
Hari ini adalah hari dimana terakhir kalinya mas Rio bersamaku,karena besok dia sudah harus kembali kekotanya untuk waktu yang lama.
Tapi dia janji padaku jika ada waktu luang akan datang untukku,tapi jika dia tidak bisa datang untukku maka setiap libur aku diminta yang datang padanya.
Pagi ini setelah sholat subuh mas Rio mengajakku untuk bersiap,meski dia tidak memberitahukanku kemana arah tujuan kami nantinya namun aku tidak bisa menolak ajakannya.
Mas Rio sengaja mengajakku pergi hanya berdua saja tanpa ditemani oleh pak Pras yang biasa mengantarkanku kemana-mana.
Mas Rio sengaja memberikan hari libur untuk pak Pras sejak kemarin untuk pulang dan memanjakan dirinya setelah sekian purnama tidak mendapatkan izin libur dari tuannya karena harus standby untukku.
"Mas....kamu ini kejam sekali ya!"
Ucapku padanya saat dalam perjalanan pagi ini.
"Kenapa?"
Tanyanya padaku dengan polosnya tanpa merasa ada yang salah sedikitpun darinya.
"Pak Pras itu bekerja full 12bulan selama setahun,30-31 hari selama sebulan,7hari dalan seminggu dan 24jam sehari tanpa kamu beri libur sama sekali lho!"
"Kejam? kenapa tidak kamu tanyakan sendiri padanya,kapan dia mau ambil cuti liburnya!"
Jawabnya sambil tersenyum sengit.
"Memangnya dia tidak pernah meminta cuti mas?"
"Tidak!"
Jawab mas Rio dengan cepat.
"Apa dia tidak ingin berkumpul dengan keluarganya?"
Tanyaku mulai penasaran dengan kehidupan pribadi pak Pras.
"Keluarga? keluarga Pras itu adalah kami,dia mana ada keluarga lagi.....orang tuanya sudah meninggal saat dia baru lulus SMP karena kecelakaan tunggal,dan dia tidak punya saudara lagi."
"Kasihan sekali pak Pras ya mas! lalu sejak kemarin dia libur ngapain dong?"
Tanyaku kembali penasaran dan kuberanikan menggali cerita tentang pak Pras pada mas Rio.
__ADS_1
"Liburnya dia paling olah raga atau mempersiapkan segala sesuatuku untuk persiapan kantor lusa.hahahahaha,Pras....Pras....kamu tidak pernah berubah sejak dulu."
Ucap mas Rio sambil menerawang seperti sedang mengingat-ingat sesuatu antara dirinya dan juga pak Pras dimasa lalu.
"Boleh kutau sedekat apa hubunganmu dengan pak Pras?"
"Apa kamu sebegitu penasarannya dengan Pras?"
Tanyanya diiringi dengan senyuman menyeringai.
"Aku hanya ingin tau saja sedekat apa hubungan kalian! tidak lebih,"
Jawabku berusaha menjelaskan kesalah pahamannya.
"Benarkah kau hanya ingin tau tentang hubungan kami? lalu apakah kamu akan meninggalkanku setelah tau hubungan istimewaku dengan Pras?"
Ledeknya sambil tangannya mulai mengusiliku.
"Hah! hubungan spesial? maksudnya,kalian......."
Kuhentikan ucapanku karena takut salah menebak dan justru akan berbuntut buruk dan bisa saja membuatnya marah nanti.
"Ahahahhaha,sudah kuduga.Kamu pasti akan berfikir jika aku ada kelainan dengannya."
Bahkan aku belum sempat mengatakan apapun tapi dia sudah menebak sendiri laku menertawakan sendiri semuanya.
"Aku dan Pras sudah sangat lama kenal bahkan saat kami masih duduk di bangku sekolah dasar."
Dia memulai cerita dengan sendirinya.
"Lalu?"
Tanyaku mulai menyimak ceritanya.
"Aku kesal padanya karena mama akan memasukan Frans kesekolah yang sama denganku! Aku begitu cemburu hingga membencinya kala itu!"
Aku serasa menerobos kedimensi lain ketika mas Rio membawaku kedalam cerita masa lalunya.
Kulihat dua bocah laki-laki sedang bermain bersama,lebih tepatnya sedang berebut bola.Tak hanya bola tapi apapun mainan yang di sentuh oleh Frans kecil akan selalu direbut oleh Mario kecil yang sangat nakal.
