
Semua sudah siap tersaji di meja makan dan kini mama sedang membantuku bersiap untuk acara malam ini.
"Ma.....apakah orang tua mas Rio akan menuntutku menjadi menantu yang sempurna dikeluarganya kelak?"
"Jadi kamu sudah tidak memanggilnya pak Mario lagi?"Pertanyaan mama seolah seperti menggodaku.
"Mama!"
Jawabku kesal.
"Lho mama kan cuma tanya."
"Iya,katanya selain di sekolah harus memanggilnya mas!"
Jawabku sambil memanyunkan bibirku.
"Eh....! ini bibirnya lagi di pakein lipstik,jangan di monyong-monyongin gitu!"
Gerutu mama yang sedang memoleskan make up tipis-tipis pada wajahku.
"Maaaa,tuan putrinya sudah siap belum? tamunya sudah pada dateng tuh!"
Kata kak Rendi yang tiba-tiba saja nyelonong masuk kedalam kamarku.
"Ih kakak kebiasaan,kalo masuk ketok pintu dulu kek!"
"Percuma ma didandani cantik-cantik tapi galaknya kayak gitu,kalau tau kamu galak kayak gitu mana mau Rio sama kamu!"
"Kakaaaaaaak!"
"Ssssst,kalian ini! mali didengerin tamu!"
Aku hanya bisa cemberut dengan sikap kak Rendi dan mama yang justru hanya saling melempar senyum untuk meledekku.
__ADS_1
"Maaaaa kok aku nggak pede ya pakai riasan gini? natural aja deh ya ma?"
Saat kulihat pantulan wajahku pada cermin yang ada dihadapanku.
"Cantik kok,liat deh cantik kan? ya kan Ren?"
"Ho'oh."
"Reeeeen,jawab yang bener!"
"Kalo aku jawabnya jujur nanti dikira bohong,kalo aku jawab bohong nanti dikira ngeledek."
"Ayo buruan turun! tadi bibi yang di suruh papa manggil mama dan Rara."
"Trus,kenapa malah kakak yang kesini?"
"Bibi lagi repot! Ayo buruan ntar aku gendong sampai kebawah lho!"
"Iya,iya bawel!"
Mama sudah menyiapkan semuanya sejak beberapa hari yang lalu untukku,saat aku memasuki ruang tamu untuk menemui kekuarga pak....mas Rio ternyata mas Rio mengenaka kemeja yang senada denganku,mungkinkah ini semua adalah setingan orang tua kami?
Sepertinya iya.
"Kamu cantik sekali sayang."
Tante Sarah tak hentinya memujiku,ketika aku menjabat tangan sert mencium punggung tangannya lalu dipeluk serta di ciuminya pipiku.
"Wah....aku balal ada saingan baru nih selain Zarra dihati mama nantinya."
Kata kak Reina sambil tersenyum penuh canda.
Mama dan papa langsung mempersilahkan semua untuk menuju ruang makan.
__ADS_1
"Silahkan nak Rio."
Papa menegur mas Rio yang masih diam mematung memandangiku sedari tadi membuatku salah tingkah.
"Rio......!"
Tante sarah menggoda putra tampannya.
"Eh,i...iya mam,mami duluan saja.ladies first."
Pak Mario tersenyum pada mamanya dan tatapan matanya kembali tertuju padaku membuatku menundukkan wajah karena tersipu.
Sedangkan Samuel yang ikut serta hanya tersenyum melihat kami secara bergantian dengan tatapan usilnya.
Setelah mengucap Basmallah serta salam om Dedi selaku orang tua mas Mario mulai membuka pembicaraan atas maksud kedatangannya bersama keluarga kecilnya berkunjung ke keluarga kami,selain untuk bersilaturahim mereka juga menjelaskan maksud kedatangan mereka secara khusus.
"Jadi maksud kedatangan kami kemari adalah untuk melamar ananda Maura anak kandung dari saudara Doni yang sudah memasrahkan serta mewakilkan kepada kakaknya,saudara Arya untuk anak kami Mario."
Hah! lamar? jadi,kedatangan mereka kemari untuk......
Bukankah katanya hanya makan malam untuk mendengar jawabanku atas perjodohan ini?
Aku bertanya-tanya dalam hati.
"Kami sangat berharap sekali jawaban dari saudara Arya akan sesuai dengan harapan kami"
Papa hanya bisa menjawab bahwa papa tidak memiliki alasan untuk menolak lamaran dari keluarga om Dedi,namun segala jawaban serta keputusan seutuhnya justru diserahkan padaku sebagai pihak yang akan menjalaninya.
Aku sendiri sebenarnya juga tidak punya alasan untuk menolah lamaran dari keluarga mereka apalagi lamaran ini sifatnya wajib karena jelas-jelas ini adalah acara perjodohan.
"Terima kasih untuk papa,karena segala keputusan telah dipasrahkan pada saya.Dengan mengucap bismillah,saya menerima lamaran ini."
Jawabku dengan gemetar,di iringi ucapak syukur dari semua anggota keluarga yang hadir.
__ADS_1
BERSAMBUNG.....