
Mama bilang tak perlu ada persiapan khusus,hanya seperti biasa saja.Kamar nenek harus tampak sempurna seperti biasa sesuai keinginannya.
Sebagai menantu kesayangan tentu saja mama sudah tau apa saja yang harus dipersiapkan untuk menyambut mertua yang begitu sangat dihormatinya.
Mamaku adalah menantu kesayangan dan papaku adalah anal laki-laki kesayangan,namun entah kenapa aku dianggap biasa saja olehnya bahkan dianggap bukan siapa-siapa disini.
Sore ini kak Rosa datang kerumah bersama kak Rendi,katanya sih mau membesukku,tapi entah kenapa kedatangannya bukan seperti mau membesukku namun nampak seperti mau mengajakku perang.
Bahkan dengan nada yang menurutku nggak enak dia mengataiku anak manja dehadapan kak Rendi.
"Kak Rosa nggak suka sama aku?"
Tanyaku padanya to the point ketika kak Rendi sedang kekamar mandi.
Bukannya menjawab atau bagaimana,kak Rosa justru mendenguskan nafasnya sambil membuang muka.
Namun saat kak Rendi keluar dari kamar mandi sikapnya tiba-tiba berubah padaku,seakan semua baik-baik saja dan dia nampak baik serta perhatian padaku dan membuatku jadi semakin bingung.
"Yaudah yang,kita keluar aja yuk biar Rara bisa istirahat."
"Hmmmm,baiklah.Dek,kami tinggal dulu ya,lekaslah membaik."
Dielusnya ujung kepalaku sambil berlalu pergi dengan lengan yang terus digandeng oleh kak Rosa seakan begitu takut kak Rendi akan ada yang merebut.
__ADS_1
Nampak sangat jelas sekali kalau kak Rosa sangat tidak menyukaiku,lalu apa alasannya?toh aku tidak pernah melakukan kesalahan apapun padanya.
Hah,sudah lah toh itu bukan urusanku.
Saat bangun tidur pagi ini tubuhku rasanya sudah jauh lebih segar dan sehat jika dibandingkan dengan kemarin,dua hari harus beristirahat dirumah saj tentulah sangat bosan.Jadi kuputuskan untuk berangkat kesekolah hari ini,lagipula hari ini adalah hari Jum'at jadi pulang sekolah lebih cepat dari hari biasa.
Lagipula besok sudah libur akhir pekan,karena aku sekolah di SMA negeri jadi dapat libur di hari Sabtu dan Minggu.Sebenarnya aku ingin bersekolah di SMA swasta bersama dengan Yasmin di sekolah impian kami,tapi karena Yasmin harus ikut keluarganya keluar daerah karena ayahnya dipindah tugas akhirnya kuurungkan niatku bersekolah di aekolah impian kami dan lebih memilih patuh pada pilihan papa yang ingin aku sekolah di SMA negeri saja sesuai keinginan nenek.
Setelah selesai sarapan aku segera bersiap berangkat kesekolah semobil dengan Papa dan kak Rendi karena sekolahku memang searah dengan kantor Papa dan kak Rendi,itulah alasan Papa mendaftarkanku kesekolahku sekarang.
Sesampainya disekolah aku langsung menuju bangkuku karena disana sudah ada Jesika dan Medina yang sedang asik ngerumpi.
"Selamat pagi ibu-ibu semuanya...lagi pada sibuk ngerumpiin siapa sih?"
Kuletakkan dimeja tas yang sedari kugendong dari rumah.
"Ngerumpiin kamu Ra."
Jawab Medina sambil memelukku,mungkin karena sudah begitu rindu berat padaku yang selama dua tahun.....eh dua hari maksudnya,tidak datang kesekolah.
"Aw! sakit Jes!"
Kulihat Medina mengaduh,sedangkan Jesika mengedipkan mata seolah memberi sebuah isyarat pada Medina.
__ADS_1
"Apaan sih kalian ini?"
Tanyaku bingung melihat keanehan tingkah mereka.Kukihat tatapan Jesika seakan tak suka padaku,entah lah mungkin cuma perasaanku saja,pikirku.
Bel tanda masuk dan kelas akan segera dimulai telah berbunyi dengan berisik memekakkan telinga siapa saja yang mendengarnya,karena bunyinya memang benar-benar sangat nyaring.
Jesika masih saja diam,tidak seperti biasanya.
Entah dia hanya mendiamkanku saja atau dengan semua orang hari ini dia begitu.Sepertinya hanya denganku saja.
Kebetulan pagi ini,jam pelajaran diawali dengan pelajaran pak Mario.
"Selamat pagi semuanya!"
"Pagi paaaakkk!"
Sahut kami serempak membalas sapaan beliau.
Pak Mario memandang sejenak kearahku lalu kembali memalingkan pandangannya kearah buku yang terbuka di hadapannya,lalu memulai pelajaran.Mungkin beliau melihat bangkuku sudah tidak kosong lagi,jadi pandangannya langsung tertuju pada bangkuku bukan padaku,jadi aku nggak boleh GE-ER!
Sampai jam pelajaran usai Jesika masih diam seribu bahasa,membuatku semakin bingung dengan tingkah anehnya yanh tidal biasanya seperti itu.
BERSAMBUNG......
__ADS_1