Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah

Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah
Kak Fida Melahirkan


__ADS_3

Lanjuutt yaa👋☺..


●Jangan lupa like, komen, vote dan rate untuk karya Thor ini yaa, happy reading❤❤


🌷🌷🌷


🌻KEDIAMAN UTAMA BANDUNG


Dan sampailah dirumah kini. 1 kantong ketoprak di tangan kanan dan 1 kantong cake di tangan kiri menjadi tampakan mas Dimasku saat ini.


Pintupun terbuka,


Seorang gadis kecil cantik dengan dress bergaris selutut dan taburan bedak diwajahnya menghipnotisku saat ini. Seketika ia berlari memelukku ketika bayang kami telihat matanya.


"Ayah Bunda kenapa lama?" ujarnya sambil terus mengeratkan pelukannya padaku.


Akupun bersimpuh menyamakan tinggi kami, "Cantiknya Bunda, hmm ... harum sekali, Bunda jadi pengen cium terus nih," ujaku terus memburu Mayra dengan kecupanku.


"Bunda sudah peliksa? Apa dede bayi sehat?" celoteh Mayra penuh tanya kembali.


Akupun segera berdiri, "Kita mengobrolnya disofa yukk!!"


"Iya Bundaa ...."


"Ayo celita Bund!!" lirih Mayra yang duduk disisiku sambil terus memeluk dan menghirup aroma tubuhku." Dan mas Dimas terlihat ikut duduk mengangkat putri kecilnya kepangkuannya.


"Cantik Ayah, nempel sama Bunda terus, memang gak kangen sama Ayah?" ujar Mas Dimas sambil menciumi Mayra.


"Ayah ... geli Ayah ... klo ayah cium, Mayla jadi geli ada ininya ( menyentuh bulu-bulu tipis di wajah sang ayah."


"Tapi ayah tampankan?"


Mayrapun mengangguk sambil berujar, "Ayah paling tampan sedunia." Mayra mencium pipi sang ayah setelahnya.


"Oya, Ayah punya berita gembira untuk Mayra,"


"Apa itu Yahh??"


"Didalam perut Bunda sekarang ada 2 adik bayi," tampak antusias mas Dimas.


"Adik bayi Mayla ada 2 Yah?"


"Iya Sayang ...."


"Yeaaa, Mayla nanti punya 2 adik bayi. Makasih Ayah, Bundaa," Mayra seketika menciumku dan Mas Dimas bergantian.


Aku yang melihatnya, merasa bahagia dan lengkap sekali hidupku. Terima kasih ya Robb, setelah memberiku suami plus anak yang menggemaskan seperti Mayra, kau menitipkan pula 2 janin di rahimku. Seketika merasa haru kurasa, dan tak sadar air matakupun keluar dari pesembunyiannya.


"Ayah, Bunda kenapa menangis," ujar Mayra yang menangkap keharuanku.


"Ada apa Sayang, apa ada kata-kata Mas yang menyakitimu?" mas Dimas langsung memelukku diikuti Mayra memelukku pula disisi yang lain. Dan semakin tumpahlah tangis kebahagiaanku.


"Bunda, Mayla minta maaf kalau Mayla nakal!!" celoteh Mayra menambah haruku semakin membuncah.


"Jangan menangis lagi Sayang, nanti baby twins ikut sedih," ujar mas Dimas berusaha menenangkanku.


Akupun menghentikan tangisku, "Mass, terima kasih kau dan Mayra sudah hadir dalam hidupku ... Mayra tidak nakal kok. Mayra anak Bunda yang sangat pintar," tambahku.


"Ohh, kenapa kau jadi begitu sensitif. Mas yang terterima kasih Lyra sudah mau jadi bagian hidup mas kembali."


"Mass ...."


"Iya sudah, oiyaa tadi kan kita beli ketoprak kenapa sampai lupa. Kita makan di ruang makan yuk!!" ajak mas Dimas sambil membasuh air mataku.


"Yeaa, Ayah tau aja Mayla lagi pengen ketoplak,"


"Bukan Ayah yang tau, tuh Bunda yang inget," ucap mas Dimas sambil melirikku dan melontarkan senyumnya.




"Bagaimana, enak tidak ketopraknya?


"Kenapa ayah hanya beli 2 bungkus?" ucap Mayra.

