
●Lanjuutt yaa👋☺..
●Jangan lupa like, komen, vote dan rate untuk karya Thor ini yaa, happy reading❤❤
🌷🌷🌷
🌻Dan di depan pintu tampak seorang pria mematung ...
Setelah sekian lama tak memasuki rumah itu ...
"Anak siapa anak sedang kau bicarakan Friss? Anak kita kah?" Pria tegap berdarah campuran tiba-tiba muncul berdialog dengan Frista, sang wanita yang tengah terbakar kesedihan atas penyakit yang baru diketahuinya.
"Kau ... kenapa kau disini?" ujar Friss tampak meremas kertas di tangannya dan segera membuangnya sembarang.
"Kau belum menjawab pertanyaanku Friss ... kau sedang membicarakan siapa? Putri kita bukan? Andai kau melihatnya, ia sangat cantik Sayang. Sangat mirip denganku, rambutnya yang coklat dan ikal, matanya yang bulat, kulitnya ....
"Stop Ren ... jangan lanjutkan!!! Aku hanya punya anak dengan Mas Dimas. Kau dengar itu!!"
"Heiii .... Jangan lupa Friss!! Malam itu kau sendiri yang datang padaku dan mengatakan bahwa kau sedang mengandung anakku. Dan kau katakan apa saat itu ... ya, aku ingat sekarang ... terima kasih. Kau mengucapkan terima kasih padaku. Karena telah membuatmu hamil dan akan menggunakan anak itu senjata untuk mempertahankan Dimas, saudaraku yang bodoh," senyum menyeringai tampak di wajah sang pria tersebut.
"Jaga bicaramu Ren, anakmu sudah mati. Yang kukandung adalah anakku dan mas Dimas suamiku."
Rendi tiba-tiba mencengkram dagu Friss dan menariknya dengan keras, "Sepintar apapun kau berdalih, Mayra adalah putriku. Sekarang jawab!!! Ia putriku bukan?"
"Ahhh, sa- kit Ren ... I- ya, May- ra a- da-lah Putri-mu."
"Jujur itu lebih baik Sayang."
"Tapi semua terjadi karena sifat bajing*anmu Ren, kau yang menjebakku malam itu."
"O, yaaa ...."
"Saat itu aku masih istri mas Dimas yang baik tapi kau merusakku," lirih Frista.
"Istri yang baik katamu? Mana ada istri yang baik tengah malam minum-minum di cafe," tertawa Rendi kini.
"Setidaknya saat itu aku hanya berhubungan dengan mas Dimas suamiku, tapi kau memanfaatkan mabukku malam itu Ren."
"Tidak ada yang memaksamu berhubungan denganku, kau sendiri yang menyerahkan dirimu. Dan terbukti benihku lebih unggul dari Dimas bukan, Friss?," Rendi membasuh wajah Frista kini.
"Jangan menyentuhku Ren!!" gusar Frista.
"Hahh, lagi-lagi kata yang sama. Jangan menyentuhku ... tapi akhirnya kau yang akan mendatangiku. Frista ... Frista ...."
"Diam kau Ren!! Tidak ada orang yang lebih bej*t darimu. Orang yang tega merusak istri saudaranya," ketus Frista dengan kemarahan yang semakin memuncak.
"Terserah anggapanmu Friss, tapi memang aku suka semua yang dimiliki Dimas."
"Kau gila Ren ... Kau harus datang ke psikiater, otakmu tidak waras!!" ucapan yang sangat berani keluar dari bibir Frista membuat Rendi semakin meracau. Ditariknya Frista ke sebuah kamar terdekat yang tertangkap mata Rendi. Dijatuhkan tubuh seksi Friss ke-ranjang.
Ia langsung menghimpit tubuh Friss setelah pintu dikuncinya. Dan terjadilah hubungan terlarang itu kembali .... Dirasakan sakit sekujur tubuh Friss kini, terlebih bagian dada sebelah kiri Friss dimana terdapat sel mematikan tumbuh disana.
__ADS_1
Rendi tak menghiraukan pekikan sakit yang terlontar di bibir Friss hingga ia merasa puas. Dan kini, ia tanpa dosa tampak menjulurkan kakinya ke atas meja dan tubuh bersandar di sofa. Sambil terus dihisapnya rokok di tangannya kini.
Dan Friss masih tampak meringkuk di pembaringannya kini.
"Bangun Friss!!! Aku punya berita yang pasti membuatmu bahagia!!" di dekatinya tubuh Friss dan di paksanya duduk dengan polosnya. Dan Friss tampak menarik selimut untuk menutupinya.
