
"Kau mencari Lyra kan? dia di sudut sana sejak tadi" ujar Friss.
Sejak tadi?? Apa Lyra melihat ciumannya* dengan Friss tadi.. batin Dimas kembali bergejolak.
๐๐๐
"Aku harus menemui Lyra, Fris!" ujar Dimas.
"Nanti sayang... Lihat! ini masih sesi pemotretan. Setidaknya tunggu sampai suasana sepi" ucap Fris.
Beberapa saat kemudian sesi foto telah selesai. MC menyampaikan bagi yang ingin mendoakan kedua mempelai silahkan naik dan bersalaman dengan kedua mempelai.
"Kau mau naik sekarang Ly?" tanya Firgie kepad Lyra yang masih tampak murung setelah pemandangan tadi.
"Boleh, aku tak ingin berlama disini." Ujar Lyra..
Merekapun ikut berbaris di antrian yang menuju kepada kedua mempelai berada.
Mataku terus menatap mas Dimas di kejauhan, tak lama tatapannya pun menangkapku, ia menemukanku. Ia tak membiarkan pandangannya lepas dari mataku. Segera ku palingkan wajahku berpura tak melihatnya.
Hingga akhirnya kami telah berada tepat di hadapan kedua mempelai.
Firgie berada di belakangku, kuulurkan tangan kepada mbak Fris.
"Selamat ya mbak.. Semoga kalian selalu bahagia" ujarku dengan senyum terbaik ku berikan padanya.
Kuulurkan tanganku pula pada mas Dimas.
"Selamat mas...." hanya kata itu yang mampu kuucapkan.
Mas Dimas masih menahan tanganku, berusaha ku lepas tapi sangat sulit.. Firgie yang melihat segera menarik tanganku dan mengajakku berlalu.
Dibawah panggung kami berpapasan dengan tante Arini.
"Lyra, tante mau bicara!" ujarnya.
"Iya tante..." balasku.
Tante Arini mengajakku ke ruang ganti yang tampak sepi.
"Makasih ya nak sudah datang, kau sangat cantik dengan gaun yang kau pakai, sangat elegan" ujarnya.
Kubalas ucapannya dengan anggukan kepalaku dan senyum tipis di bibirku.
"Kau tau Lyra, aku menyukai sosokmu sejak kita bertemu. Melihatmu, aku seperti melihat pantulan diriku 26 tahun silam." Ujarnya.
"Lyra tolong maafkan Dimas, jika selama ini sering membuatmu sedih. Terima kasih pula kau telah mengikhlaskan putraku." ujarnya lagi..
Aku balas stiap kata-kata tante Arini dengan senyum dan anggukan.
"Dan aku juga senang kau sudah menemukan pengganti Dimas, laki-laki yang bersamamu tadi kelihatannya sangat menjagamu. Seperti doa yang ku berikan pada Dimas dan Friss, akupun mendoakan kebahagiaanmu selalu sayang.." ucap tante Arini kembali.
"Terima kasih tante" ujarku.
Tante Arini memelukku sebelum akhirnya kami berdua sama-sama keluar dari ruangan itu.
Dan Firgie disana..
Ia menungguku, tampak pandangannya berseri setelah menangkap wajah kekasihnya kembali.
__ADS_1
"Kau mau makan sesuatu kah Ly? akan ku ambilkan.." ujar Firgie
"Somay boleh, thanks ya Gie.." lirihku dan sesaat bayang firgie tak terlihat.
Namun tiba-tiba sebuah tangan menarikku, membawaku jauh dari riuhnya pesta.. Kucoba melepaskan tangan yang menarikku, kutatap wajahnya tapi ia bahkan semakin mengeratkan tanganku membawaku jauh ke sudut dan masuk ke sebuah ruangan yang tampak berbagai alat kebersihan disana. Ia seketika mengunci ruangan tersebut.
"Lyra.. maaf membawamu kesini.."Ujarnya.
Aku tak bergeming..
Tiba-tiba terlintas adegan kissing yang dilakukan pria itu dengan mbak Friss di depan tadi membuatku sangat muak melihatnya.
"Lyra.. lihatlah aku!" lirihnya.
"Kau marah Ly? Apa kau melihat aku tadiii....
"Jangan membahas itu mas!... Cukup katakan apa yang saat ini ingin kau katakan, dan biarkan aku pergi.." lirihku.
