Bahasa Cinta

Bahasa Cinta
Permintaan Izin


__ADS_3

"Yaudah jalan aja."


"Tapi pa....nanti nenek gimana?"


"Nenek ya dirumah lah,masak mau kamu ajak? mana mau nenek diajak jalan bareng sama temen-temen kamu."


Dengan santainya jawaban papa sambil kembali kelayar laptopnya.


"Bukan itu maksudnya aku pa.....!"


"Iya,iya gampang nanti papa yang kasih pengertian."


"Beneran pa? yeay.....!"


"Eh,ada apaan ini? riang banget kayaknya?"


Papa hanya tersenyum melihat kedatangan mama dengan ekspresi heran.


"Rara,diajak jalan temennya."


Jawab papa dengan nada santai sambil tetap fokus dengan laptopnya.


"Ow...."


Kulihat nampaknya mama dan papa seperti biasa-biasa saja menanggapi permintaan izinku untuk jalan dengan Jesika,padahal aku sudah takut nanti tidak akan diberi izin karena nenek baru saja datang.


"Tapi ingat,jangan sampai malem ya mainnya!"


Pesan papa.


"Yang penting sebelum maghrib harus sudah dirumah."


Mama menimpali.

__ADS_1


"Ok,kalo gitu Rara kabarin Jesika dulu ya ma,pa."


"Iya,buruan sekalian siap-siap!"


"Ok,siap bos!"


Jawabku sambil menempelkan tangan kepelipis tanda hormat kepada komandan.


"Eit,tunggu dulu!"


Cegah papa saat aku hendak bersiap-siap kekamarku.


"Apa lagi pa?"


"Cium papa dulu dong.....!"


"Mama juga mau dong....!"


Sambil tersenyum kuberlari menghampiri keduanya lalu mencium serta memeluk mereka bergantian.


"Nanti mau berangkatnya disamperin Jesika?"


"Iya,nanti Rara share lokasi."


"Ok."


Jawab papa,sementara mama gantian duduk ditempat bekas tempatku duduk tadi sambil menemani papa mengerjakan pekerjaannya dari rumah.


Sebenarnya tersedia ruang kerja dirumah ini yang khusus untuk papa jika mengerjakan pekerjaannya dirumah,namun papa lebih sering memilih di teras belakang karena suasananya yang nyaman,asri dan adem.Banyak berbagai jenis tanaman di belakang rumah kami,papa menamainya taman mini keluarga indah.


Taman ini adalah hasil karya mama,yang di tata dan dirawat dengan begitu apik membuat kami tak pernah bosan untuk sekedae duduk-duduk santai sambil bercengkerama atau kami gunakan untuk mencari ide atau inspirasi para laki-laki pekerja keras dirumah ini.


Tak lama setelah aku siap,kudengar didepan sudah ada suara mobil berhenti,sepertinya itu mobil Jesi,gumamku sambil ku lihat dari balkon kamarku.Benar saja itu Jesi yang datanh karena hapeku langsung berbunyi dan itu panggilan dari Jesi.

__ADS_1


Aku segera berlari menuruni anak tangga,mencari mama dan papa untuk berpamitan.Setelah kutemukan mereka segera kucium punggung tangan mereka dan berpamitan untuk segera kabur,tak lupa papa memberiku beberapa lembar uang seratus ribuan.Bibirku tersenyum lebar tak mampu menyembunyikan jebahagiaanku,sambil kuucapkan terima kasih segera kuberlalu.


Ternyata Jesika mengajak kami jalan untuk menemaninya berbelanja guna persiapan pesta ulang tahunnya Minggu depan.


"Maaf ya Jes,kenapa kamu nggak sama orang tuamu?"


Tanyaku penasaran,karena Jesi hanya sendirian dan meminta kami menemaninya.


"Mereka mana ada waktu buat menemaniku hanya untuk urusan yang kayak begini Ra."


Kulihat wajah Jesi nampak murung mendengar pertanyaanku barusan,aku merasa menyesal mempertanyakan hal demikian.


"Maaf ya Jes,aku nggak tau dan nggak ada maksud...."


"Udah nggak papa kok,kan ada kalian yang nemenin aku."


Kami saling berpelukan,tiba-tiba Medina ikut menyahut.


"Kamu mah enak tau Jes,pesta ulang tahunnya kan bisa terserah kamu."


Ucap Medina.


"Iya memang,tapi tiap hari aku kesepian tau selalu dirumah sendiri."


"Seeeerius kamu Jes? dirumah segede itu? sendirian? tapi kayaknya tadi banyak satpam,banyak pembantu dirumah kamu Jes?!"


Protes Medina pada Jesi.


"Tapi tetep aja rasanya sepi dirumah gak ada keluarga aku Din....!"


"Aku aja iri sama kamu Jes! Mau apa-apa tinggal minta diturutin."


Rasa-rasanya suasana makin panas,padahal AC didalam mobil sudah menyala.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2