Bahasa Cinta

Bahasa Cinta
Tinggal di panti


__ADS_3

Selama aku tinggal di panti,semua penghuni panti bersikap begitu baik sama aku.


Mereka benar-benar manganggapku seperti keluarga,semua yang ada disini tidak ada yang dibeda-bedakan sama sekali.


Aku tidur sekamar dengan Dinda,Nina dan Ayu.


"Kak Rara kok belum tidur? masih belajar ya kak?"


Tanya Dinda padaku yang tempat tidurnya tepat diatas tempat tidurku karena tempat tidur disini semuanya memang bersusun.


"Eh Dinda,iya nih kakak masih belajar besok ada ulangan. Dinda belum tidur?"


Jawabku sambil pura-pura membolak balikkan buku.Sebenarnya otakku sedang tidak bisa berkonsentrasi belajar karena banyak hal yang memenuhi pikiranku.


"Sebenarnya tadi sudah tidur kak,tapi kebangun lagi karena lampu kamar yang masih menyala terang membuat mataku silau dan terbangun."


"Maaf ya gara-gara kakak kamu jadi terganggu."


Kututup bukuku dan kumatikan lampu yang masih menyala sedari tadi diatas meja belajarku,kusudahi belajarku karena percuma juga belajar jika tidak bisa konsentrasi yang ada malah mengganggu istrirahat anak-anak yang lain karena lampu yang masih terang benderang.


Sebenarnya mata ini juga belum benar-benar merasakan kantuk,tapi kupaksa terpejam agar segera terlelap.


Namun bukannya terlelap justru wajah tante Widia yang sedang memohon memintaku untuk membujuk kak Rendi terus membayangi pikiranku.


Pagi ini seperti biasa pak Yanto menjemputku di panti dan mengntarkanku kesekolah.


Sesampainya disekolah segera kucari sosok Samuel dikelas,namun ternyata dia belum tiba.


Kutunggu dia di depan kelas,begitu terlihat sosoknya langsunh saja kudekati dan ku tarik lengan bajunya menuju kekantin.

__ADS_1


"Kamu sudah sarapan Sam?"


"Belum,mau di traktir ya?"


"Boleh,ada yang mau aku bicarakan sama kamu."


"Tentang apa?"


Tanyanya sambil mendekatkan wajahnya kewajahku.


"Jangan deket-deket!"


"Kenapa? takut kak Rio marah? eh maksudnya PAK MAAARIIIO!"


"Saaaaaam,jangan kenceng-kenceng ngomongnya!"


"Hehehehehe,maaf kita ngobrolnya sambil saya makan ya KAK MAURA?"


"Saaaaam!"


"Iya....iya,bercanda Ra."


"Menurut kamu aku harus gimana ya Sam? sebenarnya aku nggak mau dijodohkan tapi aku juga nggak punya alasan untuk menolaknya."


"Yaudah terima aja perjodohan ini,lagipula kak Rio itu orangnya baik kok."


"Heh! baik katamu?"


"He'e,baik banget kok dia sama aku.Nggak kayak kak Aldi mentang-mentang polisi aku diperlakukan seperti napi tau nggak?!"

__ADS_1


Aku juga menceritakan soal kak Rosa dan mamanya yang memintaku mendekatkan kembali kak Rendi dengan kak Rosa yang sedang sakit parah,aku sendiri bingung harus berbuat apa.


Samuel memberikan usul padaku agar aku menerima saja perjodohanku dengan pak Mario dengan begitu otimatis akan membuat kak Rendi tidak akan berkutik karena ada pak Mario bersamaku,tapi apakah menikah dengan pak Mario adalah jalan keluar dari segala masalah?lalu bagaiman jika nanti Jesika tau jika aku dan pak Mario menikah?


Aku tidak bisa menyakiti hati sahabatku yang juga begitu menginginkan pak Mario.


"Sam kamu tau,Jesika suka sama pak Mario jauh sebelum kamu pindah kesekolah ini."


"Tau."


"Lalu apa jadinya jika dia tau aku akan menikah dengan pak Mario? aku akan di cap sebagai penghianat Sam!"


"Aku nggak yakin kalau Jesi tulus menyukai kak Rio."


"Maksud kamu apa Sam?"


"Dia bukan perempuan baik-baik."


"Sam! ati-ati kalau ngomong Jesi itu sahabatku!"


Kutinggalkan Sam sendirian di kantin yang masih sibuk dengan mangkuk baksonya saat ku toleh kearahnya saat hendak membayar bakso yang dia makan sekarang.


Aku merasa kecewa dengan perkataan Sam pagi ini,selama seharian disekolah aku lebih banyak diam tidak hanya pada Samuel tetapi pada semua temanku yang lain juga.


Saat jam istirahat aku lebih memilih menyendiri pergi ke perpustakaan untuk menenangkan diri sembari mencari solusi.


"Hei,sudah bel masuk kamu nggak kembali ke kelas?"


Bu Mayang penjaga perpustakaan menepuk pundakku membuatku terkejut dan spontan tersadar dari lamunanku.

__ADS_1


BERSAMBUNG.....


__ADS_2