Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah

Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah
Biarkan Aku Pergi


__ADS_3

🌻Firgie yang berdiri dibelakangku sangat menjagaku, ia tak membiarkan siapapun bersentuhan denganku.


Dan tanpa kusadari ada sepasang mata yang merasa terusik dengan pemandangan itu.


Mas Dimas dibelakang sana tampak geram, "siapa sosok itu?" penuh tanya dalam batinnya saat ini.


Aku dan Firgie telah berada tepat di depan mbak Dewi saat ini.


Mbak Dewi nampak tersenyum melihat kami.


"Mas kenalkan ini firgie,dan ini Lyra," ujar mbak Fris mengenalkan kami pada Mas Tama suaminya.


Mas Tama sesaat memperhatikan Firgie dengan seksama baru menoleh kearahku kemudian senyumnya mengembang pada kami.


"Haii ... senang berkenalan dengan kalian," ujarnya.


"Kalian sangat serasi," ujar mbak Dewi berbisik padaku sebelum kami meninggalkan mereka.


Kulihat ia pun berbisik pada Firgie, entah apa yg mbak Dewi sampaikan aku tak menghiraukannya.


Kami langsung mengambil hidangan di meja saji ini dan kami mencari bangku kosong untuk menyantap hidangan setelahnya. Seketika kami berpapasan dengan Mas Dimas dan mbak Friss yang juga sedang mencari tempat untuk duduk.


"Haii Gie ... bagaimana kabarmu?" tampak Mbak Friss menyapa Firgie.


"Aku baik Friss," jawab Firgie.


"Oya, kenalkan Gie. Ini Dimas, di- a ada- lah tunanganku," ujar Fris sambil melirik Lyra yang sejak tadi tampak menunduk.


Tangan kiri Fris mengangkat tangan kiri Dimas, tampak 2 cincin bermotif sama di jari manis keduanya.


Benar saja ... kata-kata mbak Fris seketika seperti mantra yang membuat Lyra mengangkat wajahnya, setelah melihat cincin yang melingkar ditangan kekasihnya ia mencari wajah kekasihnya dan berusaha mencari kebenaran disana.


Dimas tampak berbalik menatap Lyra, mata sayunya menatap Lyra tajam tanpa memberi jeda seakan mengisyaratkan, "Dengarkan penjelasan mas sayang ...."


"Selamat Friss, aku bahagia mendengarnya. Lalu kapan acara pernikahanmu?" tanya Firgie.


"Secepatnya, iya kan Sayang??" mata Fris menatap mata Dimas tapi mata kekasihnya itu justru tak bergeming pada gadis di hadapannya.


Lyra yang sejak tadi mendengar obrolan Friss dan firgie tampak tak mampu membendung lagi.. matanya berkaca, butiran air di matanya nyaris tumpah. Ia mengambil langkah cepat meninggalkan 3 insan disana. Kakinya melangkah jauh menuju 2 bangku kosong di sudut sana, setidaknya tempat itu yang tetangkap matanya tak berpenghuni.


"Permisi Friss," Firgie yang melihat Lyra pergi menjauh segera menghambur mengejar dan mengikuti gadis itu.


***


"Maaf aku mengabaikanmu tadi Lyra, kau pasti bosan tadi?" ujar Firgie sambil menyantap hidangan di tangannya, matanya sesekali menatap Lyra. Ia tak memahami "mengapa mata Lyra seakan memancarkan kesedihan."


Lyra menjawab ucapan Firgie dengan anggukan. Nafsu makannya seakan hilang dengan kejadian tadi, ia hanya mengaduk-aduk nasi di depannya.

__ADS_1


Firgie nampak memperhatikan namun membiarkan gadis itu dalam dunianya. Tak ingin banyak bertanya dan masuk terlalu jauh, karna perkenalan mereka memang masih terlalu baru. Ada banyak hal yang tentunya belum ia ketahui dan ia ingin gadis itu yang lebih dahulu menceritakan semua bukan karna desakan tanyanya.


Mata lelaki di sisi yang lain juga tampak menatap kekasihnya yang terasa semakin jauh darinya. Dalam benaknya sudah tak terbendung ingin menjelaskan segalanya pada Lyra, tak ingin gadis pengisi hatinya marah dan membencinya.


Setidaknya walau kelak gadis itu tak bisa termiliki "Lyra tak boleh membenciku"...


MAAFKAN MAS SAYANG, batinnya saat ini.


Dihatinya berkata lirih, YA TUHAN ... BERI KESEMPATAN PADAKU BERTATAP 4 MATA DENGAN LYRAKU ... AKU HARUS SEGERA MENJELASKAN, SEBELUM IA SEMAKIN BERASUMSI DENGAN FIKIRNYA SENDIRI DAN MEMBENCIKU ... TOLONG KABULKAN YA TUHANKU, AAMIIN.


Tak berselang lama gadis itu berdiri ia berlalu menuju meja saji berisi minuman Coktail di sudut sana.


Melihat gadisnya tak terdampingi lagi oleh laki2 yang sejak tadi membuntutinya (Firgie). Dimas yang melihat itu berucap penuh syukur, ia segera berdiri mendekati sang pujaan hati.


Secepat kilat ia menangkap pergelangan tangan Lyra, membawanya menjauh dari keriuhan pesta.