__ADS_1


"Ayah tidak suka ketoprak," tegas mas Dimas sambil terus menatapku dan Mayra yang sedang asik menyantap ketoprak dihadapan kami.


"Dulu ayah suka kan?"


"Iya dulu, sekarang nggak suka lagi," ujar mas Dimas lagi-lagi melirikku yang lahap memakan tiap potong lontong dan tahu dalam balutan bumbu kacang tersebut.


"Kayaknya melihat kalian lahap sekali makannya, ketoprak Mayra rasa apa sih?"


"Lasa ketoplak dong Ayahh," celoteh Mayra.


"Kalau ketoprak Bunda rasanya kayaknya beda nih," mas Dimas tampak menggodaku.


"Sama kok Mas, nih coba, A ... ayo buka mulut Mas!!"


Dan akhirnya kupaksa masuk 1 sendok potongan lontong dan tahu ke mulut mas Dimas. Tapii ...


"Oppp ... maaf ayah tiba-tiba mual," mas segera kedapur dan memuntahkan potongan lontong tersebut.


"Kenapa, apa tidak enak?"


"Ketoprak bunda rasanya aneh ...." ucap mas Dimas.


"Biasa aja kok Mas,"


"Ketopak bunda rasa Mantan dan Ayah tidak suka!!!"


"Masss ... ahhh, kufikir benar-benar tidak enakk."


●●●●


🌻Sholat Magrib baru saja kutunaikan. Dan mas Dimas seperti biasa di sabtu malam ada kajian di Masjid sampai masuk Isya, dan dilanjut dengan ibadah isya berjamaah setelahnya.


Dan aku, sebulan ini memulai aktifitas baru bersama Mayra setelah sholat magrib aku mengajari Mayra membaca Iqro.


"Bagus, sekarang yang ini,"


"Ja-Ba-Sa,"


"Ini Tsa, bukan Sa. seperti huruf Ba tapi titiknya 3, Tsa. Ujung lidah coba Mayra tempelkan ke pangkal gigi seri atas."


"Iya, pintar sekali. Sekarang yang ini."


"Lo-Ta-Ba, A-Ja-Sa, Ba-Lo-Lo, Ho-ha-Ba."


"Oke tunggu sebentar Sayang. Ini ha kecil ada titik di atas dibaca Kho bukan Ho, keluarnya dari tenggorokan, Mayra coba ya ...."


"ho, ho,"


"Ulang lagi sampai masuk tenggorokan Sayang,"


"Kho, Kho, seperti olang ngolok ya Bun?"


"Nahh pintar, Mayla liat Mang Diman Ngolok Kho, Khoo ...."


"Pintar, lucu banget sih Mayra. Kita lanjut 2 baris lagi ya Sayang,"


"Ta-A-Lo, Da-Ba-Tsa, Kho-ha-Ja, Ba-A-Tsa, A-ho-Tsa, Lo-Za-Ta.."


"Tunggu, tunggu ... Hayoo Mayra lupa ya, huruf Da ada titik dibaca bukan Za tapi Dza. Ujung lidah Mayra ditempel di ujung gigi seri atas, coba yaa,"


"Dza, dza, dza ... benel Bun?"


"Pintarr, sekarang yang paling bawah ...


"A-Ba-Ta-Tsa-Ja-Ha-Kho-Da-Dza-Lo,Za. Shodaqollohul'adziimmm."


"Pintar, untuk besok berarti Sa dan Sya. Okee, pas sekali adzan Isya. Mayra boleh main lagi, Bunda mau langsung sholat Isya."


"Mayla juga mau sholat Bund ...."


"Ohh, Sayang.. Oke, Mayra ikuti gerakan bunda nanti ya."


"Pakai keludung aja gpp Bun?"


"Gpp, besok Bunda beliin mukena yaa, sekarang pakai kerudung dulu."

__ADS_1


"Yang gambal putli Elsa ya Bun, walna ungu," celoteh Mayra kembali request yang diinginkan.


"Iya Sayang, gemes banget sih Bunda sama Kamu," kuciumi kembali putri kecilku baru setelahnya kulaksanakan ibadah Isyaku.


●●●●


🌻PUKUL 21:00


Mas Dimas masih fokus dengan laptop di hadapannya. Dan Mayra tampak sudah terlelap disisiku setelah sebelumnya berusaha keras menghafal Do'a untuk orang tua.


Dan aku sibuk dengan ponsel ditanganku kini, sambil sesekali kucamil Bolen di nacash. Hingga kulihat status WA kak Fida ...


