
●Lanjuutt yaa👋☺..
●Jangan lupa like, komen, vote dan rate untuk karya Thor ini yaa, happy reading❤❤
🌷🌷🌷
🌻MASIH DI KEDIAMAN MAS DIMAS
"Haii Lyra, oh bukan, adik Lyra ... aku senang berjumpa kembali dengannmu," ujar Rendi sambil terus mengamati tiap inci wajahku.
"Kurang ajar, lepaskan aku brengs*k, jangan tatap aku seperti itu ... aku akan berteriak, ujarku sambil terus kudorong tubuh kekarnya, namun tak bergeser sedikitpun.
"Kau ingin berteriak? silahkan!! semua sedang berada di ruang keluarga saat ini, dan pelayan di rumah ini hanya ada 1 yaitu mbok Rumi, tapi ia sedang sibuk dengan pekerjaannya di dapur.. Ayo teriak!! Agar semua orang tau, calon menantu keluarga ini sedang menggoda kakak sepupu calon suaminya," ketus Rendi kearahku.
"Tolong lepaskan aku Ren ... biarkan aku pergi," lirihku.
"Kau tahu, aku sudah lama mencarimu sejak malam itu Lyra ...." lirih Rendi mendekatkan bibirnya ketelingaku, terdengar nafas yang memburu disana.
"Jauhkan wajahmu pria mesu*, aku membencimu, aku akan menceritakan semua yang kau lakukan pada mas Dimas," gertakku sambil terus kupukul tubuh di hadapanku.
"Aku tidak takut!! kau lihat tanganku, ini tanda darimu, dan kau belum mendapat hukuman untuk luka ini, cantik!!," ujarnya sambil terus mendenguskan wajahnya keleherku yang terbalut hijab.
"Kurang ajar, apa yang kau lakukan!!"
"Bahkan tertutup-pun masih tercium keharumanmu yang tetap sama seperti dulu," ujarnya lagi
"Brengs*k kau Ren, jauhkan wajahmu, aku milik saudaramu."
"Milik?? Heii ... kalian belum menikah!!" gertaknya kembali.
"Lepas," aku sudah tak menghiraukan batasnya sebagai non muhrimku, kudorong terus lengan yang menghimpitku, berusaha melepaskan diri darinya.
Ia mendekatkan wajahnya kembali ketelingaku nyaris menempel ke pipiku, "Bagaimana jika aku ingin memilikimu juga Lyra!!!"
PLAKK ...
Kutampar wajahnya kini, kembali kuinjak kakinya seperti dulu dengan ketsku, akupun segera berlari saat tangan yang mengukungku telah terbuka.
Aku masih berlari sambil terus menatap kebelakang, akankah ia mengejarku seperti dulu. Dan tiba-tiba ...
BUGG
Tubuhku terbentur dengan tubuh seseorang dihadapanku.
Seseorang menangkapku, pandanganku samar, apa Rendi telah menangkapku, aku tak berani membuka mataku, hingga terdengar suara ...
__ADS_1
"Lyraa ... apa yang terjadi?"
Suara lembut ini, segera kudangakkan wajahku. Mas Dimas ....
Spontan aku memeluk pria dihadapanku, sudah lupa aku akan batasanku, aku hanya tahu aku takut dan aku menemukan sosok penjagaku. Ia, Mas Dimas ada disisiku, dia calon suamiku, aku tidak sendiri ...
Mas Dimas yang menerima pelukanku kaget, nafasku masih memburu, detak jantungku memompa tak beraturan, ia menahan tubuhku, menjauhkannya dari tubuhnya ...
"Lihat wajah mas!! katakan, kau kenapa Lyra?"
"Mas ... disana (tunjukku kearah belakang tempat Rendi menggangguku)."
"Ada apa disana?" lirih mas Dimas.
"Dia mass ...."
"Siapa? Mas tidak lihat siapapun disana? ayo ikut Mas ... "
Mas Dimas membawaku ke dapur dan memberiku minum disana. Kami duduk di meja makan yang telah bersih saat ini.
"Tarik nafas!! dan tenangkan diri, baru cerita pada Mas," ujarnya menenangkanku.