"Lepas mas!!!" Lirih terucap dari bibir Lyra namun kakinya tetap mengikuti tarikan lelaki didepannya.


Dimas menghentikan kakinya saat dirasa mendapat tempat yang nyaman untuk bicara, jauh dari mata lain yang melihat dan akan menganggunya.


Lyra berdiri bersandar pada tembok yang berdiri dibelakangnya. Tangan kiri Dimas mengepal pada tembok itu mengukung Lyra, Lyra masih menunduk tak ingin melihat Dimas.


"Lyra ... maafkan mas atas smuanya," ucap Dimas lirih. Lyra masih tak bergeming, ia terdiam dan masih menunduk.


"Lyra mendengar mas bukan??"


"Kau boleh marah pada mas, tapi kau harus tau di hati mas hanya ada kamu Ly," ujar Dimas lagi masih berusaha meyakinkan gadisnya.


Lyra masih terdiam. Dimas seakan berbicara pada sebuah patung cantik saat ini.


Tangan kanan Dimas menyentuh dagu Lyra, berusaha mengangkatnya. Ingin sekali ia menatap gadisnya, tampak mata berkaca disana ... tatapan Lyra sendu, kesedihan sangat terpancar dimata sang gadis.


"Bicaralah Sayang, Ayo maki mas!! Mas ingin mendengar suaramu Lyra ...."


Tangan kanan Dimas masih berada pada sudut dagu Lyra, hingga suatu suara menghentikan aktifitas mereka.


"LEPASKAN DIA!!!!" suara teriakan Firgie terdengar jelas dari ujung sana. Ia berjalan mendekat dua insan tersebut. Firgie menangkap kesedihan dimata Lyra.


🌻Flashback


Firgie yang merasa Lyra tak kunjung datang merasa kehilangan, dilihatnya meja saji coktail tempat Lyra izin beranjak pergi sebelumnya, tidak ada bayangan Lyra disana. dan ini sudah cukup lama.


"Dimana kau Ly??"


Firgie tampak memutar matanya mencari-cari sosok Lyra. Ia berjalan kesana kemari area pesta tak didapati jua wajah Lyra.


Hatinya mulai resah, ia mulai mencari keluar tenda, berjalan terus ... semakin menjauh, hingga di suatu sudut bangunan kosong ia melihat Lyra. Rasa marah menyelimutinya saat didapati Lyra terkukung dalam tangan seorang pria dan 1 bagian tangan lain pria itu sedang menyentuh dagu Lyra. Tak ingin gadis itu tersentuh apapun apalagi itu seorang pria. Firgie berteriak sekencangnya "LEPASKAN DIA!!" dan berjalan secepatnya menuju gadis itu berada.

__ADS_1


●●●●


"Apa yang kau lakukan disini? Kenapa kau membawa temanku kemari? Ka- u tungangan Friss bukan?? Kenapa berusaha menyakiti temanku???" ucap Firgie tertubi pada Dimas tampak wajah marah terpancar.


Dimas mengangkat tangan kanannya menunjuk kearah Firgie.


"Kau siapa? Silahkan pergi! Jangan ganggu kami!" ujar Dimas tak kalah keras disana.


"Hey, jaga tunanganmu!!! Jangan mengganggu Lyra!!!" Firgie berujar kembali.


Dimas menghadapkan wajahnya ke arah Lyra, "Apa mas menggangumu Sayang?" ucap Dimas dengan sangat lembut kearah Lyra.


Firgie yang mendengar kata-kata sayang dari mulut Dimas terhenyak kaget, namun Lyra masih terdiam. Firgie masih menangkap ketidaknyamanan dan kesedihan dimata Lyra. Ia lantas mendekati Lyra, mengambil jemari kanan gadis itu berusaha menariknya menjauh dari Dimas.


Dimas merasa ada yang ingin menjauhkannya dari kekasihnya tak terima. Ia mengambil jemari kiri Lyra dan menahannya. Terjadilah adegan saling menarik dan menahan disana.


"Sayang katakan kau ingin disini bersamaku!!" Dimas berujar pada Lyra yang masih berdiri mematung.


"Lyra, jika kau merasa tidak nyaman disini, ikutlah bersamaku!!" ucap Firgie.


Kedua pria tampak saling melirik, keadaan sesaat hening. Hingga akhirnya terlontar kata dari bibir mungil sang gadis.


"Biarkan aku pergi Mas!!" Lyra menatap Dimas sesaat kemudian menundukkan pandangannya kembali.


Dimas yang mendengar mengusap jemari gadisnya kemudian melepaskannya, membiarkan sang gadis pergi bersama pria pilihannya.


Hatinya hancur, namun inilah resiko kesalahannya. Ia menjatuhkan lututnya kelantai, bersimpuh, dan memaki dirinya sendiri.


"Tolong jangan membenciku Lyra!!!" teriaknya saat melihat sang gadis semakin menjauh.


°°Dan diujung sana ada 2 mata yang juga terluka ...


"Mengapa kau begitu menangisi gadis itu mas?" lirih Mbak Friss


●●●●


🌻Oya, sebelumnya Thor janji kasih visual Mas Dimas dan Mbak Friss. Ini yaa ...



Dimas tampan, dewasa & sangat mencintai Lyra...



Mbak Friss ... cantik, seksi, semua yang diinginkan harus didapatkannya.


●●●●

__ADS_1


🌻Happy reading❤❤


__ADS_2