiap line. Karna mereka menginginkan Planning terselesaikan.
2 Produk sudah kukerjakan.
Benar tidak sulit tinggal lebih cepat lagi, fikirku. Sambil melihat teman 1 line ku dengan tatapan mereka menyemangati dan penuh harap karna Jika planning gak selesai tentunya mereka harus lembur nanti. Dan sepertinya banyangan lembur sangat melelahkan buat mereka.
"Ayo semangat Ly!!" terdengar beberapa orang menyemangatiku.
"Mbak tinggal dulu ya Ly. Kamu pasti bisa! Ada laporan yang harus mbak serahkan. Mbak percaya sama kamu."
Ku anggukkan kepalaku tanpa menolehnya karna sedang fokus dengan aktifitasku.
Tiba-tiba datang segerombolan orang menghampiri line kami. Terlihat beberapa orang memakai Rompi biru bertuliskan Senior Leader, juga 2 orang lelaki memakai topi bertulis Engineering menghampiri kami.
"Mana Leader kalian? Ada masalah apa ini?" terdengar suara wanita yg menggelegar, ketus dan keras. Ia senior leader, atasan mbak Dewi tepatnya.
Melihat belum ada kenaikan result jadi mereka menghampiri line kami, berusaha mencari permasalahan apa yang terjadi.
Mbak Dewi datang terburu-buru dengan wajah pucatnya, terlihat hal yg terjadi pagi ini menguras emosi dan tenaganya.
"Iya saya mbak," lirihnya.
Mbak Dew, kmudian menjelaskan sgala permasalahan yg ada. Mulai dari ketidakhadiran membernya, sampai mencari pengganti dan mengajarkannya.
"Yakin anak ini sudah benar melakukan tugasnya?" seorang engineering melirik terhadapku.
"Bagaimana kamu menjadi Leader Dew? Kenapa ada saja membermu yang tidak hadir setiap hari. Apa kamu terlalu lemah pada mereka??" Ucap seorang Senior Leader ketus pada mbak Dewi.
Kulihat sesaat mata berkaca mbak Dewi.
Langsung kulanjut kembali aktifitasku.
"Kasian Mbak Dewi, gara-gara satu dari kami Ia yang kena marah. Apa seberat itu tekanan manjadi leader?"
"Selalu pantau anak ini, jangan sampai dia buat kesalahan dan ada masalah lagi di line mu! Jaga result per jammu! Mbak gak mau tau, line mu harus bisa menyelesaikan planning hari ini!!" seorang senior leader menekan Mbak Dew.
__ADS_1
Semuanya kemudian berlalu meninggalkan seorang Engineering dan Mbak Dewi yang masih memperhatikan pekerjaanku.
"Ayo semangat smua!!" teriak mbak Dewi pada kami 1 line untuk menyemangati dan kmudian ia berlalu kearah belakang menuju produk yang terlihat sudah sampai stage Packing.
Kilirik sesaat orang di sebelahku.
Ku ternganga sesaat ... pria disebelahku.
Ohhh, tampannya. Kulihat nama di topinya Dimas Anggoro.
"Kenapa?? fokus dengan pekerjaan mu," ternyata ia sadar aku sesaat tadi meliriknya.
"I-ya pak," jawabku terbata sambil tersenyum sedikit. Kenapa jadi berdebar begini jantungku?.
Lelaki bertinggi 170cm itu tetap tak jua meninggalkan tempatku.
"Duh, mau ambil screw kenapa jadi jatuh terus," merasa grogi terus di perhatikan. Kupandangi produk rekan di depanku akan segera berpindah dan aku belum menyelesaikan pekerjaanku.
Duhh ... jangan sampai kosong ini. fokus, fokus Ly ... ujarku lirih pada diriku sendiri.
Dan saat memasang Label kenapa jadi miring. Haduhhh susah fokus.. Bagaimana ini 1 meja disebelahku telah kosong.
"Kenapa kamu?? sini saya betulkan labelnya!! kerjakan produk selanjutnya jangan sampai kosong." Dia membawa produkku ke meja kosong di depan.
Karena ia sudah pergi kembali ku bisa bergerak cepat.
Sesaat ia kembali membawa produk dengan label yang sudah terpasang benar, langsung meletakkan di stage setelahku.
Ia berdiri lagi di belakangku.
Kenapa balik lagi sih ... jadi berdebar, screw mulai berjatuhan lagi. Gak fokus.
"Jaga fikiranmu saat bekerja!" ujarnya sebelum kemudian pergi seakan tau kehadirannya mengacaukan konsentrasiku.
●●●●
__ADS_1
🌻Hari-hari Lyra berubah mulai dari sini yaa...
🌻happy reading❤❤