
Pagi ini kulihat kak Rendi,mama dan papa tampak tengah bersiap-siap dengan koper dan barang bawaan mereka.Aku melihat mereka dengan tatapan bingung saat aku menuruni anak tangga sambil membetulkan kerudung coklat tua yang kukenakan.
"Mama,papa dan kakak mau pada kemana?"
Tanyaku sambil segera bergabung di ruang makan bersiap untuk sarapan.
"Lho!hari ini kan kita mau datang ke keluarga Wijaya!"
Jawab mama.
"Hah! aku kira kesananya masih nanti sore! emang bener sekarang pa?"
"Iya,emangnya kamu nggak tau?"Tanya papa sambil memandang mama dengan wajah bingung.
"Nggak! kenapa nggak ada yang ngasih tau aku! mana udah siap mau sekolah lagi,ma.... pa.....!"
"Terus,kamu mau bolos?"
Tanya kak Rendi padaku.
"Nggak lah.....Rara kesananya nanti siang sepulang sekolah,iya kan pa?"
Jawab mama sambil menyendokkan nasi goreng spesialnya kepiring papa.
"Iya,nanti akan ada mobil jemputan untukmu! semua barang bawaan kamu sudah siap kan?"
Tanya papa padaku.
"Sudah sih pa,tinggal bawa aja kok!"
__ADS_1
"Nanti sepulang sekolah kamu langsung nusul aja,barang-barang kamu biar kami bawa sekalian!"
Sahut mama.
"Kenapa nggak sekalian bareng sih berangkatnya!"
Jawabku kesal,karena sudah terlanjur siap mau berangkat sekolah malah ternyata pada berangkat ke keluarga Wijaya pagi ini.
"Terus nenek?"
Tanyaku.
"Bareng kami lah,emangnya kamu bisa ngurus nenek sendirian?"
"Ya..... masa bu Sum lah! ya kan bu Sum?"
Tanyaku karen kebetulan bu Sum melewati kami.
Hari ini aku berangkat diantar oleh pak Yanto karena setelah sarapan semua akan segera berangkat ke kota tempat tinggal keluarga Wijaya selain aku tentunya yang masih harus sekolah sedangkan semua keluargaku tengah berangkat ke luar kota.
"Selamat pagi Ra.....!"
Sapa Samuel padaku saat aku baru saja memasuki kelas dan hendak duduk di bangkuku.
"Kirain kamu nggak masuk hari ini Ra!"
Spontan aku menoleh kearah Samuel,mataku melotot padanya agar tak mengatakan apapun yang akan menimbulkan pertanyaan teman-teman yang lain terutama Medina yang sedari tadi melihat kearah kami dengan pandangan keingin tahuan yang nampak menggelora.
Saat aku dan Samuel melihat kearah Medina,ternyata Medina sedang memandang tajam kearah kami sambil bertopang dagu lalu menaik turunkan salah satu alisnya.
__ADS_1
"Apaan sih Din!"
Tanyaku padanya sambil ikutan menaikkan salah satu alisku di depannya.
"Ingat,kamu masih punya hutang penjelasan sama aku.Duuuuaa.....!"
"Dua? apaan sih!"
Tanyaku sambil pura-pura sibuk membuka tas dan mengecek buku-buku didalamnya.
"Ra,Sam! nanti pulang sekolah antar aku ke toko buku yuk!"
"Maaf Din,aku nggak bisa.Keluargaku ada acara keluar kota!"
Jawabku.
"Eh! apa? maaf aku mau pulang kampung Din! next time aja ya!"
Kata Samuel saat Medina memandang kearahnya,bahkan sebelum Medina mengatakan apa-apa.
"Kalian kompak banget sih! jangan-jangan kalian ada acara bareng ya!"
Tanyanya penuh curiga.
"Apaan sih Din! masih aja cemburu sama aku!"
" Ups....!" aku segera menutup bibirku dengan tanganku sendiri.
Sedangkan Medina melotot kearahku hampir membuat bola matanya keluar dan menggelinding di lantai kelas kalau saja Samuel tidak buru-buru mendekat kearahnya membuat bola matanya kembali normal masuk kedalam lubang matanya.
__ADS_1
BERSAMBUNG.....