"Mass, Kak Fida sudah melahirkan. Lihat ini mas, ohh ... lucunya bayi mereka Mas,"


Dan Mas Dimas seketika duduk menghampiriku. "Coba lihat!!"


"Wahhh, istri melahirkan tidak mengabari Fahmi. Coba Mas telfon yaa."


Panggilan videopun berlangsung kini ...


"Assalamu'alaikumm, selamat Bro. Tidak ada kabar ternyata istrimu sudah melahirkan rupanya."


"Wa'alaikum salam, Iya Dim. Sorry, maklum ayah baru lagi sibuk ngurus baby."


"Laki-laki atau perempuan bayimu?sudah diberi nama?"


"Alhamdulillah perempuan Dim, Salsabila Khaira Qonita namanya."


"Nama yang indah. Oya, kalian masih dirumah sakit atau sudah di rumah?"


"Darah tinggi Fida kembali naik hingga 200/100. Karena pembukaan tak jua bertambah, dokter menyarankan Caesar untuk keselamatan keduanya. Jadi kami masih di rumah sakit saat ini."


"Kak Fida, dulu waktu Irsya juga seperti itu Mas, Mass ... aku mau kesana. Kasihan Kak Fida, dan Mas Fahmi pasti repot."


Karena videoCall masih berlangsung, mas Fahmipun mendengar semua penuturanku.


"Haii Itu suara Lyra kah? Bagaimana kabar kalian? Tidak perlu hawatir dengan kami Ly. Utinya Irsya tadi sore datang. Jadi Mas tidak repot. Fida juga sudah tidur. Oya, ini ada Irsya, dia selalu menanyakanmu. Kau mau bicara??"


"Mau Mass."


"Undaa ... Ichaa tanen nih. Unda gak pulang-pulang sihh. Undaa ... Ichaa udah puna adik bayi niihhh. Luchuu dehh, bunda kecini dong," dan celoteh Isya membuatku berlinang.


"Bunda juga kangen Irsyaa, Irsyaa jangan nakal ya sama Dede bayi ya. Dengerin klo abi Fahmi bicara. Irsyaa anak pintar kan?"


"Undaa tenapa nanis, dangan nanis Undaa. Mana Mayla. Kata abi Undaa sekarang Undanya Mayla, belalti Unda gak sayang Ichaa lagi dong?"


"Mayra sudah tidur Sayangg, cium dan peluk Bunda untuk Irsyaa. Bunda selalu sayang Irsyaa ..."


"Ichaa juga selalu sayang Undaa. Oya, ini Abi mau bicala sama Om," seketika telepon diserahkan kepada Fahmi oleh Irsya.


Akupun menyerahkan telfon juga pada mas Dimas sambil kuseka air mataku.


"Sorry Dim, Irsya jadi buat istrimu menangis. Aku juga bingung dengan ikatan mereka. Gimana, sudah ada kabar baik belum? calon ponakan??"


"Alhamdulillah kandungan Lyra sudah berusia 5 minggu Fah."


"Alhamdulillah, pantas ia begitu sensitif tadi. Begitulah Dim, kau akan terbiasa nanti, saat hamil suasana hati mereka mudah berubah-ubah, mudah sedih, tiba-tiba begitu bahagia, mudah sensitif. Ya, kita bawa enjoy saja. Oya, ceritakan tentang rukomu yang sempat terbakar, semua sudah kembali normalkah?"


"Alhamdulillah pengerjaan sudah selesai, besok rencananya furniture masuk dan do'akan bisa segera beroperasi kembali."


"Aamin, Amiinn ... Terus kelanjutannya gimana kedepan? Kalian akan menetap di Bandung atau Bekasi?"


"Kami belum membicarakannya Fah,"


"Okelah, dimana saja asal kalian akur dan selalu bahagia aku ikut senang. Hanya saja rumahmu disini bagaimana ini? tidak ada yang mengurus."


"Akan kufikirkan nanti Fah, Oya sudah malam, selamat beristirahat dan titip salam untuk Fida."


"Siap Dim, thanks. Assalamualaikum."


"Wa'alaikumsalam ...."


🌷🌷🌷


🌻Slowdown dulu kita ya, sambil menanti detik-detik kemunculan Friss😊

__ADS_1


🌻Happy Reading❤❤


__ADS_2