Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah

Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah
Masih tentang Diyara.


__ADS_3

Lanjuutt yaa👋☺..


●Jangan lupa like, komen, vote dan rate untuk karya Thor ini yaa, happy reading❤❤


🌷🌷🌷


🌻PUKUL 14:40


30 Menit berlalu, masih belum ada tanda-tanda suster memanggil kami untuk mengambil hasil USG dan rontgen yang sesaat sebelumnya kami lakukan untuk putri kami.


Hingga 5 Menit kemudian ...




Anak Diyara Syakira Putri Anggoro ...


Mas Dimas seketika mendekati loket pengambilan hasil.


"Bapak, hasil ini silahkan Bapak bawa kembali ke dokter yang memeriksa putri Bapak," ujar pegawai rumah sakit saat ini.


Mas Dimas tampak mengangguk.


"Ayo Sayang kita ke ruangan Dokter Ryan kembali," ajak mas Dimas terhadapku yang masih duduk terpaku menatap putri kecilku yang sedang tertidur.


Dan kamipun berjalan ke ruangan yang dimaksud saat ini, mas Dimas segera mendekati seorang perawat yang baru saja keluar sari ruangan Dr. Ryan.


Setelah mengemukakan tujuan kami, sang perawat menggiring kami masuk ke ruangan sang dokter. Dan Dokter yang mengenali kami segera menyuruh kami duduk dan segera berujar,


"Bagaimana? Sudah keluar hasilnya kah?"


"Sudah Dok," ujar mas Dimas tegas seraya menyerahkan amplop coklat besar berisi hasil tes terhadap Diyara.


Sang dokter tampak fokus mengamati. Sesekali ia menghiru panjang nafasnya sambil mengangguk-anggukan keplanya.


"Bagaimana Dok?" tanya mas Dimas setelah beberapa saat masih belum mendengar pernyataan dari sang dokter.


Dokter menatap wajah kami satu persatu kemudian berkata, "Oke, semua jelas ... Diyara menderita Penyakit Jantung Bawaan dalam hal ini dinamakan Koarktasio aorta ...


... Koarktasio aorta adalah penyempitan aorta jantung atau pembuluh darah utama dan pembuluh yang paling besar, penyempitan ini bisa menyebabkan peningkatan tekanan darah dan kerusakan pada jantung. Kondisi ini membuat otot pada bilik (ventrikel) kiri jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah keluar dari jantung. Jika tidak kunjung diobati, kondisi ini akan membuat dinding jantung menebal, otot jantung melemah, dan memicu gagal jantung."


"Lalu apa yang harus kami lakukan Dok?" ujar mas Dimas kembali seraya tangannya terus menyapu bahuku yang terlihat cemas dan kaget.


"Syukurnya, penyakit diketahui lebih awal. Pengobatan dan perawatan penyakit jantung pun bisa dimulai lebih dini, sehingga peluang keberhasilan pengobatan akan semakin tinggi."


"Jadi??" mas Dimas menerka maksud sang Dokter.


"Untuk kasus seperti ini, operasi adalah satu-satunya jalan untuk pengobatan kondisi pasien. Cara yang dilakukan disebut Resection with end-to-end anastomosis, yaitu pemotongan bagian yang menyempit dan menghubungkan kedua ujung pembuluh darah."


Dan aku membayangkannya sungguh tak mampu, "Maaf saya izin keluar Dok..!!!" lirihku segera menghambur keluar tanpa menunggu jawab sang dokter.


"Sayang tunggu ...


... Oke, Apa tidak beresiko operasi di usia bayi kami yang baru 1 bulan Dok?" mas Dimas kembali bertanya untuk memastikan tindakan yang harus dilakukan setelah memastikan aku akan menunggunya diluar.


"Tentu beresiko tapi akan jauh lebih beresiko jika penanganan telat dilakukan."


"Lalu kami harus bagaimana?"


"Siapkan Diyara untuk menjalani operasinya, kabari saya jika ibu Lyra sudah ikhlas. Sekali lagi Pak Dimas, tidak ada waktu untuk menunggu."

__ADS_1


●●●●


🌻21:00 SENTRA DUTA RESIDENCE


Dirga tampak sudah pulas di box bayinya. Dan kini aku, Diyara dan Mas dimas merebahkan diri di ranjang bersama.


Kami menatap Diyara kami saat ini,


Ia tampak tertidur dengan nafas yang terengah-engah ...


Sesekali ia menggerakkan tangan atau kakinya seakan terkaget baru kemudian ia terlelap kembali ...


"Diyara cantik ya Mas?" ujarku.


"Sangat cantik," ucap mas Dimas seraya tangannya terus membelai lengan Diyara.


"Wajahnya sangat mirip denganmu Mas, matanya, bibirnya, hidungnya ..."


"Tidak, hidungnya mirip denganmu. Juga senyum dan dahunya ini, sangat mirip denganmu Sayang," mas Dimas terus berujar seolah berusaha membuatku tersenyum.


Dan aku akhirnya tersenyum ...


