Bahasa Cinta

Bahasa Cinta
Salah tingkah


__ADS_3

Mas Rio mendekatkan wajahnya kearah wajahku.


"Kamu........"


Tubuhku saolah membeku,jantungku berdetak begitu cencang seolah sebentar lagi dadaku akan meledak seiring semakin dekat jarak antara wajahku dengan wajah mas Rio.Matanya memandang tajam kearahku membuatku semakin gemetar dan kulejamkan mata rapat-rapat karena tak sanggup lagi menatap wajahnya yang kian dekat.


"Kamu.....harus patuh!karena telah membuat keputusan."


Bisiknya saat bibirnya mulai dekat dengan telingaku.


"Buka matamu!"


Mas Rio memalingkan wajahnya dengan menyunggingkan senyum di ujung bibirnya sembari menggelengkan kepala,lalu kembali melajukan mobil ditengah keramaian jalanan kota.


Aku benar-benar tak paham dengan sikap orang ini,terkadang dia terlihat begitu baik namun kadang dia nampak cuek,dingin dan sangat menakutkan.


Aku tak tau apakah jika tadi aku menolak lamaran dari keluarganya maka aku akan dilepaskan begitu saja dari perjodohan ini,awalnya aku menerima perjodohan ini karena aku sendiri dan keluarga khawatir kak Rendi akan terus berharap padaku untuk bersama.


Namun kini kami semua sudah sama-sama tau bahwa aku dan kak Rendi memang saudara meski hanya sepupu,namun kak Rendi mulai paham jika pada kenyataannya Allah tak akan pernah merubah takdir kami sebagai saudara.


Mungkin jika tadi aku menolak lamaran keluarga Wijaya tanpa alasan yang tepat sekalipun pasti keluargaku juga tidak akan bisa memaksaku,namun kedua orang tuaku pasti akan sangat kecewa padaku.


Sejak bayi mereka merawat dan menjagaku dengan penuh kasih sayang,apakah pantas jika aku membalasnya dengan kekecewaan serta rasa malu karena telah menolak pilihan mereka untukku.


Bukan keterpaksaan namun suatu keharusan aku menerima perjodohan ini,selain statusku sebagai cucu kandung dari keluarga Anggara pernikahanku ini adalah sebuah tanda baktiku untuk kedua orang tuaku meski aku sendiri tidak yakin akan bahagia dengan pernikahanku kelak.


Mas Rio menghentikan kembali mobilnya,mataku menyapu sekitar dan ternyata mobil sudah terparkir di halaman rumahku.


"Eh! sudah sampai ya?"

__ADS_1


"Makanya jangan melamun terus!"


Jawab mas Rio sambil turun dari mobil dan segera membukakan pintu untukku.


"Maaf......"


"Hah? maaf!"


"Kenapa? apa kesalahanku tidak pantas dimaafkan?"


"Bisa saja,tapi kamu harus mendapat hukuman!"


"Tapi ini kan bukan disekolah! kenapa harus ada hukuman segala?"


"Kamu membantah?!"


"Maaf pak!"


"Iya pak,maaf saya salah."


Meski aku sendiri tak tau apakah kesalahanku sefatal itu sampai-sampai aku harus mendapat hukuman.


Mas Rio terdiam sambil menyandarkan tubuhnya pada mobil setelah aku turun.


"Saya masuk dulu mas."


Mas Rio memegang lenganku untuk menghentikan langkahku saat hendak berjalan masuk meninggalkannya.


Mataku spontan beralih melihat

__ADS_1


ke arah mas Rio setelah kulihat tangannya memegang tanganku lalu dia buru-buru melepaskannya.


"Maaf,aku cuma mau mengantarkanmu sampai kedalam sesuai pesan mami."


"Aku berjalan beriringan dengannya lalu dengan cepat mas Rio memencet bel,mungkin takut kalah cepat dariku.


"Assalamu'alaikum....."


Ucapku saat bibi membukakan pintu.


"Walaikum salam non,silahkan den."


Bibi mempersilahkan mas Rio masuk.


"Ma.....pa....."


"Sudah pulang sayang? sama nak Rio?"


Tanya papa padaku yang langsung merebahkan tubuhku keatas sofa depan tivi disebelah mama sedangkan papa bangkit dan berjalan keluar menemui calon menantunya.


"Ma.....Rara istirahat dulu ya."


"Iya sayang."


Setelah masuk kedalam kamar,kubuka pintu menuju balkon dikamarku.Kurasakan semilir angin menerpa wajah dan tubuhku,saat kulihat kebawah ternyata mas Rio masih terdiam menyandar pada body mobilnya sambil mendongakkan wajahnya memandang kearahu.


Dia mulai salah tingkah dan langsung masuk kedalam mobilnya saat mengetahui aku melihat kearahnya,ternyata sedari tadi dia memperhatikanku rupanya.


Akupun langsung masuk kembali kedalam kamarku ketika melihat mobil yang mas Rio kendarai sudah menghilang dari jangkauan pandanganku.

__ADS_1


BERSAMBUNG.....


__ADS_2