Bahasa Cinta

Bahasa Cinta
Cemburu?


__ADS_3

Kami terbaring dengan tubuh yang polos dibalik selimut tebal yang menutipi tubuh kami,aku hanya diam menyandarkan kepalaku di dadanya sedangkan mas Rio menciumi keningku dan tangannya masih usil mempermainkan rambutku.


"Mas!"


Panggilku,memastikan bahwa dia masih terjaga dan belum terlelap.


"Hmmmm?"


Jawabnya sambil masih menempelkan bibirnya dikeningku,satu tangan memainkan rambutku sedangkan satu tangan yang lain memeluk tubuhku yang masih polos.


"Apakah sebelumnya mas pernah melakukannya dengan wanita lain?"


"Tidak!"


Jawabnya singkat dan cepat,layaknya sedang mengadakan kuis atau lomba.


"Benarkah?"


Tanyaku lagi meyakinkan sambil mendongak melihat wajahnya apakah ada dusta di mimik wajahnya ataukah dia berkata jujur.


Tanpa mengulang lagi jawabannya dia justru mencium bibirku dengan begitu lembut serta mempererat pelukannya pada tubuhku.


"Tidurlah! besok kamu sekolah,anak-anak tidak boleh tidur terlalu larut!"


Ucapnya sambil tersenyum padaku.


Dengan bebas kucubit kecil perutnya.


Mas Rio hanya bisa mengaduh dan tertawa kecil padaku.


"Lalu bapak habis melakukan apa barusan pada anak ini?"


Ledekku setelah puas mencubit perutnya yang rata.


"Aku hanya mengajarimu menjadi dewasa dengan caraku!"


Jawabnya dengan candaannya.


"Mengajari apa? ini bahkan tidak ada dalam materi pelajaran bapak!"

__ADS_1


Tanyaku lagi sambil meledek.


"Iya juga ya.....harusnya ini ada dalam pelajaran perkembangbiakan yang diajarkan oleh bu Ria!"


Jawabnya dengan wajah serius sambil menyelipkan satu tangannya yang di gunakan untuk memelukku kebawah kepalanya sendiri,menengadahkan wajahnya keatas dalam diam.


"Sedang memikirkan siapa? bu Ria!"


Tanyaku kesal sambil menggeser tubuhku mendekatkan wajahku kewajahnya agar bisa melihat ekspresi wajahnya saat menjawab pertanyaanku tentang bu Ria padanya,karena dulu dia juga sempat pernah digosipkan dengan bu Ria guru Biologi di kelas kami.


"Kamu cemburu? katanya tidak mencintaiku,tapi cemburu!"


Ledeknya padaku seolah membalas dendam atas ledekanku sedari tadi.


Dia hanya mencubit kecil hidungku lalu memejamkan matanya sambil memelukku.


"Mas!"


"Hmmm,apa lagi?"


"Gosip tantangmu dan bu Ria yang pernah ramai disekolah dulu itu benar ya?"


"Lalu kenapa semuanya menggosipkan kalian?"


"Tidak tau......."


"Hhhhhhmmh!"


"Kenapa lagi? cepat tidur!"


Aku berbalik memunggunginya saat kulihat nafasnya yang perlahan mulai teratur,sepertinya dia sudah benar-benar tertidur pulas sekarang.


Aku masih belum bisa terpejam,entah kenapa tiba-tiba saja aku merasa penasaran dengan hape miliknya.


Kuberanikan diriku untuk meraih hape milik mas Rio yang ada di nakas sebelahnya kini tertidur.


Dengan susah payah aku berusaha melewati tubuhnya untuk meraih hape miliknya.


Saat aku sudah berhasil meraihnya,kulihat dia masih tetap terpejam.

__ADS_1


Aman,batinku sambil menghela nafas panjang.


Saat kucoba membuka layar hapenya ternyata terkunci oleh fingerprint,bagaimana caraku membukanya tanpa mengganggu tidurnya? batinku.


"Buka saja pakai jari telunjuk tangan kakanmu!"


Ucapnya mengejutkanku,seketika membuatku melihat kearah matanya yang sudah terbuka.


Hah! benarkah yang dia ucapkan? bisa dibuka dengan jariku? dia gunakan jariku juga untuk mengidentifikasi sandi kunci pada ponselnya?bagaimana bisa!


Aku masih terdiam tak percaya pada ucapannya,aku begitu malu karena sudah tertangkap basah dengan lancang menyentuh barang pribadinya tanpa seizin pemiliknya.


Ditariknya tangan kananku ke dadanya,rasanya kenapa justru jantungku yang berdegup begitu kencang?


Lalu digenggam seluruh jariku hanya menyisakan jari telunjuk dan di letakkan pada layar bergambar sidik jari di hapenya untuk mengidentifikasi kunci pada ponsel,dan.....tara.....kunci ponselnya terbuka.


Aku benar-benar terkejut dibuatnya.


"Apa yang ingin kamu ketahui dari hape itu? tidak ada yang perlu kusembunyikan darimu!"


Ucapnya sambil kembali membelaiku lembut mmebuatku jadi mengurungkan niat keingintahuanku tentang isi ponselnya karna singa yang tadinya sudah hampir terlelap justru kini kembali terjaga dan tangannya mulai aktif mengusiliku lagi.


"Sudah mas.....aku mau tidur!"


Bisikku lirih saat tangannya mulai bergerilya pada daerah sensitif kesukaannya.


"Ini salahmu! bukankah sudah kubilang cepat tidur,kenapa malah menempel lagi ketubuhku? mau sengaja menggodaku lagi,hah!"


Seolah dia mulai kecanduan denganku,hingga rasanya dia tak pernah merasa puas dengan diriku yang selalu membuatnya ingin terus melakukannya.


Dengan cepat satu tangannya meraih kedalam laci pada meja nakas yang berada di dekatnya dengan satu tangan yang lain seolah tak mau melepaskanku.


"Mau ngapain?"


Tanyaku saat kulihat dia kembali membuka pembungkus seperti permen yang dia sebut sebagai pengaman.


"Aku mau lagi........"


Dengan cepat di raihnya dan segera ditindih tubuhku olehnya,aku tak berdaya hanya bisa menyerah pasrah atas perlakuannya pada tubuhku dan perlahan kembali kami nikmati malam yang semakin dingin sampai kami benar-benar terlelap berselimutkan peluh.

__ADS_1


BERSAMBUNG.....


__ADS_2