Bahasa Cinta

Bahasa Cinta
Yasmin,


__ADS_3

Hari ini Yasmin sudah di perbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit, karena dokter telah menyatakan bahwa kondisi Yasmin dan calon bayinya dalam keadaan baik. Hanya saja dokter berpesan agar Yasmin jangan terlalu banyak fikiran dan harus banyak istirahat serta banyak mengkonsumsi makanan sehat untuk ibu hamil.


Dalam minggu minggu ini aku telah disibukkan dengan segala surat menyurat untuk kepindahan tempat tinggal, serta mengurus pendaftaran kuliahku di luar kota tempat mas Rio tinggal. Juga persiapan acara resepsi pernikahan kami yang akan segera dilaksanakan beberapa bulan lagi.


Bagaimanapun juga pernikahan kami tidak bisa terus menerus disembunyikan dari publik, apalagi keluarga mas Rio bukanlah dari keluarga orang biasa. Pasti akan langsung menjadi perbincangan khalayak umum jika kami ketahuan tinggal bersama tanpa mereka ketahui bahwa sebenarnya kami telah menikah siri sejak beberapa bulan lalu.


Hari ini Yasmin pulang bersama kami kerumah mas Rio, kami tinggal berempat untuk sementara waktu. Karena besok pagi pak Pras berencana membawa pulang Yasmin ke kediaman mas Rio untuk diperkenalkan dengan keluarga Wijaya yang kini menjadi wali dari keluarga pak Pras yang kini telah menjadi yatim piatu.


Rencananya kami berempat akan pergi bersama, namun karena ada hal yang belum selesai disini jadi aku harus tetap tinggal untuk sementara waktu sampai urusanku selesai.


Sedangkan mas Rio juga harus ikut kembali ke kotanya bersama pak Pras dan juga Yasmin, karena urusan pekerjaannya yang sudah menanti sejak kemaren.


Sebenarnya aku merasa sedikit cemas karena takut jika suatu saat nanti keluarga Yasmin akan datang pada keluargaku untuk mencari Yasmin. Karena tidak mungkin aku berbohong dan berpura pura tidak mengetahui keberadaan Yasmin sedangkan aku tau dimana dia sekarang.


Hal tersebut sempat aku diskusikan bersama Yasmin, mas Rio dan juga pak Pras sebelun mereka pergi. Yasmin memintaku untuk jangan memberitahukan keberadaannya kepada siapapun termasuk keluarganya, kareba dia sendiri yang akan pulang bersama dengan calon suaminya kelak. Sedangkan hal tersebut sangat bertolak belakang denganku yang takut membuat keluarga Yasmin cemas karena tak menemukan keberadaan Yasmin.


Sebenarnya Yasmin ada benarnya juga mengingat keluarganya yang menyarankan Yasmin untuk menggugurkan kandungannya, mungkin itulah alasan Yasmin tidak ingin bertemu dengan keluarganya untuk saat ini.


Sore itu aku baru saja berkemas untuk mempersiapkan diriku pergi meninggalkan keluarga tercintaku, karena sore ini aku akan pergi dan pindah ke kediaman Wijaya. Keluarga suamiku tinggal.

__ADS_1


Rintik rintik air hujan membasahi tanah dengan bau khasnya. Aku masih berkemas sambil menunggu jemputan dari pak Pras bersama keluargaku yang hendak ikut serta mengantarkanku pergi kekediaman mertuaku kali ini.


Mama, papa, kak Rendi dan juga kak Rosa juga ikut serta. Maaf aku sempat melewatkan satu hal, bahwa kak Rendi dan kak Rosa akhirnya resmi menikah tiga bulan yang lalu setelah kak Rosa berangsur membaik namun masih tetap melakukan perawatan serta pemeriksaan secara berkala. Dan kini kak Rosa memutuskan untuk berhijab, selain untuk menutupi kebotakan pada kepalanya akibat pengobatan yang ia jalani selama ini juga karena ia merasa sudah waktunya untuk menutup diri dari pandangan jahat pria diluar sana setelah diperisteri oleh kak Rendi.


