Bahasa Cinta

Bahasa Cinta
Tersesat di kamar


__ADS_3

Bi Yayah mempersilahkanku masuk saat kami berhenti di depan pintu sebuah ruangan yang kini telah terbuka.


"Silahkan masuk nona,selamat beristirahat,"


Ucap bi Yayah mempersilahkan aku untuk segera masuk.


"Jika ada yang anda butuhkan jangan sungkan untuk menekan tombol yang ada di sebelah tempat tidur."


Ucapnya lagi padaku,lalu meninggalkanku sendirian di dalam kamar yang sangat luas milik sang tuan muda dirumah ini.


Sebuah kamar dengan ranjang berukuran king Size,sebuah sofa panjang dan juga televisi.


Terdapat sebuah kaca besar di sudut ruangan yang berada diantara dua ruangan lain dengan pintu yang saling berhadapan.


"Didalam kamar,masih ada kamar lagi?"


Gumamku pelan pada diriku sendiri.


Tiba-tiba aku ingin pergi ke toilet,namun aku bingung diantara kedua pintu tersebut entah yang mana pintu menuju toiletnya.


Kubuka dengan sembarang berharap menemukan toilet didalamnya saat kubuka pintu yang kupilih secara acak.


Saat kubuka pintu ternyata bukan toilet yang berada di dalamnya,melainkan sebuah ruangan yang terlalu besar jika disebut sebagai almari.

__ADS_1


Karena bentuknya memang hampir seperti almari namun kita bisa masuk kedalamnya untuk memilih atau berganti pakaian sekaligus di dalamnya.


Aku buru-buru keluar dan menuju pintu yang satunya,dengan harapan aku akan segera menemukan toilet didalamnya.


Bagaimana mungkin aku bisa tersesat untuk mencari toilet padahal aku sedang hanya berada di dalam kamar.


Aku segera masuk kedalam saat yakin bahwa tempat yang kumasuki adalah toilet dan aku yakin kali ini aku tidak tersesat lagi.


Saat aku baru saja keluar dari pintu kamar mandi,terdengar suara pintu kamar diketuk.


Saat kupersilahkan masuk ternyata seorang pelayan menawarkanku makan siang.Pelanyan bertanya apakah aku akan makan siang di meja makan atau di kamar saja.


Aku putuskan untuk makan dimeja makan saja.


Pelayan mengantarkanku menuju meja makan dan dengan telaten segera melayaniku di meja makan.


Setelah selesai makan siang pelayan mengantarkanku kembali ke kamar mas Rio untuk beristirahat.


"Hallo,Assalamu'alaikum!"


Ucapku dari panggilan yang kulakukan lewat telfon pada mas Rio.


"Waalaikum salam,ada apa?"

__ADS_1


Tanyanya padaku.


"Apakah mas dan mami sudah makan siang?'


Tanyaku pada mas Rio.


"Belum,mungkin sebentar lagi setelah papi keluar dari ruang operasi.Kamu sendiri,apakah sudah makan siang?"


"Sudah,baru saja selesai. Apa perlu aku minta tolong pak Pras mengantarkan makan siang kesana?"


Tanyaku menawarkannya makan.


"Tidak perlu,kamu istirahatlah saja sebentar lagi aku makan!"


Jawabnya,meski aku tidak yakin bahwa dia akan benar-benar segera makan tapi aku berusaha percaya kalau dia pasti mampu menjaga dirinya sendiri.


Tanpa terasa hari berjalan dengan cepat berganti malam.


Tak ada kabar apapun dari mas Rio,terakhir kali aku mendapat kabar dari mami bahwa om Dedi sudah keluar dari ruang operasi dan kini sudah dipindahkan kembali keruang perawatan biasa.


Namun mas Rio belum juga memberiku kabar apakah malam ini dia akan pulang atau menginap dirumah sakit lagi menunggui papinya.


Aku tak kuasa menahan kantuk yang menggelayuti mataku,meski kupaksakan untuk tetap terjaga namun nyatanya aku tak kuasa menahannya.

__ADS_1


Kumatikan lampu kamar dan kugantikan dengan lampu tidur agar aku lebih nyenyak menikmati istirahat malamku.


BERSAMBUNG.......


__ADS_2