
Aku masih terdiam mematung diluar pintu.
"Hah!"
Mas Rio menghembuskan nafas secara kasar .
"Tenang saja,aku tidak akan memangsa tubuh kurus sepertimu! kecuali ada bagian empuk yang bisa kumangsa nantinya!"
Kuperhatikan tubuhku sendiri yang memang cukup kecil dibandingkan dengannya,namunaku tidak suka dibilang kurus.
"Kemarin kamu bilang butuh penjelasan!"
Aku mengikutinya memasuki pintu kaca yang sangat besar dan tinggi yang seolah menyatu dengan dinding-dinding kacanya.
Kami duduk di sebuah kursi yang ada di gazebo dengan suara gemercik air membuat suasana semakin nyaman.
"Akan aku jelaskan sebelum pertunangan terjadi,tanyakanlah apa yang ingin kau tanyakan.Tapi jangan menanyakan kembali pertanyaan yang sama meski tidak kujawab!"
"Baiklah,apakah ada batasan pertanyaan yang boleh kutanyakan?"
"Tidak,hanya saja mungkin akan ada beberapa pertanyaan yang tidak akan pernah kujawab!"
Mas Rio memencet sebuah tombol yang berada di sebelah bangkunya,meminta salah seorang pelayan mengantarkan dua gelas minuman untuk kami berdua.
"Camilan juga kalau ada!"
Usulku dengan cepat.
Mas Rio segera memencet kembali tombolnya lalu meminta makanan ringan juga untuk segera di antarkan bersama dua gelas minuman untuk kami.
__ADS_1
"Apakah bisa dimulai sekarang?"
"Hmmm!"
Belum juga aku mengajukan satu pertanyaan terdengar suara seorang laki-laki yang ternyata itu adalah pak Pras mengantarkan manakan ringan serta minuman untuk kami.
"Setelah ini tutuplah pintunya dari luar! usahakan jangan sampai ada siapapun masuk kesini Pras!"
"Baik tuan muda!"
Pak Pras segera meletakkan bawaannya lalu meninggalakan kami berdua.
"Bisa dimulai?"
Tanyaku kembali memastikan tak akan ada gangguan lagi.
"Iya!"
"Kenapa sejak awal anda tidak pernah cerita tentang status anda yang ternyata adalah pewaris tunggal dari Wijaya Group?"
"Kamu tidak pernah tanya,untuk apa aku cerita? lagi pula apa pentingnya!"
"Lalu kenapa anda menjadi guru disekolah?padahal anda adalah pewaris tunggal dari Wijaya Group! apakah untuk mengikutiku!"
"Hahahaha! mengikutimu? aku sudah mengajar disana sebelum kamu masuk kesekolah itu!"
"Lalu apa alasan anda menjadi seorang guru,padahal ganjinya tidak seberapa dan anda sudah punya segalanya disini."
"Aku tidak bisa menjelaskan alasanku padamu!"
__ADS_1
"Kenapa? apakah anda tau,kalau selama ini saya sudah merasa terkecoh?"
Mas Rio melihat wajahku,memandangku tajam.
"Aku kira calon suamiku hanyalah seorang guru biasa,aku sempat berfikir setelah lulus sekolah dan menikah aku tidak akan bisa melanjutkan pendidikanku lagi."
Aku menundukkan wajah,menyeka butir-butir tetesan air mata yang kini mengalir dipipiku.
"Lalu kamu mau apa?"
Tanyanya sambil bangkit dari duduknya dan berpindah ketempat duduk yang ada disebelahku.
"Kenapa semuanya tak pernah jujur padaku,semua menutup-nutupinya dariku!"
Aku sedikit berteriak,sudah tak pernah memeperdulikah lagi air mata yang mengalir dimana-mana.
"Dengar!"
"Tak ada yang menutup-nutupi apapaun darimu,kamu tak pernah tanya dan kenapa tak pernah mencari tau!"
Mas Mario membela diri.
"Mencari tau?"
"Keluargaku juga tak pernah memberi tauku tentangmu,mereka hanya bilang aku akan dijodohkan dengan seorang gadis keturunan Anggara tanpa mereka memberitahukan nama bahkan siap dan seperti apa dirimu!"
"Lalu?"
Tanyaku mulai luluh dan permasaran.
__ADS_1
"Aku berusaha mencari tahunya sendiri dan ternyata dia adalah seorang gadis kecil berbadan kurus meski makan banyak,suka makan pedas dan tak perduli dengan pola makan padahal sudah tau sering bermasalah dendan asam lambung.Gadis yang sangat ceroboh dan keras kepala,yang lahir delapan belas tahun lalu pada tanggal empat belas dibulan ketujuh."
BERSAMBUNG.......