Bahasa Cinta

Bahasa Cinta
Cengkeraman tangannya


__ADS_3

Tak terasa kami sudah sampai di depan pintu ruang rawat inap kak Rosa.


"Tolong lepaskan tangan saya pak!"


"Kenapa?"


"Karena kita belum muhrim!"


Kataku sambil berusaha memberontak melepaskan tanganku dari cengkeramannya meski tetap tak bisa.


"Lepaskan pak,tangan saya sakit!"


"Kamu!....."


Pintu terbuka,mama dan kak Rendi muncul dari balik pintu bersama tante Widia dengan cepat akhirnya tanganku terlepas dari cengkeramannya tanpa aku harus memberontak lagi.


"Lho kalian?"


Tanya mama terkejut karena tiba-tiba saja kami sudah berada di depan pintu saat mama membukanya.


"Hehehe,iya ma....kami baru saja mau masuk,malah mama sama kak Rendi sudah keluar."


Jawabku sambil memegangi tanganku yang masih sedikit terasa pedas bekas cengkeraman singa garang yang sekarng berada di sampingku.


"Ng......maaf jeng Diana,ini......?"


Tanya tante Widia pada mama sambil memandang kearah mas Rio.


"Oh,iya jeng nak Rio ini...."


"Temannya kak Rendi tante,hehehe.....iyaaa kan maa....."

__ADS_1


Jawabku dengan cepat menyambar jawaban yang akan mama katakan pada tante Widia.


"Eh,eeee....iiiii....iya jeng temannya Rendi,hehehe.Kami pamit dulu ya jeng,salam buat Rosa kalau nanti dia bangun."


Kami berdua langsunh ikut berpamitan pulang tanpa masuk lagi untuk melihat keadaan kak Rosa,karena memang kak Rosa masih beristirahat.


Aku terpaksa berbohong pada tante Widia karena masih belum siap jika perjodohan kami diketahui oleh orang lain selain keluarga,karena bagaimanapun statusku masih seorang murid SMA dimana calon suamiku mengajar jika hubungan kami diketahui oleh umum aku khawatir akan menjadi heboh nantinya.


Aku juga meminta tolong pada mama dan kak Rendi untuk merahasiakan tentang hubunganku dengan pak Mario terutama dari teman-temanku.


"Maaf ma.....kita langsung pulang?"


Tanya mas Rio pada mama yang dengan tenang duduk disebelah kak Rendi.


"Iya nak Rio langsung pulang saja kerumah ya."


"Baik ma."


"Kak! kakak nggak apa-apa?"


Tanyaku pada kak Rendi karena sejak dalam perjalanan pulang dari rumah sakit membesuk kak Rosa tadi kak Rendi hanya terdiam dan lebih banyak melamun.


"Ren!"


Mama menyenggol lengan kak Rendi.


"Eh! iya ma?"


Jawab kak Rendi dengan gelagapan karena merasa dikejutkan oleh mama.


"Diajak bicara sama adek!"

__ADS_1


Jawab mama.


"Apaan dek?!!"


Tanyanya dengan kesal.


"Kakak baik-baik saja kan?"


"Iya."


Kulihat mas Rio melihat kearahku sambil menggelengkan kepalanya sambil mengedipkan mata kearahku,aku mengerti kode darinya dan lebih memilih diam tak melanjutkan pertanyaanku pada kak Rendi.


"Maaf ma,setelah ini boleh Rio ajak Rara kerumah? Mami ingin bertemu Rara sebelum pulang katanya."


"Iya boleh,tadi pagi mami kamu sudah telfon meminta izin kok sama mama dan papa."


"Terima kasih ma."


"Iya sama-sama nak Rio."


Mobil mas Rio memasuki gerbang pagar rumah kami dan menghentikan mobilnya tepat di halaman depan pintu masuk rumah.


"Nak Rio mampir dulu ya,kita makan siang bareng."


"Ng......saya..."


"Udah nggak apa-apa,ayo!"


Akhirnya kami makan siang berempat karena kebetulan papa dan om Doni belum pulang,mungkin sudah makan diluar.


Setelah makan siang kak Rendi segera pergi lagi karena ada urusan katanya,sedangkan mama menemani nenek dikamar.Kami pun segera berpamitan untuk segera kerumah mas Mario atas izin mama.

__ADS_1


BERSAMBUNG.....


__ADS_2