Bahasa Cinta

Bahasa Cinta
Kabur


__ADS_3

Malam ini kuputuskan menginap dirumah Medina untuk sementara waktu,kami tidur berdesakan di lantai beralaskan kasur lantai karena kasur yang siang tadi kupakai rebahan dengan Medina ternyata digunakan untuk tidur kedua adik kembarnya yang masih kecil.Mereka baru kelas lima SD dan harus berdesak-desakan tidur bertiga dikamar yang tak terlalu luas ini,malah sekarang ditambah lagi aku yang menginap.


Paginya aku berangkat sekolah dengan di bonceng menggunakan sepeda Motor milik Medin,kami berangkat bersama pagi ini.


Ujian belum selesai dan pikiranku sedang kacau,aku harap semoga masalah ini tidak mempengaruhi konsentrasiku dalam mengerjakan Ujian hari ini dan di hari-hari seterusnya.


Hape sengaja kumatikan agar orang rumah tindak bisa menghubungiku,aku sedang butuh waktu untuk sendiri dan tak mau di ganggu oleh siapapun sekarang.


Aku berniat mencari kost sepulang sekolah nanti dengan sedikit uang tabungan yang kukumpulkan dari uang sakuku selama ini.Memang tak banyak uang yang ku bawa,namun aku tak mau terus-terusan merepotkan Medina dan keluarganya meski mereka tidak keberatan jika aku ingin menenangkan diri dari masalah untuk sementara waktu namun mereka hanya ingi aku memberi kabar orang tuaku agar mereka tidak cemas.


"Ra,kemaren kakak kamu datang kerumahku nyariin kamu.Kamu kemana sih?"


Tanya Jesi padaku saat jam istirahat disela menunggu jam ujian kedua dimulai.


"Nggak kemana-mana kok."


Jawabku dengan tersenyum.


"Kamu sedanga ada masalah dengan keluarga?mata kamu juga sembab Ra,ada apa? cerita dong....!"


Aku hanya tersenyum,aku sengaja tidak menceritakan yang sebenarnya pada Jesi karena aku tidak yakin dia bisa menjaga rahasia tentang keberadaanku pada kak Rendi jika menanyakan lagi keberadaanku


Kualihkan pembicaraan kami karena aku tak mau membahas masalah yang sama.

__ADS_1


Pak Mario tiba-tiba menghampiri kami bertiga ketika Jesi dan Medina sedang asyik menggodaku soal hubunganku dengan kak Roi.


"Maura putri anggara."


Panggilnya menyebut nama lengkapku.


"Iya pak."


Jawabku sambil berdiri mendekat kearahnya.


"Nanti sebelum pulang,ke ruang BK sebentar ya."


"Ada apa ya pak? apa saya membuat kesalahan?"


"Baik pak."


Pak Mario hanya menganggukkan kepala dan berlalu kembali menuju ruangannya.


Sontak membuat kedua sahabatku merasa heran sekaligus penasaran,ada apa gerangan pak Mario datang menghampiri dan memanggilku.


"Aku dipanggil BK."


Kataku berbisik kearah mereka berdua yang memandangku dengan wajah penuh tanya karena terlihat jelas dari sorot mata mereka.

__ADS_1


"Hah! ada apa?"


Tanya Jesi penasaran,sedangkan aku hanya mengangkat kedua bahu tanda ketidak tahuanku.


Aku sendiri sebenarnya juga sangat penasaran kenapa aku sampai dinpanggil oleh BK,karena setahuku aku tidak pernah membuat pelanggaran disekolah.


Akhirnya rasa penasaranku terjawab sudah ketika kuketuk pintu ruang BK dan ketika aku masuk ternyata sudah ada kedua orang tuaku duduk disana,aku hendak kabur karena merasa belum siap bertemu denga mereka namun langkahku terhenti ketika tubuhku menabrak pak Mario berdiri dibelakangku.


"Mau kemana?ayo masuk!"


"Maaf pak,saya permisi."


Ucapku sambil berlari meninggalkan ruangan yang bahkan belum sempat kumasuki seutuhnya.


Aku duduk ditaman sekolah yang sudah mulai sepi sendirian,sampai pak Mario yang tiba-tiba duduk disebelahku.


"Kenapa?bukankah seharusnya kamu cukup dewasa untuk menghadapi masalah ini? orang tuamu sudah cerita semuanya,mereka datang untuk menjelaskan kesalah pahaman padamu."


"Salah paham? saya kira ini bukan sekedar salah paham pak,mereka yang saya kira selama ini menyayangi saya ternyata sudah banyak berbohong dan ternyata saya bukanlah siapa-siapa di keluarga mereka."


"Saya tau kamu kecewa,tapi pergi tidak akan menyelesaikan masalah.Bagaimanapun mereka tetaplah orang tuamu,pulang lah jangan membuat mereka cemas."


Aku hanya terdiam menimbang kembali ucapan pak Mario yang begitu mengena dihatiku.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2