
Mas Mario masih terbaring ditempat tidur dalam keadaan mata terpejam,namun dia dengan begitu mudahnya mengenaliku padahal bersuara saja aku tidak.
"Ini tadi mama buatkan minuman hangat untukmu!"
"Taruh saja disitu!nanti aku minum."
"Minum dulu mumpung masih hangat!"
Matanya terbuka berusaha bangkit lalu duduk di tempatnya tadi berbaring.
"Ini diminum dulu!"
Di menerimanya cangkir berisi minuman hangat yang kusodorkan padanya.
"Terima kasih ya buat minumannya,juga maafnya!"
Ucapnya sambil menyeruput minumannya.
'Tok,tok,tok'
"Den Rio,non Rara!"
Suara bibi dari luar pintu memanggil kami.
"Iya bi,masuk saja tidak dikunci kok!"
"Maaf non,ini untuk mengompres den Rio."
"Iya bik silahkan!"
Aku berjalan menjauh dari mas Rio,supaya bibi lebih leluasa mengompres mas Rio.
"Anu non,maaf tadi nyonya bilang saya hanya disuruh mengantarkan saja biar non yang ngompres!"
"Memangnya bibi nggak mau ngompres?"
"Maaf non saya hanya menjalankan perintah dari nyonya,permisi ya non,permisi den!"
"Iya bi terima kasih."
Ucap mas Mario pada bibi yang hendak keluar dari kamarnya.
Dengan terpaksa aku mengompres dahinya dengan handuk kecil yang telah dibasahi air hangat.
Saat tanpa sengaja tanganku menyentuh dahinya,benar-benar panas sekali sampai-sampai aku dengan sengaja mengulang untuk menyentuh dahinya dengan punggung tanganku.
"Astagfirullah panas sekali badanmu mas!"
__ADS_1
"Tidak apa-apa,buat istirahat nanti juga sembuh."
Jawabnya sambil kembali memejamkan mata.
"Istirahatlah!"
"Hhhmmm!"
"Lain kali jangan hujan-hujanan kayak tadi lagi! kalau sakit begini susah sendiri kan?"
"Lain kali kalau diajak bertemu datanglah tepat waktu supaya aku tidak berlama-lama menunggumu sampai kehujanan begini."
"Maaf.....lagi pula kan kamu yang salah!"
"Kan aku sudah minta maaf,tapi kamu keras kepala!"
"Kesalahanmu tidak patut dimaafkan!"
Aku mendengus kesal,kemarahan yang awalnya sudah sedikit melunak kini seolah terungkit kembali membuatku kembali marah padanya.
"Lalu aku harus bagaimana supaya dapat maaf yang tulus darimu?"
Aku hanya diam sambil mencelupkan kembali handuk basah untuk mengompres dahinya sambil sesekali melirik kearahnya,sebenarnya melihat dia tak berdaya seperti ini rasanya ku sangat kasihan namun jika teringat kelakuannya tak pantasnya yang sempat dilakukan padaku membuatku benar-benar muak padanya.
Jadi seperti inikah kelakuan sesungguhnya laki-laki yang selama ini menjadi idola hampir semua wanita di sekolahku,termasuk juga diriku sendiri.
"Katakanlah!"
"Ma.......apa perlu kita bawa dia kerumah sakit?"
Tanyaku pada mama yang masih asyik mengobrol dengan papa dan kak Rendi diruang tengah.
"Dia? maksudmu Rio?"Tanya mama padaku saat aku duduk diantara mereka.
"Iya ma."
"Bicaralah yang sopan tentang dia,dia itu calon suamimu!"
"Iya,iya mama!"
"Memangnya demamnya belum turun juga?"
"Belum ma,bahkan sampai dia mengigau dalam mata terpejam."
"Benarkah?"
Tanya papa padaku.
__ADS_1
"Kalau papa dan mama tidak percaya,kita lihat keatas sekarang! kakak juga boleh ikut!"
Aku berjala menuju anak tangga dan menaikinya.
"Ayo!"
Ajakku pada semua orang yang sedari tadi hanya terdiam saling pandang,kini mulai berjalan mengikutiku.
Mama mendekat kearah mas Rio,menempelkan punggung tangannya ke dahi serta pipi mas Rio.
"Iya pa,masih panas!"Bisik mama sambil memandang kearah papa.
"Ra.....! aku minta maaf.....!"
Dengan lirih mas Mario memanggil serta masih meminta maaf padaku dengan suara serak serta mata terpejam.Sepertinya dia mengigau lagi ,membuat semua orang yang ada dikamar mas Mario sontak memandang tajam kearahku dengan tatapan curiga.
Kenapa juga harus mengigau dan mengatakannya didepan semua orang!
Sungguh menyebalkan! Sedang sakit saja masih bisa membuat ulah seperti ini.
Batinku sambil berusaha menenangkan diri agar emosiku tidak melesak.
"Itu nggak perlu dibawa kedokter apalagi rumah sakit,kamu lah obatnya.Dia sakit gara-gara kamu itu...!"
"Apa iya? aku tidak melakukan apapun padanya!"
Aku berjalan cepat keluar dari kamar mas Rio menuju kamarku dengan diiringi deraian air mataku,dadaku terasa sesak hingga sulit untuk bernafas.
Memangnya dimana salahku? bukankah dia yang melakukan kesalahan? kenapa jadi aku yang disalahkan!
Aku menangis sejadi-jadinya menutup wajahku dengan bantal dalam keadaan tubuh tertelungkup di atas tempat tidur.
"Sayang.....sebenarnya apa yang terjadi diantara kalian?"Mama duduk ditepi tempat tidurku.
"Aku nggak salah seperti yang dituduhkan kakak ma!"Aku bangkit dari tempat tidurku lalu duduk di samping mama.
"Mama tau,mama tidak pernah menyalahkanmu begitu juga dengan kakak."
"Bukankah mama dengar sendiri apa yang di ucapkan kakak padaku!"
"Kamu salah paham nak,bukan begitu maksudnya!"
"Lalu apa ma! jelas-jelas kakak menyalahkanku!"
"Sayang....entah apa masalah yang terjadi diantara kalian sekarang ini,yang dibutuhkan Rio adalah kamu sayang.Ketulusan hatimu adalah obat untuknya."
"Maksud mama apa?"
__ADS_1
Kata-kataku mulai melunak,mama mengusap air mataku yang mengalir di pipi membanjiri serta menggenangi kamarku.
BERSAMBUNG......