Bahasa Cinta

Bahasa Cinta
Berpisah lagi


__ADS_3

Seketika kami langsung diam semua saat mendengar suara klakson mobil yg memasuki halaman rumah kami.


"Pak Pras datang." ujarku memberintahu yang lain.


"IYA,KAMI SUDAH TAU!"


Jawab mama,papa dan mas Rio berbarengan sambil tertawa,sedangkan mama mengeleng geleng heran melihat tingkahku.


"Bukankah kita semua sama-sama mendengarnya sayang?"


Tanya mama sambil terkekeh,membuatku semakin salah tingkah.


"Aku temui Pras dulu sebentar didepan ya," ucap mas Rio seraya mencium keningku membuatku salah tingkah,pasalnya baru kali ini dia menunjukkan kemesraan di depan kedua orang tuaku tanpa malu dan sungkan lagi.


Sementara pipiku sudah semerah tomat karena malu.


Mas Rio segera berjalan santai keluar untuk menemui pak Pras yang baru saja tiba,tentunya setelah berpamitan juga pada mama dan papa yang tadi bersama kami.


Aku berniat kedepan menyusul mas Rio yang sedari tadi mengobrol dengan pak Pras sudah cukup lumayan lama tidaj juga kunjung masuk kedalam.

__ADS_1


Apa sih yang sedang mereka bicarakan,kok lama banget.


Batinku sambil berjalan pelan dan santai menuju teras depan dimana ms Rio dan asisteb pribadinya tersebut berada.


"Lalu?"tanya mas Rio pada pak Pras saat tanpa sengaja kudengar sedikit pembicaraan mereka.


Kulanjutkan langkahku namu n kini sengaja mulai kuperpelan.


"Mungkin akan lebih baik jika kita bahas nanti saja saat tiba dirumah atau dijalan tuan muda."


jawab pak Pras terdengar seperti takut aku mendengar pembicaraan penting antara mereka berdua.


"Karena sekarang sudah mulai malam dan kita harus segera kembali." jawab pak Pras lagi


"Kamu benar Pras,kalo begitu aku ambil barang sekalian pamit ya."


"Baik,silahkan tuan muda." jawab pak Pras dan mas Rio samar-samar terlihat dari kaca jendela yang tertutup tirai tipis sedang berjalan menuju kedalam rumah dan aku dengan cepat hendak menghilang agar keberadaanku tidak di deteksi oleh siapapun.


Baru saja aku hendak memutar tubuhku untuk mengambil jurus seribu langkah agar segera menghilang dari tempatku berada ternyata mas Rio sudah terlanjur mengetahui keberadaanku.

__ADS_1


"Ra?" panggil mas Rio lalu berjalan mendekatiku yang sudah terkanjur ketangkap basah.


"Eh, i iya mas?!" jawabku tergagap karena gugup padahal aku sebenarnya tidak sedang melakukan kesalahan namun entah kenapa justru seolah sedang ketakutan karena sedang ketahuan.


"Kamu sedang ngapain?" tanya mas Rio penuh curiga.


"Eng......nggak kok mas,itu anu tadinya aku mau nyusulin mas tapi mas malah sudah balik masuk lagi, hehehe " jawabku seadanya dan sesuai kenyataannya begitu bukan.


"Oh begitu? Aku berangkat sekarang ya, yuk temani aku masuk dan pamit sama semuanya." ajak mas Rio sambil merangkulku masuk kedalam kembali.


Aku hanya bisa pasrah saat lengan kekarnya merangkul pinggangku untuk menemui kedua orang tuaku berpamitan karena akan segera kembali kekotanya.


Kali ini tidak ada koper atau barang bawaan yang perlu mas Rio bawa,karena memang kemarin mas Rio datang juga tak membawa banyak barang bawaan. Lagian beberapa pakaianya juga masih banyak yang tertinggal disini dan juga di rumahnya yang ada di kota ini jadi saat mas Rio datang kembali padaku tidak perlu repot atau bingung soal pakaian ganti.


Setelah berpamitan dengan kedua mertuanya yang sebenarnya adalah kedua orang tuaku juga, mas Rio segera memasuki mobil yang di kendarai oleh pak Pras karena hari juga sudah semakin larut dan besok pagi mas Rio sudah ada meeting penting dengan kliennya dari luar kota.


Kali ini pertemuan yang tak begitu lama namun justru akan memisahkan kami dalam jarak waktu yang sangat lama,karena kesibukan kami masing- masing.


Bahkan mungkin saat acara kelulusanku nanti aku pun tidak tau apakah mas Rio bisa hadir atau tidak nantinya.

__ADS_1


BERSAMBUNG.....


__ADS_2