"Bajing*n!! Apalagi yang akan kau katakan untuk mengintimidasiku?" lirih Friss.
"Tidak begitu, Sayang .... Kau ingin tau Dimas berada dimana bukan?" senyum menyeringai masih terpancar di wajah Rendi.
"Kau tahu?" tanya Friss.
"Dia sedang di Bandung."
"Benarkah?? Bagaimana kau bisa yakin??" tampak sedikit merona di wajah Friss akan kehadiran Dimas di Bandung kembali.
"Karena aku yang mengundangnya kemari."
"Maksudmu?" ucap Friss penuh tanya.
"Semalam baru saja aku memberi hadiah spesial atas pernikahannya."
"Pernikahan?? Ma- s Di- mas sudah menikah kem-bali kah? Dan hadiah, hadiah apa?" kaget bercampur heran dirasakan Friss atas pernyataan Rendi padanya.
"Cusss ... Dhuaaarrrr ... (mempraktekan orang yang membakar sesuatu)."
"Apa maksudmu? Apa yang kau lakukan pada mas dimas?" ada rasa ketakutan yang Frista rasakan disana.
"Katakan dengan jelas Ren!!!" pekik Frista.
"Hahhh Sudahlah ... aku tak ingin membahasnya."
"Sekarang katakan!! Benarkah mas Dimas sudah menikah lagi?? atau semua hanya bualanmu?"
"Untuk apa aku berbohong Sayang ...."
"Kalau begitu katakan, siapa istri mas Dimas?"
"Hahhh, wanita cantik itu ... dia telah membuatku terpesona sejak pertama bertemu ...." lirih Rendi.
"Kau mengenalnya??"
"Tentu Sayang, sekarang ia milik Dimas tapi nanti ia akan berakhir sepertimu. Haaa," Rendi tampak tertawa.
"Kau benar-benar tidak waras Ren!!!" pekik Frista.
"Katakan siapa wanita itu?" ucap Frista kembali.
"Kau sepertinya sangat penasaran dengan siapa Dimasmu telah bahagia." Tatapan Frista tampak tajam ke arah Rendi.
"Jangan banyak bicara, cepat katakan?" teriak Friss dengan penuh emosi.
__ADS_1
"Hmm .... Kalau begini caramu mengiba aku tidak akan mengatakannya," ancam Rendi.
"Ayolah Ren, kau boleh meminta apapun dariku."
"Ternyata begitu besar rasa cintamu pada saudaraku yang bodoh itu, kalau begitu layani aku kembali!! Setidaknya kau punya tubuh yang indah yang bisa kau gunakan untuk menyenangkanku," gusar Rendi.
"Pintalah yang lain selain itu Ren ...," mohon Frista.
"Hanya itu yang kusuka darimu Sayang, jika kau tak menghendakinya. Okelah ... tak ada jawaban untukmu."
Bagaimana ini? sangat sakit kurasa menahan tubuh bidang Rendi yang bertumpu diatasku, belum lagi atas permainan indranya. Tapi aku sangat ingin tahu wanita mana yang berhasil menghilangkan sosok gadis itu dari fikiranmu mas, batin Friss.
"Baiklah, lakukanlah yang kau inginkan dariku. Setelah itu jawablah tanyaku dan pergilah!!" lirih Frista tanpa daya.
Rendi seketika melakukan apa yang diinginkannya.. Tak peduli yang Friss rasakan, kepuasannyalah yang terpenting baginya.
Setelah bergelut cukup lama, permainan berakhir. Dan Friss langsung meminta jawaban atas tanyanya.
"Oke ... oke ... aku akan memberitahumu. Nama gadis itu Lyra. Ia wanita yang kupuja pula. Tapi lagi-lagi Dimas selalu lebih dulu memperoleh yang kuinginkan.
Lyra ...
Mungkinkah ia Lyra yang sama?
Jadi mereka telah bertemu kembali ...
Aku takkan membuatmu dengan mudah berbahagia dengan mas Dimasku, Lyra ...
Dulu aku pernah menang darimu,
Dan kinipun aku akan memenangkan mas Dimas kembali ...
Mas Dimas harus menjadi milikku kembali,
Menjadi support untuk kondisiku ...
Akan kulakukan apapun untuk mendapatkan Mas Dimasku ...
Setidaknya aku ingin merasakan bahagia didekatnya sebelum ajal menjemputku.
🌷🌷🌷
🌻Happy reading❤❤
🌻Thor selalu menunggu komen dari kalian lhoo😃😃
🌻Mayra dan Rendi
__ADS_1