Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah

Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah
Apa Aku Munafik?


__ADS_3

Firgie mah nanti dulu nikahnya Shin, baru 25 tahun. 3 atau 4 tahun lagi lah. Biar ngumpulin uang dulu, apalagi sekarang masih bantu nyekolahin adek-adeknya.."


🌷🌷🌷


Pukul 20:00


Motor Firgie baru saja meninggalkan kossanku.


Kurebahkan diriku.


Mengingat setiap kata yang diucapkan ibu Firgie tadi.


Sangat jelas ibu belum menginginkan Firgie menikah.


Bagaimana ini ya Robb?


Sebuah getaran akhirnya menyadarkan lamunanku.


Sebuah pesan dari Mbak Alika saat ini muncul di layar ponselku.


"Assalamu'alaikum Lyra, sudah tidur?" tanyanya.


"Wa'alaikumsalam.. belum mbak," jawabku.


"Besok ada rencana kemana?" tanyanya lagi.


"Belum ada renana mbak,"


"Mau ikut kajian lagi gak?" ujarnya kembali.


"Mau mbak," lirihku.


Bagaimana ya, aku sangat menginginkan ilmu baru tapi sebagian jiwaku seolah menolaknya. Semakin kutahu akan semakin dalam dilemaku. Aku merasa sangat bersalah atas hubunganku dengan Firgie. Bersalah pada Robku. Jika aku ikut kajian tapi setelahnya aku bertemu Firgie, apa aku orang yang munafik? Kenapa aku merasa sangat buruk. Padahal paling hanya pegangan saja ko, tapi mengapa aku begitu bersalah pada Robbku. Merasa diriku sangat kotor dan buruk. Apa aku begitu berlebihan. Tapi memang aku sangat takut Robbku marah.. Ingin sekali curhat dengan Mbak Alika, tapi nanti mbak Alika menganggapku buruk. Dan malu rasanya diri ini..


"Lyraaa, kau masih disana kan?"


Aku terus berbicara pada hatiku sampai terlupa, saat ini sedang berbicara dengan Mbak Alika di telepon.


"Iya mbak, iya aku mau mbak. Memang kajian dimana mbak?"


Biarlah yang terjadi nanti aku sedang ingin mendengarkan keindahan ayatMu.. Berdekatan dengan orang-orang sholeh yang juga sedang mengejar CintaMu Ya Robb.. Urusan Firgie, dan dilemaku. Biarlah menjadi sesakku sendiri ...


"Di masjid Al Muttaqien Perum 3, kalau Lyra jadi ikut kita ketemuan di Bulak Kapal lagi Jam8 ya. Acaranya mulai setengah 9."


"Iya Mbak, in syaa Alloh. Mbak tapi aku pakai celana gpp? belum punya rok," ujarku.


"Iya gpp," tasdasnya.


"Makasih ya mbak.." lirihku.


"Selamat istirahat Lyra, Assalamu'alaikum,"


"Wa'alaikum salam Mbak."


🌷🌷🌷


Minggu 05:30


Shodaqollòhul'adziimm...


Kuletakkan Kitab Suci yang baru saja ku lantunkan..


Sebuah ketukan di pintu kamarku seketika mengehentakanku.


"Siapa yang datang pagi-pagi? Apa Diah?" batinku.


Kucari hijab langsunganku.


Perlahan kubuka pintu kamarku.


Sosok laki-laki dengan celana joger dan kaos hitam berdiri disana.


Firgie..

__ADS_1


"Assalamu'alaikum," ujarnya.


"Wa'alaikum salam, tumben kesini pagi-pagi?"


"Ke GOR yuk!!" ajaknya.


"Ngapain?"


"Ko ngapain sih? Jogginglah. Setiap minggu pagi rame lho di GOR Bekasi.. Ayo cepat siap-siap!!" ujarnya.


"Gie, hari ini aku ada acara ...."


"Kemana?" tanyanya.


"Ikut kajian,"


"Oh," tampak ia mengangguk.


"Jam berapa memang kajiannya?" tanyanya lagi.


"Setengah 9 tapi aku janjian dengan Mbak Alika jam 8 di bulak kapal," ujarku.


"Masih lama.. aku janji sebelum jam 8 kita sudah di rumah, gimana?" ujarnya.


Duhh.. gimana ya, kasihan Firgie sudah jauh-jauh dan aku menolaknya.


Aku mengangguk ragu,


Tampak senyum Firgie melihat anggukanku. Firgie, aku senang melihat senyummu. Ampuni aku ya Robb, lagi-lagi aku kalah dengan hatiku.


🌷🌷


GOR BEKASI


Firgie terus menggenggam tanganku di setiap langkah yang kami lakukan.


Kaki kami saling beriringan melewati riuhan orang yang juga sedang joging saat itu.


Tampak di ujung riuhan pedagang juga turut meramaikan GOR Bekasi pagi hari ini.


Aku mengangguk..