__ADS_1
Muhamad Frans atau yang hingga kini sering di panggil Pras oleh Mario adalah anak kandung dari pasangan Prastio dan Titik istrinya yang tak lain adalah ibu kandung Frans.
Pak Prastio adalah sopir pribadi tuan Dedi pemimpin Wijaya Group yang sangat loyal mengabdikan hidupnya untuk sang tuan besar.
Keluarga Wijaya ingin menyekolahkan putra dari sang sopir pribadi ditempat yang sama dengan putra mereka agar kelak jika besar nanti mereka bisa lebih dekat dan akrab.
Meski Mario sejak kecil sangat nakal dan sering berbuat semena-mena pada Frans,namun Frans tidak pernah sakit hati apalagi sampai dendam dengan sikap nakal dari anak majikan sang ayah padanya.
Frans justru dengan sabar sering kali mengakui kesalahan Mario agar tidak terkena marah oleh sang ayah.
Nyonya Sarah sang ibu sambung dari Mario yang mengetahui sikap nakal putranya namun kesalahannya justru diakui oleh Frans jadi merasa kasihan pada Frans dan memperlakukan Frans sama seperti dia memperlakukan Mario hingga membuat Mario cemburu dan semakin membenci Frans.
Perlahan mereka tumbuh bersama meski dengan pola asuh serta dalam keluarga yang berbeda pula.
Meski mereka tidak tinggal bersama dalam satu rumah,namun Frans harus pulang kerumah keluarga Wijaya setiap hari atas permintaan dari Mario kecil setiap dari sekolah dan baru akan pulang sore hari bersama sang ayah saat selesai dengan pekerjaannya.
Seiring berjalannya waktu mereka tumbuh menjadi remaja putra yang tampan dan semakin akrab,bahkan diantara keduanya hampir sudah tidak lagi jarak antara anak majikan dan anak sopir seperti dulu ketika mereka masih kecil.
Semakin mereka beranjak dewasa hubungan mereka semakin membaik selayaknya dua sahabat bahkan hampir seperti layaknya saudara.
Hingga kejadian naaspun tak dapat terelakkan,ketika dimana ibu Frans sedang sakit dan ayah Frans mendapat izin dari sang tuan untuk mengantarkan sang istri kerumah sakit.
Awalnya tuan Dedi tidak mengizinkan pak Prasetio pulang karena masih harus mengantarkannya meeting dengan klien penting,tuan Dedi sudah menyuruh orang untuk mengantarkan istri pak Prasetio kerumah sakit.
Namun kala itu,untuk pertama kalinya pak Prasetio berani membantah sang majikan.
Tak diperdulikannya lagi ucapan tuannya dan justru pergi begitu saja dari kantor tanpa seizin sang majikan yang sebenarnya masih membutuhkannya.
Tuan Dedi mencari pak Prasetio kemana-mana hingga keseluruh kantor namun tak juga dijumpai oleh tuan Dedi bahkan nomor hapenya juga tidak bisa dihubungi karena sedang sibuk.
Hingga pada akhirnya tuan Dedi terpaksa harus membatalkan meeting dengan klien pentingnya karena mendapat kabar dari pihak rumah sakit bahwa pak Prasetio beserta sang istri mengalami kecelakaan.
Tuan Dedi segera menuju rumah sakit saat itu juga,disana sudah ada Frans yang nampak sedang menangisi jenazah sang ibu.Sedangkan pak Prasetio sang ayah dinyatakan selamat namun keadaannya kritis.
Mario menemani Frans selama beberapa hari dirumah sakit untuk menunggui ayahnya,bahkan mereka berdua sampai beberapa hari tidak pergi kesekolah.
Sampai pada akhirnya pak Prasetio dinyatakan meninggal dunia,meninggalkan Frans yang kala itu masih remaja sebatang kara.
Keluarga Wijaya ingin mengadopsi Frans menjadi bagian dari keluarga mereka,namun Frans menolaknya.Dia tidak keberatan diasuh dan di tinggal bersama keluarga Wijaya,namun dia menolak untuk di adopsi.
__ADS_1
Hingga sekarang Frans yang kini di panggil Pras oleh Mario masih tinggal dan mengabdikan hidupnya untuk keluarga Wijaya.
BERSAMBUNG