"Cantikk."


"Hemm," aku mengangkat kepalaku kini.


"Diyara cantik sepertimu," ujar mas Dimas tak melepas tatapannya pada wajahku.


"Disaat seperti ini kau masih bisa menggodaku."


"Mas hanya bicara apa yang mas Lihat. Kalian berdua sama-sama cantik, oh ya juga Mayra, kalian ber 3 adalah bidadari Mas."


"Iyaa."


"Siapa sangka ya Mas, dibalik tubuh halus Diyara, terdapat hal yang janggal didalam sana," lirihku tak terasa air mata mulai menetes disudut mataku.


"Sabar Sayangg ...," mas Dimas mulai menggenggam tanganku kini.


"Apa salah kita Mas, sampai Alloh memberi ujian kita seberat ini? Kenapa bukan aku saja yang merasakan sakit. Kenapa harus putri kecil kita yang tubuhnya bahkan belum sepenuhnya sempurna. Kenapa Mas??" kuangkat tubuhku dari pembaringan, kududuk di sisi ranjang dan terisak dengan guling menutupi wajahku.


Dan mas Dimas menghampiriku, seketika menyingkirkan guling yang menutupiku dan segera memelukku.


"Jangan berprasangka buruk pada Alloh, ia memberi ujian karena ia merasa kita mampu menghadapinya. Ujian adalah cara lain Alloh menyayangi kita hambanya. Dan kita hanya cukup berikhtiar, berdo'a dan bersabar atas ujian yang diberiNYA."


Akupun mengangguk membenarkan semua ucapan mas Dimas. Kutenggelamkan wajahku di bahu mas Dimas kini.


"Hari ini kau boleh menangis sepuasmu, tapi besok kau harus berdiri lebih kuat untuk mendampingi Diyara, paham?" tegas mas Dimas dengan tangan terus membasuh kepalaku.


Dan aku lagi-lagi mengangguk.


"Jam berapa besok operasi akan dilakukan Mas?" lirihku.


"Jam 2 siang, dan Diyara harus berpuasa selama 7 jam sebelum operasi dilakukan."


"Bagaimana jika Diyara haus Mas??" ujarku kembali.


"Prosedurnya seperti itu Sayang, karena tubuh Diyara akan dibius total besok, kita harus bersabar untuk kesembuhan Diyara, Diyara tidak boleh minum susu mulai jam 7 pagi, okee!!!" ucap mas Dimas memastikan kalau aku harus bisa menahan rasa tak tegaku besok.


Aku kembali mengangguk dan terisak.


Dan Dimas semakin mengeratkan pelukannya, hingga sebuah suara ...

__ADS_1


Oek ... Oek .. Oek ...


"Aku ingin menyusui Diyara,"


"Iya," dan mas Dimas melepaskan tangan yang mengunciku.


●●●●


🌻13:30 RSIA SENTRA DUTA INSANI


Dan aku di ruang perawatan saat ini, dengan Bapak dan mas Dimas disisiku. Sedang ibu fokus di rumah dengan Dirga dan Mayra.


Karena harus berpuasa, Diyara tampak rewel saat ini, sejak tadi ia terus menangis. Dan kami berusaha teus menengangkan Diyara.


Dan Bapak terus menyapu bahuku, ia tampak terdiam. Tapi aku tahu Bapak bersedih melihatku, melihat cucunya tanpa bisa menyalahkan takdir.





Dan akhirnya waktu yang ditetapkan tiba, seorang suster datang ke kamar kami, ia membuka pakaian Diyara dan segera merengkuh tubuh mungil Diyara, hendak membawa putriku menuju ruang operasi. Diyara tampak terus menangis disana, ia pasti kehausan, batinku.


"Tunggu sus, biarkan saya yang menggendong putri saya ke ruang operasi," tuturku.


Setelah beberapa saat berfikir, iapun kemudian mengizinkanku.


Putri kecilku ...


Maafkan bunda harus melepaskanmu ke ruangan yang pasti membuatmu sakit,


Kau adalah anugerah yang dititipkan selama 9 bulan di rahin Bunda ...


Kau ikut makan apa yang Bunda makan ...


Kau merasakan apa yang Bunda rasakan ...


Hingga kau terlahir,


Betapa bahagia Bunda menatap dan memilikimu ...


Dan Bunda lagi-lagi hanya seorang hamba yang mengikuti setiap takdir yang IA siapkan.


Mengantarkanmu ke ruangan itu, sungguh berkecambuk dalam benak Bunda.


Hawatir kita tak bernafas bersama setelahnya.


Tapi inilah kehidupan,


Bunda hanya mampu berikhtiar, berdo'a dan bersabar.


Tak lupa berpositif thinking pada setiap hal yang terjadi dan Alloh tetapkan.


Berjuanglah Sayang ...


Bunda, Ayah, kak Mayra, Dirga, Uti, Akung juga anti-anti menanti kehadiran dan tawamu kembali Sayang, batinku.


🌷🌷🌷


🌻Happy reading❤❤

__ADS_1


__ADS_2