"Mass, mas akan menjagaku kan? mas percaya padaku kan?" lirihku setelah meminum air pemberiannya.
"Pasti mas percaya pada Lyra dan akan menjaga Lyra, ada apa sebetulnya?"
"Heiiii calon pengantin disini rupanya ... " sela Rendi yang hadir tiba-tiba di dapur saat ini.
Aku spontan meraih tangan mas Dimas, menggenggamnya, meyakinkan diri ada mas Dimas disisiku.
"Kau belum kembali ke kamarmu Mas?" Mas Dimas tampak bertanya pada sepupunya.
"Aku tiba-tiba haus," ucapnya sambil sesekali melirikku.
"Kenapa Lyra, sepertinya calon istrimu ketakutan?" tambahnya.
"Akupun menangkap hal yang sama, ini aku baru menanyakannya, ayo lanjutkan ceritamu Ly ... "
"A- ku ingin pu- lang mass," lirihku.
"Lho, gak jadi cerita?"
Aku menggeleng perlahan sambil terus kuamati wajah yang terus mengintimidasiku dari kejauhan.
"Oke, ayo kita temui yang lain di ruang keluarga." ajak mas Dimas.
__ADS_1
Kamipun beranjak ke ruang keluarga kini, kulewati Rendi yang masih berdiri disana ...
"Kau akan terus menggenggam tangan mas sampai kedalam kah?" ujar Mas Dimas sesaat sebelum memasuki ruang keluarga.
Sejak kapan aku menggenggam tangan mas Dimas, bahkan aku tadi memeluk mas Dimas, Astagfirulloh ... Rendi telah merusak daya kerja otakku, batinku.
Akupun seketika melepaskan genggamanku, "Maaf Mass," lirihku.
"Kenapa kalian lama sekali?" tanya ibu melihat kedatangan kami.
"Tadi kepala Lyra pusing Bu, aku mencari obat dulu tadi," jawab mas Dimas.
"Kau kenapa Sayang, perlu kita panggil dokter?" ibu menghampiri sambil mengecek kening Lyra.
"Alhamdulillah tidak ada demam, apa Lyra tidak lebih baik istirahat di kamar tamu dulu, besok biar Dimas yang mengantar pulang?"
"Tidak Buu, In Syaa Alloh akan membaik setelah sampai rumah," ujarku.
"Baik, ini memang sudah malam, kami sepertinya harus undur diri Tante, Om," ucap Mas Fahmi yang di perkuat oleh anggukan kak Fida. Kak Fida disana terus menatapku, menangkap ada yang tidak beres denganku.
"Lyra biar aku yang mengantar Fah. Dek, ayo ikut mas nganter mbak Lyra, mas akan kesepian di mobil saat pulang nanti," tampak Mas Dimas mengajak Shifa ikut dengan kami di mobil.
"Mayla mau ikut ke lumah Bunda, Ayah," ucap Mayra menimpali.
"Ini malam hari sayang, besok saja main ke rumah Bunda Lyranya, Oke!!" ujar Ibu memberi pengertian cucunya. Setelah beberapa saat akhirnya Mayra mengangguk.
"Bunda jangan sakit, nanti Bunda main-main ke rumah Mayla lagi yaa," Lirih Mayra memeluk kakiku.
Aku mengangguk dan mencium kening Mayra sebelum akhirnya berlalu kedepan.
Mas Dimas menggunakan APV hitam untuk mengantarku saat ini, sebab Avanza yang biasa digunakannya sedang di bengkel.
"Ayo naik," pinta mas Dimas kearahku.
Shifapun tanpa aba-aba telah duduk di jok tengah.
Dan malam itu mas Dimas mengantarku ...
🌻POV DIMAS
Kau sangat aneh hari ini Lyra, Kau terlihat takut dan panik. Kaupun menyingkirkan batas yang sering kau katakan untuk mengingatkanku. Kau mencengkram lenganku, kau memelukku, kau juga terus menggenggam tanganku.
Apa sebetulnya yang membuatmu takut berada di rumahku??
🌷🌷🌷
__ADS_1
🌻Happy reading❤❤