Bahasa Cinta

Bahasa Cinta
Kerumah Sam


__ADS_3

Motor Samuel berhenti tepat di depan pagar rumahku,namun saat kulihat kebelakang tak kulihat lagi motor yang sedari tadi mengikuti kami.


"Besok mau di jemput lagi?"


Tanya Samuel padaku sambil menerima helm yang tadi kukenakan padanya.


"Mmmmm,boleh kalau nggak merepotkan."


Jawabku sambil tersenyum kearahnya.


"Senyumnya jangan dimanis-manisin!"


"Kenapa?"


"Takutnya nanti aku jadi suka."


"Apaan sih Sam!"


Kataku sambil memonyongkan bibirku.


Kami segera berpisah setelah langkah kakiku memasuki halaman dan Samuel langsung tancap gas melajukan motornya,saat aku berbalik melihat kebelakang kulihat kembali motor yang sedari tadi mengikuti kami.


Motor melaju dengan sangat kencang seolah berusaha menyusul keberadaan Samuel.


Aku merasa khawatir sampai berlari kembali ke jalanan depan rumah berusaha melihat Samuel yang tak lagi terlihat keberadaannya.


Entah kenapa pikiranku tak hentinya memikirkan Samuel kali ini,firasatku benar-benar tak enak tentang Samuel.


Beberapa kali kucoba menghubungi Samuel namun tak berhasil,mungkin Samuel memang masih dijalan.


Sampai malam menjelang,tak hentinya aku terus berusaha menghubungi Samuel namun hasilnya nihil.Kini malah hapenya tidak aktif,pikiranku semakin gelisah memikirkan tentang Samuel.


Pagi menjelang,kini aku sudah siap untuk berangkat kesekolah aku sudah menunggu kedatangan Samuel sejak tadi namun tak kunjung datang.Hapenya juga belum aktif membuat pikiranku semakin tak karuan,mungkinkah terjadi sesuatu padanya kemarin setelah mengantarkanku dan siapa sebenarnya orang yang membuntuti kami kemarin.


Akhirnya aku berangkat diantar oleh pak Yanto karena Samuel tak kunjung datang sedangkan aku takut akan terlambat berangkat kesekolah.


Bahkan ketika diaekolah tak kutemui keberadaan Samuel dan baru aku tahu ternyata Samuel hari ini izin karena sedang sakit.


Sakit? batinku,perasaan kemarin Samuel baik-baik saja tidak menunjukkan tanda-tanda seperti orang sakit kenapa tiba-tiba hari ini sakit? Perasaanku semakin tak karuan saat teringat kembali kejadian kemarin saat ada orang asing yang mengikuti kami selama perjalanan pulang bahkan setelah mengantarkanku pulang orang asing itu masih terus mengikuti Samuel.

__ADS_1


"Din,Sam sakit apaan ya?"


"Nggak tau,kayaknya kemarin baik-baik aja deh."


"Iya,kemarin nganterin aku pulang baik-baik aja kok."


"Gimana kalau nanti sepulang sekolah kita jengukin dia?"


"Boleh deh,kamu ikutan nggak Jes?"


Tanyaku pada Jesi yang sedang asyik menyeruput jus jeruknya.


"Hmmmmmm,kayaknya nggak bisa deh guys."


Jawabnya sambil menghabiskan seruputan terakhir dari gelas jusnya.


"Kenapa nggak bisa Jes?"


Tanya Medin seakan menginterogasi.


"Badan aku sendiri masih rada kurang fit Med!"


"Hyeee kamu Jes!"


Akhirnya sepakat hanya aku dan Medina yang akan membesuk Samuel sepulang sekolah nanti.


Semoga saja hape Samuel sudah bisa dihubungi supaya kami bisa menanyakan tempat tinggal Samuel,karena diantara kami berdua tidak ada yang tau tempat tinggalnya.


Sepulang sekolah kami berusaha menghubungi Samuel,untungnya kini hape Samuel sudah aktif.Kami langsung meminta share lokasi tempat tinggalnya,meski awalnya dia tidak mau memberitahukan alamatnya dan beralasan bahwa kini dia sudah sehat tapi kami tetap saja kukuh ingin membesuk kerumahnya.Akhirnya Antara kalah atau mengalah Samuel bersedia memberikan alamat rumahnya dan kami langsung meluncur kerumahnya setelah mampit ke toko kue terlebih dahulu untuk membeli beberapa kue untuk Samuel dan keluarganya nanti.


Sesampainya dirumah Samuel kami langsung mengabarinya kalau kami sudah sampai,sekedar untuk memastikan apakah alamat yang kami tuju sudah benar atau belum.


Saat Samuel bilang bahwa alamat yang kami tuju sudah benar,kami langsung menghampiri Samuel yang baru saja keluar dari pintu rumahnya.


Kami dipersilahkan masuk,lalu kutanyakan keadaan Samuel yang nampak sedang memegangi perutnya saat berjalan dari tadi.


"Kamu sakit apa Sam?"


Tanyaku sambil memandangi perutnya yang masih di pegangi sedari tadi.

__ADS_1


"Sebenarnya kemarin sepulang nganterin kamu ada yang menghadang motorku,lalu tiba-tiba saja aku di pukuli tanpa tau apa salahku."


Terangnya pada kami.


"Kamu kenal orangnya Sam?"Tanya Medin menimpali.


"Nggak tau.Dia pake helm full face gitu dan nggak dibuka jadi aku nggak tau wajahnya kayak gimana."


"Emangnya kamu punya musuh?"


Tanya Medin lagi.


"Kalau disini kayaknya belum,kan aku baru juga disini."


"Belum?!"


Tanyaku kaget mendengar pernyataannya.


Sedangkan Samuel hanya nyengir.


"Kamu dirumah cuma sendirian Sam?"


Tanya Medin melihat sekeliling.


"Sebenarnya ini rumah saudaraku,aku numpang disini."


"Trus orang tua kamu?"


Tanyaku.


"Diluat kota."


"Lho bukannya kamu pindah sekolah karena ikut orang tua kamu pindah?"


Tanya Medina.


"Ng......Sebenarnya aku pindah karena disekolah yang lama aku sering bermasalah,hehehehe."


Jawab Sam dengan cengengesan.

__ADS_1


Saat kami sedang asyik mengobrol terdengar suara motor berhenti didepan rumah Samuel,betapa terkejutnya kami saat melihat seseorang memasuki pintu rumah.


Bersambung......


__ADS_2