Bahasa Cinta

Bahasa Cinta
Keadaan nenek


__ADS_3

Namun aku tak setuju dengan rencananya,bukan karena aku egois yang ingin menghalangi Jesi mengungkapkan isi hatinya pada lelaki pujaan hatinya.Namun karena aku takut saja jika dia melakukannya tepat di puncak acara justru itu akan menjadi boomerang untuknya sendiri jika pak Mario tidak memberikan respon yang sesui dengan keinginannya.


Awalnya Jesi sempat salah paham dengan pendapatku namun aku berusaha meyakinkannya dengan meminta juga pendapat kak Rendi,karena kita tetap harus berfikir dari sudut pandang laki-laki.


Setelah berdiskusi juga dengan Medina yang hanya ikut-ikut saja dan tak banyak memberi usul karena justru malah terpesona dengan kak Rendi.Akhirnya setuju dengan usul kak Rendi untuk menembak pak Mario di akhir acara,Jesi akan mengajak pak Mario untuk bicara berdua saja dan jika memang pak Mario menerimanya barulah Jesi akan mengumumkan hubungan mereka kepara tamu yang masih disini.


Menutku usul kak Rendi ada benarnya juga,karena jika Jesi mengungkapkan perasaannya diawal atau dipuncak acara takutnya acaranya justru akan jadi kacau jika pak Mario menolaknya.


Jesi kembali sibuk menyalami beberapa tamu yang hadir memberikan selamat,ternyata bukan hanya teman sekolah saja yang diundang sepertinya banyak juga tamu undangan dari orang tua Jesi.Bahkan beberapa ada yang kenal dengan kak Rendi dan menyapanya,bahkan dikira aku adalah pacar kak Rendi.


"Dek,bukanya pak Mario itu...."


"Ssssst....!"


Ku letakkan jari telunjuk kananku dibibir kakakku agar dia tak melanjutkan perkataannya.


Bagaimana tidak didekat kami saat ini ada Medina yang selalu mengekor kemanapun kami melangkah,bukan untuk menikutiku namun untuk mengikuti kak Rendi.

__ADS_1


Kak Rendi hanya tersenyum-senyum kearahku melihat tingkah Medina yang tak henti-hentinya memandang kearah Kak Rendi.


"Dek,emangnya hari ini kakak ganteng banget ya?"


Bisiknya padaku.


"Ih,pede banget sih! emang kenapa?"


Tanyaku,meski sebenarnya tak kupungkiri kak Rendi emang ganteng banget dan selalu seperti ini meski sedang bangun tidur sekalipun.


"Coba tengok tuh sebelah kamu!"


"Aow! sakit tau!"


"Kenapa kak?! kakak baik-baik saja kan?"


Tanya Medina kepo dengan tingkahku dan kak Rendi,namun kak Rendi hanya tersenyum kearahnya membuat Medina semakin tersipu malu.

__ADS_1


Setelah puncak acara,kami segera berpamitan pulang karena memang harus segera kerumah sakit membesuk nenek jadi kami tidak bisa menunggi sampai acara selesai.


Sangat disayangkan aku tidak bisa menyaksikan Jesi mengungkapkan perasaannya pada pak Mario,namun bagaimanapun nenek juga begitu penting bagiku.


Sebenarnya kak Rendi berulang kali menawarkanku untuk tidak buru-buru pulang agar bisa melihat Jesi bersanding dengan pak Mario,aku tau kak Rendi sengaja ingin menbuatku panas namun tak kuhiraukan perkataannya.


Bahkan saat di mobil selama perjalanan menuju rumah sakit kak Rendi tak henti-hentinya membahas soal pak Mario,meski aku sudah memintanya untuk tak lagi membahasnya namun dia tak menghiraukannya.


"Kak,maaf sekali sebelumnya.Kita ini kan kakak adek,kenapa sikap kakak selalu seperti ini keaku? jujur kak,sikap kakak justru membuatku merasa tidak nyaman."


Perkataanku akhirnya berhasil membungkam kak Rendi dan hanya berakhir dengan perkataan maaf yang akhir-akhir ini membuatku bosan.


Sesampainya kami rumah sakit segera kami menuju IGD karena kabar terakhir yang kami dapat dari mama dan papa bahwa nenek masih mendapat penanganan dokter di ruang IGD.


Kami hanya bisa mendo'akan yang terbaik untuk nenek agar nenek bisa segera pulih dan sehat kembali.


Tak lama setelah kami datang,keluarlah seorang perawat dari dalam ruang IGD menghampiri kami yang sedang menunggu diruang tunggu depan IGD memanggil salah satu dari kami sebagai perwakilan anggota keluarga nenek masuk kedalam mendengarkan penjelasan dokter serta melihat keadaan nenek didalam.Papa segera masuk kedalam mengikuti sang perawat yang membawanya masuk kedalam dan pintu kembali di tutup.

__ADS_1


Sedangkan diiluar kami menunggu dengan was-was.


Bersambung.....


__ADS_2