Bahasa Cinta

Bahasa Cinta
Pesan selamat malam


__ADS_3

Aku sudah bersiap untuk tidur setelah membersihkan diri dan mematikan lampu kamarku,aku memang lebih suka tidur dengan lampu temaram karena terasa lebih tenang dan membuatku mudah terlelap.


Kuraih hape yang sedari tadi sengaja kuletakkan di atas meja belajarku agar selama acara aku tak fokus pada hapeku,karena biasanya setiap malam minggu para sahabat semasa SMPku akan sangat ramai mengirim pesan atau video call.


Benar saja sederet pesan dari Yasmin dan Laura yang tak sanggup kubuka atau kubaca satu persatu serta pesan dari Medina yang hanya kuabaikan.


Mataku tertuju pada satu nama dalam kontak yang juga mengirim pesan paling baru 'Pak Mario'


Jariku langsung menyentuh layar hapeku yang menampilkan pesan dari pak Mario untuk segera membukanya.


'Sudah tidur?'


Jariku dengan lihai segera menyentuh huruf demi huruf berjajar di layar tampilan hapeku untuk membalas pesan darinya.


'Belum,kenapa?'


'Cepatlah tidur! anak kecil jangan sering bergadang.'


'Kenapa?'


'Cepat tidur sana!'😡


Aku tak berani lagi membalasny karena aku tidak mau membuatnya semakin marah,meski aku belum tidur sekalipun akan lebih baik jika aku pura-pura tidur saja.


'Besok jadi kerumah sakit?'


Tiba-tiba saja pesan baru masuk lagi darinya,padahal tadi dia bilang suruh cepat tidur.


'Iya jadi.Katanya tadi suruh cepat tidur?😒'


'Berangkat jam berapa?'

__ADS_1


'Belum tau! kenapa,mau ikut?'


'Boleh,tapi jangan bilang Rendi.'


'Kenapa?'.


'Udah nggak usah membantah!'


'Iya pak.'


Lalu buru-buru kuhapus dan ku ralat pesan yang sudah terlanjur terkirim dengan harapan belum terbaca.


'Iya Mas.'


'Kenapa pesannya dihapus! berani panggil pak lagi jika hanya berdua atau di depan keluarga?'


'Maaf.'


'Jam berapa?'


'Mungkin agak sore.'


'Insya Allah saya usahakan.'


'Kalau tidak disekolah panggilnya gak perlu formal,gak usah pakai saya dan anda apalagi panggi pak!'


'Baiiiiik.'


'Nggak ikhlas?!'


'Ikhlas kok.'

__ADS_1


'Yang bener!'


'Baik mas. sudah benar kah seperti ini?'


'Iya,sudah cepat tidur!'


'Ini obrolannya sudah selesai belum? nanti kirim balasan lagi.'


'Sudah'


'Nggak lagi.'


'Cepat tidur!'


'Iya.....'


Setelah itu sengaja aku tidak langsung offline karena takut saja tiba-tiba dia mengirim pesan lagi seperti sebelum-sebelumnya,menyuruhku cepat tidur tapi mengirim lagi pesan balasan.Kini tak ada lagi pesan balasan masuk,tapi laporan masih teetera sedang mengetik.......Sepertinya dia sedang bingung mengetik sesuatu tapi ragu mengirimnya atau dihapus dan mengetik ulang kata-kata yang lain,itu hanya prediksiku sendiri saja.


Lama sekali dia mengetik namun tak ada satupu pesan terkirim,aku sengaja menunggu pesan apa yang akan dia kirim takut saja jika pesan sudah terkirim namun buru-buru dihapus kembali bahkan sebelum aku sempat membacanya.


Aku menunggunya mengetik pesan,bahkan sampai aku ketiduran sambil memeluk hapeku.


Paginya saat bagun tidur aku teringat jika semalam aku tertidur dengan memegang hape,segera kucari hapeku dibalik selimut.


Begitu kutemukan hapeku ternyata ada dua pesan dari mas Rio,namun pesan sudah terlanjur dihapus dari pengirim padahal belum sempat kubuka bahkan kubaca sekalipun.


Aku segera bangun dengan malas karena mataku ini masih mengantuk karena menunggu seseorang mengetik namun lama sekali tidak dikirim justru malah dihapus padahal aku menunggu sampai ketiduran.


Setelah selesai sarapan kak Rendi dan mama memanggilku untuk segera berangkat kerumah sakit membesuk kak Rosa.


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


__ADS_2