Bahasa Cinta

Bahasa Cinta
Persiapan kerumah sakit


__ADS_3

Sebenarnya aku sih nggak ribet,tinggal ganti baju sama kerudung,ambil tas dan pakai sepatu udah beres.Aku memang lebih suka berpenampilan casual dan natural tanpa makeup atau dandanan yang aneh-aneh.


Baru saja kak Rendi meminta tolong bibi untuk memberi tahu pak Yanto untuk segera menyiapkan mobil,begitu bibi masuk kembali justru memberi tahukan pada kami bahwa mas Rio sudah datang dan sedang menunggu di ruang tamu.


"Rio? kamu mau pergi sama dia dek?"


"Nggak kok kak."


"Atau kamu ngajakin dia kerumah sakit?"


"Nggak juga."


"Terus ngapain pagi-pagi dia datang kesini?!"


"Mana aku tau! dia juga nggak bilang mau kesini."


"Kamu kan calon istrinya,mana mungkin kamu nggak tau dia mau kesini!"


"Memang nggak tau kak....."


"Masa!"


"Nggak percaya? yaudah!"


Beginilah jika hubungan kami sedang baik-baik saja,kami akan selalu bertarung tiada henti siang dan malam.Namun jika hubungan kami sedang tidak baik-baik saja justru kami akan saling diam dan salah satu dari kami pasti akan terus menghindar seperti beberapa waktu lalu sejak kak Rendi melwati batasan kami sebagai saudara karena dia pikir selama ini kami bukan saudara kandung.


"Kalian ini,apa setiap hari selalu ribut seperti ini?"


Tanya om Doni.


"IYA!"


Jawabku dan kak Rendi bersamaan.


"Lihatlah diluar sedang ada tamu,kalian ini malah berdebat."


"Sudah lah Don,mereka selalu seperti itu sejak kecil.Justru belakangan ini aku begitu merindukan mereka yang seperti ini."


Kata mama pada om Doni.


"Benar kah kak?"


"Iya."

__ADS_1


Aku segera meninggalkan obrolan mereka untuk menemui mas Rio yang sudah menunggu diruang tamu sedari tadi.


"Ada apa?"Tanyaku padanya.


"Duduk!"


Dengan patuhnya aku langsung duduk saja mendengar perintahnya tampa sedikitpun memprotes.


"Sudah siap?"


"Sudah,mas Rio mau ikut?"


"Iya,papa yang memintaku mengantar kalian."


"Papaku?"


"Iya."


"Anda panggil papa saya dengan sebutan papa?"


"Kenapa nggak boleh?"


"Mmmmmm,booooleh siiiih..... tapi kita kan....."


"Oh!"


"Kamu belum siap?"


"Belum."


"Belum mandi?"


"Sudaaah,tinggal ganti baju saja kok.Tunggu sebentar ya."


Kataku sambil berlalu meninggalkannya,ketika hendak kekamarku kulihat om Doni dan kak Rendi sedang berbicara serius entah apa yang sedang mereka bicarakan.


"Kak aku ganti baju dulu."


"Rio?"


"Tuh,masih di ruang tamu."


Kak Rendi segera mengakhiri percakapannya dengan om Doni lalu beranjak menuju ruang tamu.

__ADS_1


Setelah siap aku langsung menuju ruang tamu dan siap untuk berangkat kerumah sakit.


Ternyata para laki-laki dirumah ini sedang berkumpul diruang tamu di tambah mas Rio,kecuali satpam dan sopir.


"Mama mana?"


"Ayo!"


Jawab mama yang ternyata sudah siap dibelakangku.


Aku duduk di samping mas Rio yang berada di kursi kemudi,sedangkan mama dan kak Rendi di bangku belakang.Papa tidak bisa ikut karena rencananya siang ini akan menemani om Doni melihat rumah yang remcananya akan dibeli dalam waktu dekat.


"Nak Rio,mami dan papi kamu katanya hari ini pulang ya?"


"Iya tante rencananya nanti sore."


"Kamu masih saja panggil tante."


"Maaf ma,maklum belum terbiasa jadi masih agak canggung."


"Iya nggak apa-apa,nanti lama kelamaan juga terbiasa "


"Hah! mama? dia panggilnya mama?"


Tanya kak Rendi,sebenarnya aku sendiri heran kenapa mama dan papa terburu-buru sekali dalam hal ini padahal kami kan belum menikah kenapa secepat itu merubah nama panggilan untuk calom menantunya.


"Iya,memangnya kenapa? papa yang minta,katanya biar terbiasa."


"Mama setuju?"


Protes kak Rendi.


"Kenapa enggak? lagi pula yang dibilang papa benar kok!"


Aku hanya bisa diam tak berani menengahi.


"Kamu setuju dek?"


"Apa? aku nggak denger,lagi pakai headset ini dengerin lagu!"


Jawabku sambil menunjukkan telinhaku yang baru saja kusumpal dengan headset berkabel yang kuambil dari tas secara sembarangan.


Mas Rio yang sadar dengan tingkahku hanya menahan tawa sambil melihat kearah depan.

__ADS_1


BERSAMBUNG.....


__ADS_2