Bahasa Cinta

Bahasa Cinta
Cerita Nenek


__ADS_3

Setelah papa meninggalkanku,aku segera kekamar nenek karena Mama pasti sedang ada disana.


"Ma......!"


Aku segera memeluk tubuh mama.


"Kenapa sayang? apakah kamu sudah ketemu papa?"


Aku hanya menganggukkan kepala masih sambil memeluk tubuh mama.


"Ra...sini!"


Ucap nenek padaku.


Kuraih tangan nenek dan aku jatuh kedalam pelukannya samb menangis,aku benar benar bingung dengan keadaan ini.


"Semuanya akan baik-baik saja nak,tenang lah."


"Tapi nek,apa aku harus menikah dengan orang yang tidak aku kenal?"


"Apakah ada orang lain yang saat ini sedang memenuhi hati dan pikiranmu nak?"


"Maksud nenek?"


Tanyaku bingung.


"Apa kamu punya pacar?"


Tanya mama memperjelas pertanyaan nenek.


"Nggak punya,emangnya kenapa?"

__ADS_1


Nenek mulai menceritakan masalalunya,kala itu nenek masih sekolah mungki seusiaku.


Nenek memiliki seorang kekasih bernama Bram,Bram dan Sita saling mencintai dan memiliki angan-angan menikah jika mereka sudah sama-sama lulus sekolah nanti.Bram akan mencari pekerjaan yang layak dan menjadi suami yang bertanggung jawab untuk Sita.


Namun ketika kedua orang tua Sita mengetahui hubungan percintaan Sita dengan Bram,justru mereka melarang dan berusaha memisahkan mereka dengan berbagai cara karena Bram hanya anak seorang pelayan.


Berkali-kali Sita berusaha melarika diri namun keberadaannya tetap saja diketahui oleh keluarganya.


Sita sempat berfikir untuk kawin lari dengan Bram,namun aksi mereka berhasil digagalkan oleh keluarga Sita.


Sampai pada akhirnya Sita dipaksa menikah dengan Anggara,anak seorang pengusaha yang dirasa sepadan dengan keluarga mereka.


Sita tidak pernah mencintai Anggara selama pernikahannya,meski suaminya begitu baik dan begitu mencintainya namun hati Sita masih terpaut pada cinta pertamanya.Sampai Sita dan Anggara memiliki dua orang anak laki-laki yaitu Arya dan Doni.


Meski tidak ada rasa cinta selama pernikahannya,namun Nenek tetap menjaga keutuhan dan keharmonisan rumah tangganya sampai maut memisahkan.


"Lalu bagaimana dengan Bram sekarang nek?"


Nenek hanya menggeleng pelan.


"Jadi nenek tidak tau bagaimana kabarnya sekarang?"


Nenek malah tersenyum sambil membelai ujung kepalaku yang terbungkus hijab.


"Bram juga sudah berkeluarga,beristri dua."


"Hah!"


"Sudah,temui saja dulu mereka.Siapa tau kalau sudah ketemu kamu jatuh cinta."


"Tapi papa bilang usianya terpaut jauh dariku,jangan-jangan dia sudah om-om!"

__ADS_1


Mama hanya bisa tersenyum kearahku sambil menggelengkan pelan kepalanya.


"Kalau belum ketemu bagaimana kamu bisa tau dia seperti apa?"


"Emangnya mama sudah pernah ketemu orangnya?"


"Sudah."


"Ih.... mama curang!"


Mama keluar dari kamar meninggalkanku dan nenek yang masih asyik mengobrol.


"Nenek gimana hari ini,badannya enakan?"


Tanyaku sambil memijat pelan kaki nenek.


Sejak nenek sakit,dan sejak semua rahasia tentangku terungkap nenek perlahan mulai menerimaku sebagai cucunya.Malah sekarang nenek semakin menyayangiku.


"Ra,kalau kamu tidak menerima perjodohan ini nenek khawatir Rendi akan terus mengejarmu.Sedangkan mamamu hanya ingin kau menjadi anaknya bukan sebagai menantu dirumah ini."


"Sebenarnya Rara setuju dengan mama nek,Rara dan kak Rendi tumbuh bersama sejak kecil mana mungkin bisa menikah? Rara tidak pernah menganggap kak Rendi lebih dari saudara."


"Setelah pertemuan akhir nanti kamu bisa menentukan apakah kamu mau menerima perjodohan ini atau pasrah jika Rendi terus menginginkanmu."


"Iya nek,Rara akan ikut ke pertemuan nanti.Tapi kalau Rara menolak perjodohan ini nantinya apakah Rara akan tetap menjadi anak mama dan papa?"


"Tentu saja,tidak akan ada yang berubah.Mungkin keturunanmu dan Rendi yang nantinya akan menerima perjodohan ini kelak."


"Nenek..! kok anakku dan kak Rendi!"


Aku merajuk,sedangkan nenek hanya tersenyum menggodaku sambil menengadahkan tangannya hendak memelukku,ku sambut pelukan nenek dan aku bersandar kepelukan nenek.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2