
Sejenak aku terdiam,meski aku begitu menggilainya,meski aku juga pernah ditolong olehnya juga,tapi aku tak pernah membayangkan tubuhku ini disentuh oleh lawan jenis yang bukan mahramku dan di gendong? Ya Allah......ampuni aku,ini keadaan darurat ya Allah. Batinku memohon ampun.
"Nggak papa dek,karena barusan dalam keadaan darurat.lagipula pak Mario hanya sekedar membantu dan tidak melakukan hal yang aneh-aneh kok."
Kata petugas kesehatan berusaha menenangkanku.
Jesika dan Medina berpamitan untuk kembali kekelas melanjutkan pelajaran,sedangkan aku masih harus beristirahat di UKS sendirian ditemani kakak petugas kesehatan sih,namany kak Ana dia juga berhijab sepertiku.
"Apa masih pusing?"
"Sudah agak mendingan kok kak."
Akhirnya kujelaakan bahwa sebenarnya tadi pagi bangun tidur kepalaku sudah agak sedikit pusing serta perutku agak mual,namun kupaksakan untuk tetap berangkat kesekolah.
"Apa akhir-akhir ini kamu sering terlambat makan,atau kamu sering makan pedas dan asam?"
Tanyanya padaku,sedangkan aku sejenak terdiam mengingat-ingat kejadian beberapa hari terakhir.
"Iya kak,hehehehe."
"Itu asam lambung kamu sepertinya naik,banyakin minum air hangat ketika bangun tidur ya!"
Tak lama berselang pak Mario kembali keruang UKS menanyakan keadaanku pada kak Ana.
__ADS_1
"Apa perlu pihak sekolah menghubungi orang tuanya?"
"Tidak usah pak! maaf,saya takut membuat mereka cemas."
"Lalu,apakah kamu mau tiduran di UKS sampai jam pulang sekolah hah?!"
Tanya pak Mario sambil berjalan kearah tempatku berbaring.
Aku hanya terdiam tak berani memandang kearahnya saat dia begitu dekat,padahal ketika dari kejauhan aku sering kali mencuri-curi pandang kearahnya.Entah kenapa kali ini rasanya begitu takut dan malu ketika pak Mario semakin dekat.
"Maaf selalu merepotkan bapak,dan terima kasih sekali lagi bapak sudah menolong saya."
Ucapku lirih,sambil kulirik pak Mario hanya terdiam berdiri mematung di dekat tempatku berbaring saat ini.
Ucapnya padaku,nada bicaranya sangat biasa namun kata yang terucap serasa menancap dihati bagaikan tertusuk jarum pentul ketika hendak memakai jilbab rasanya agak sedikit perih.
Aku hanya terdiam menikmati rasa sakit dari perkataan pak Mario.
"Kalau masih pusing kamu pulang saja ya?!"
Kata kak Ana padaku yang menyarankan agar aku istirahat dirumah saja.
Sedangkan aku hanya menganggukkan kepala lalu berusaha bangun,dan ternyata kepalaku masih lumayan pusing.
__ADS_1
"Kamu mau ngapain?!"
Tanya pak Mario saat melihatku yang hendak bangun,kulihat sekeliling tak kujumpai kak Ana yang sedari tadi menungguiku disini.
Kenapa kak Ana meninggalkanku hanya berdua saja dengan pak Mario di ruangan ini? batinku.
Tak lama berselang kak Ana datang membawakan hapeku atas seizin kepala sekolah.Kak Ana fikir aku akan menghubingi keluargaku untuk minta dijemput,itupun yang ada dalam benakku saat ini.Untuk itu tadi aku hendak bangun untuk mengambil hape lalu menghubungi keluarga agar segera dijemput.
"Biar saya antar saja,saya wali kelasnya dan ini sudah menjadi tanggung jawab saya."
Kata pak Mario membuatku semakin heran dengan sikapnya yang nampak begitu cuek tapi perhatian juga.
"Naik motor?"
Tanya kak Ana dengan wajah heran.
"Pinjam mobil kamu."
Jawab pak Mario seraya memandang kearah kak Ana.
Kak Ana segera memberikan kunci mobilnya,karena bapak kepala sekolah sudah memberi izin untuk pak Mario mengantarkanku pulang kerumah.
Bersambung.....
__ADS_1