"Lyra, terima kasih kau sudah datang. Kau tau.. Kau sangat cantik hari ini.." ujarnya.
"Kau sudah selesai? biarkan aku pergi mas.." ujarku.
"Lyra.. Dengarkan mas!! Mungkin hari ini pertemuan kita terakhir. Aku dan Friss telah mengajukan resign, kami memutuskan untuk pindah ke Bandung setelah menikah. Aku akan mengurus usaha ayah disana."
Mendengar Mas Dimas akan pergi. Aku mengangkat kepalaku yang sejak tadi ku tundukkan.. Kutatap wajahnya, Apa kau benar2 akan meninggalkanku mas. Batinku.
Kutahan air mata yang memaksa keluar.
"Itu bagus mas" lirihku. Seperti biasa aku sembunyikan perihku. Aku tidak akan membuatmu bimbang dengan melihat tangisku.
"Seperti aku telah berjanji padamu sebelumnya, aku akan berusaha menjadi suami yang baik untuk Friss dan ayah yang baik untuk anak-anakku kelak.."
"Lyra, kita berdua akan berusaha hidup dengan baik." lirihnya.
Ia menarikku kepelukannya...
Ia terisak..
Akupun tak bisa membendung lagi tangis yang sejak tadi tertahan..
Badanku serasa lemah, terasa sangat sesak memenuhi dadaku..
Aku pasrah dengan pelukan yang dilakukan mas Dimas kini..
"Lyra.. kau baik-baik saja.." Mas Dimas tampak merasa lemahnya tubuhku dipelukannya.
Ia mendudukanku di sebuah kursi di sudut..
Mas Dimas duduk bertumpu pada lututnya di bawahku tampak kekhawatiran di wajahnya.
"Maaf mas.. aku sudah berusaha tegar selama ini tapi sekarang aku malah menunjukkan kelemahanku..."lirihku.
Mas Dimas kembali memelukku...
"Sayanggg... maaf.. kehadiran mas di hidupmu memberi banyak luka... Luka yang menyakiti kita berdua..."
Kulepaskan pelukan mas Dimas..
"Kau akan pergi selamanya kah mas??" lirihku.
__ADS_1
Mas Dimas tampak berdiri dari duduknya.
"Aku tidak tau, yang pasti didekatmu pun itu juga tidak baik..." gumamnya.
Butiran air tampak kembali keluar di sela mata kami berdua..
"Kau hidup dengan baik ya Ly, aku yakin Firgie orang yang tepat untuk menjagamu.."
Kudangakkan kepalaku mendengar setiap kata dari bibirnya. Kupukul dada mas Dimas berulang kali.. "Aku sangat membencimu mas.. sa - ngat membencimu..." lirihku.
"Lyra..."
Mas Dimas menghapus air mataku. Melingkarkan tangannya di leherku, menempelkan kepalaku kedadanya, mengecup kepalaku sangat lama...
"Pergilah mas, istrimu sudah cukup lama kau tinggalkan" lirihku.
"Tapi kau??"
"Aku akan segera baik-baik saja." Kudorong tubuh mas Dimas menjauh..
"Pergilah.. Tinggalkan aku..." lirihku lagi.
Dengan gontai mas Dimaspun berlalu...
๐๐๐
*Sesaat setelahnya..
Aku kembali ke kerumunan pesta setelah kurapikan makeupku di toilet..
Lumayan menyamarkan tangisku...
Firgie tampak berlari ketika melihat kehadiranku..
"Kau darimana saja Lyra??" ujarnya panik.
"Aku berkeliling tadi Gie.. maaf membuatmu khawatir..." ujarku dengan senyum yang kupaksakan ke arahnya..
"Gie... aku ingin pulang sekarang!!"
"Baiklah..."
Setelah berpamitan dengan tante Arini kami memutuskan untuk pergi dari tempat itu..
Aku menatap mas Dimas sesaat dari kejauhan, iapun sedang menatapku...
Dan tak lama jarak kami semakin menjauh... sangat jauh..... antaraku dan mas Dimas.....
*POV Firgie
Tadi Dimaspun menghilang dari pesta, apa kau tadi bersamanya tadi Ly??
Apapun itu, aku berjanji tidak akan pernah meninggalkanmu. Seperti yang dilakukan Dimas hari ini....
*****
๐Mohon dukungannya selalu ya...
Klik tombol Like dan beri komen atas karya Thorโบโค
__ADS_1
#Happy Reading๐