Kami duduk di sebuah bangku kayu yang tampak kosong.


Firgie menghentikan pedagang minuman yang melalui kami. 2 botol air mineral kini berada dalam genggaman Firgie.


Dan ia menyodorkan 1 kepadaku..


"Thanks" lirihku.


Firgie membasuh keringatku dengan handuk kecil yang tergantung dibahunya.


"Biar aku lakukan sendiri," ujarku.


Firgie kenapa kau begitu baik. Detak jantungku mulai tak beraturan dengan perilakunya..


Kulihat jam di tanganku. 07:05.


"Lanjut lagi yuk!!" Firgie mengulurkan tangannya padaku.


Aku berdiri dan kembali berjalan bersamanya..


Momen-momen seperti ini, pasti Robbku tidak menyukainya.


10 Menit berjalan, langkah kami berhenti di sebuah pedagang bubur ayam.


"Kita sarapan dulu ya.."


Dan lagi-lagi aku mengangguk.


Kami menyantap bubur ayam di hadapan kami. Tampak di seberang kami duduk sebuah keluarga kecil juga sedang menikmati sarapan mereka. Wanita berhijab yang sedang menyuapi putri kecilnya terpampang di hadapanku. Sedang sang ayah dengan lahap memakan buburnya sendiri. Membuatku tak dapat mengalihkan pandanganku.


Pemandangan yang sangat menyejukkan, sang ibu masih tampak muda sekali tapi mereka berani menikah dan ada putri kecil yang lucu. Membuatku iri.. batinku.

__ADS_1


Dan ternyata Firgie memperhatikanku.


"Dimakan yang lahap buburnya, jangan memperhatikan orang lain," ujarnya lirih.


Aku yang merasa tertangkap, segera menatap pria di sebelahku. Duhh jadi malu, jangan-jangan Firgie tau apa dalam otakku. Akupun spontan tersenyum menanggapinya.


07.30 saat ini Firgie membawaku kembali ke rumah..


Alhamdulillah sampai, batinku.


Akupun segera masuk melewati gerbang hendak bersiap.


Firgie, kenapa ia mengikuti masuk? Duhh, bagaimana menyuruh Firgie pulang..


"Kau bersiap nanti aku antar ke halte Bulak Kapal supaya gak terlambat," ujar Firgie.


Duhh, masa berangkat ke kajian diantar cowo. Bagaimana kalau Mbak Alika melihat? Kenapa Firgie gak memahami ini sih..


"Maaf Gie, aku berangkat sendiri aja gak usah di anter?" ujarku.


"Emang malu aku anter?" ujarnya lagi.


Gimana menjelaskan padamu Gie, malunya bukan pada sosokmu, tapi malunya sama hubungan ini. Apalagi yang mau aku temui Mbak Alika yang agamanya bagus.


"Bukan begitu, please.. aku berangkat sendiri aja ya? nanti aku kabari kalau sudah sampai tempat kajian," lirihku.


Firgie masih menatapku, dan akhirnya ia mengangguk..


🌷🌷


08:05 aku tiba di halte Bulak Kapal


Seorang wanita dengan gamis berwarna ungu duduk cantik disana, Mbak Alika.


"Maaf ya mbak aku terlambat," ujarku.


"Gpp, ayo berangkat. Kita naik angkot 13A Ly," ujarnya.


Akhirnya kami naik angkot yang berada paling depan, agar tidak terlambat.


Dan disaat angkot yang kami naiki mulai melaju. Aku serasa melewati sosok yang tak asing, dengan satria merahnya. Ia menatap terus angkot yang kunaiki hingga menjauh. Firgie.. Rupanya diam-diam ia mengikutiku. Kembali sesak rasanya.


Dan akupun mengirim pesan padanya,


"Lekaslah pulang ibumu pasti sudah menunggu,"


"Iya, aku hanya memastikanmu menaiki angkot dengan aman," jawabnya.


"Terima kasih, aku silent ya ponselku,"


"Jangan lupa mengabari!!!" tambahnya.


"In syaa Alloh,"


🌷


"Mbak tadi lamakah menungguku?"


"Nggak, aku juga baru sampe kok" jawab mbak Alika.


"Nanti tema kajiannya apa Mbak?" tanyaku.


"Tujuan Penciptaan Manusia," jawab mbak Alika.


"Ohhh, jadi tambah penasaran isi materinya mbak,"


"Materinya bagus Ly, Mbak pernah ikut kajian dengan materi serupa. Dan sangat menggugah iman Mbak.."


"O ya, kamu gak bosen kan mbak ajak ke kajian lagi?" tambahnya.


"Malah Lyra seneng kok mbak, makasih mbak inget Lyra."


Tadi pagi aku bersama Firgie dan kini aku berangkat ke kajian, apa aku hambaMU yang munafik ya Robb ... Ampuni hamba ...

__ADS_1


🌷🌷🌷


#Happy reading☺❤❤


__ADS_2