Dan bagaimana sikap kak Rendi padaku? hufh aku merasa dia tidak akan pernah berubah meski kini telah menikah dengan kak Rosa sekalipun. Entah apa yang ada di dalam fikirannya selama ini, bahwa aku ini adalah adiknya tapi dia mencintaiku. Hah sungguh semua ini sangat memusingkan dan justru membuat kami terkadang merasa canggung saat bersama.


Terdengar suara klakson mobil mas Rio yang biasa di kendarai oleh pak Pras untuk membawaku dan mengantarkanku kemanapun. Suara klakson dan mesin mobil yang beberapa tahun belakangan ini menemaniku masih sangat ku hafal.


Baru saja terdengar suara pak Pras mengucap salam, memasuki rumah untuk menjemputku. Terdengar kembali suara mesin mobil lain berhenti tepat di halaman depan rumah. Tak lama setelah itu terdengar bibi memanggil mama, untuk memberitahukan bahwa ada tamu diluar. Bibi juga memberitahukan bahwa tamu tersebut memberitahukan bahwa mereka adalah keluarga Yasmin dari luar kota.


Mama langsung menatapku dengan tatapan penuh curiga dan seolah sedang menghakimiku lewat tatapan matanya yang tajam kearahku. Spontan aku langsung mengalihkan pandanganku kearah pak Pras yang sedang membantu membawakan koperku.


"Pak Pras! Gimana ini? " tanyaku panik.


Sedangkan pak Pras hanya menjawab dengan senyuman ringan tanpa beban lalu berjalan keluar membawa koperku melalui pintu samping lewat garasi agar tidak mengganggu pertemuan antara mama dan keluarga


Yasmin.


" Pak Pras! Kok pak Pras bisa sih tetap bersikap setenang itu?! "tanyaku heran dengan nada geram karena panik takut jika nanti ketahuan Yasmin ternyata sempat bersama kami, dan sekarang ini telah berada bersama keluarga Wijaya.

__ADS_1


" Tenang saja Nona, semuanya akan baik baik saja " jawab pak Pras santai sambil tetap tersenyum santai. Sedangkan aku berusaha mencuri dengar obrolan antara mama dan orang tua Yasmin di ruang tamu, sampai pada akhirnya aksiku hampir saja dipergoki oleh papa yang hendak ikut menemui keluarga Yasmin bersama mama.


Arrrrgh! Apa yang harus aku lakukan? Bagaimana jika keluarga Yasmin meminta Yasmin pulang secara paksa?!


Gumamku sendiri dalam hati sambil menjatuhkan tubuhku dengan kasar diatas sofa yang ada didepan tivi, karena merasa sedang bimbang sekarang ini. Sedangkan pak Pras justru menanggapinya dengan santai membuatku jadi merasa kesal sendiri.


"Mari Nona, kita berangkat sekarang. "ajak pak Pras mempersilahkan ku untuk berjalan melalui pintu utama. Aku masih bingung dengan sikap santai dan tenang yang pak Pras lakukan sedangkan aku justru masih panik sendiri dengan kedatangan Yasmin sekarang ini.


" Mari semuanya, "ucap pak Pras mempersilahkan semuanya untuk ikut karena sebentar lagi aku akan segera berangkat. Saat bertemu dengan kedua orang tua Yasmin tentu saja aku langsung menjabat tangan kedua orang tua Yasmin, lalu segera mencium punggung tangan mereka secara bergantian.


Pak Pras membukakan pintu mobil untukku lalu mempersilahkan ku masuk dan segera menutup kembali pintu mobil setelahnya. Sedangkan kedua orang tuaku satu mobil dengan kak Rosa dan kak Rendi.


Hal yang sempat membuatku terkejut adalah kedua orang tua Yasmin ternyata ikut serta bersama kami, tanpa aku ketahui semua orang seakan bersikap tenang sedangkan hanya aku saja yang masih merasa panik sendiri disini.


" Pak Pras, orang tua Yasmin ikut serta bersama kita? " tanyaku penasaran.


" Benar Nona, " jawabnya singkat masih sambil fokus mengemudikan mobil yang kami tumpangi.


Pikiranku masih bertanya tanya tiada henti, bagaimana bisa keluarga Yasmin tau bahwa Yasmin bersama kami? Dan bagaimana mungkin semua orang bersikap setenang itu lalu ikut serta bersama kami sekarang ini.

__ADS_1


BERSAMBUNG,


__ADS_2