
Tepat disaat panggilan berakhir Samuel langsung melepaskan tangan dari mulutnya dan tawanya pecah seketika dengan bebasnya.
"Kalau mau berduaan jangankan dirumah mami,dirumah sendiri saja aku dan pras di usir mi....!ahahahahhaa!"
Ledek Samuel pada kami berdua ,aku hanya menunduk menahan rasa malu sedangkan mas Rio langsung menjambak rambut Samuel dan mengacak-acaknya dengan brutal.
"Aaaaaa,ampun kaaaak! aduh.....aw...awa...aw...sakit!"
Terial Samuel memohon ampun pada mas Rio ketika ramburnya dijambak dan di acak-acak secara brutal.
Medina yang baru saja masuk kedalam mobil terlihat bingung dan syok melihat sang kekasih pujaan hatinya dianiaya oleh tunanganku.
"Ada apa ini?!"
Tanyanya dengan bingung melihat kaearah kami bertiga secara bergantian.
"Aku dianiaya sayang....!"
Adu Samuel pada pacarnya dengan wajah memelas namun sambil menahan tawa.
"Sekali lagi tidak kau jaga mulutmu itu! maka masa depanmu itu taruhannya!"
Ancam mas Rio pada Samuel sambil menunjuk barang berharga milik Samuel yang langsung dengan cepat ditutupi dengan kedua telapak tangannya sendiri.
Aki semakin malu dengan tingkah kedua pria di depanku dengan menutup kedua mataku dengan telapak tanganku sendiri dan berpura-pura tidak mendengar apapun.
"Aku kan cuma bilang seperti itu! apa harus ini yang jadi taruhannya!"
Samuel berusaha membela diri.
__ADS_1
"Diam....!"
Ucap mas Rio menekan kata-katanya. Sedangkan Samuel justru kini tengah asyik membongkar kantong plastik yang tadi di di bawa mas Rio dari dalam mini market.
"Eh! ini apa kak?"
Tanya Samuel sambil menunjukkan sebuah kotak yang terbungkus plastik kecil terpisah.
Dengan cepat mas Rio langsung menyambar bungkusan kecil yang didalamnya berbentuk kotak sebesar bungkus rokok.Aku merasa tidak asing saat sekilas melihat bungkus kotak yang terlihat samar dari dalam kantong plastik putih yang masih memperlihatkan secara samar isi didalamnya.
Aku dengan gugup melihat kearah Medina yang ternyata tak menyadari barang yang baru saja direbut mas Rio dari tangan Samuel.
Samuel hanya tertawa memandangku dan juga mas Rio secara bergantian,lalu menutup mulutnya agar tawanya tertahan dan tidak membuat mas Rio marah lagi padanya.
Tapi...semuanya sia-sia belaka.
"Ampun kak....aku tidak sengaja menemukannya! hahahhaaa!"
Tawanya kembali meledak saat mas Rio melepaskan jambakan kasarnya pada rambut Samuel.
"Sam....kamu ngapain sih!"
Bentak Medina yang seperti merasa kasihan melihat Samuel diperlakukan demikian namun tidak berani memprotes pada mas Rio.
"Mas....sudah lah....! lagipula Samuel tidak salah kan?"
Aku berusaha melerai karena lama-lama juga tidak tega melihat Samuel yang sudah acak-acakkan seperti ayam kalah dalam pertarungan.
"Kak,nanti aku minta satu boleh?"
__ADS_1
Tanya Samuel kembali meledek sambil tertawa.
"Mau kupukul kamu!"
Jawab mas Rio semakin kesal.
"Cuma bercanda kak!"
Ucap Samuel memohon ampun.
"Jangan macam-macam kamu! atau urusanmu sama yang disampingnya nanti."
Ucap mas Rio sambil melirik kearahku.
"Iya,aku yang pertama kali membunuhmu Sam!"
Ucapku sambil ikut kesal menjambak rambutnya pelan.
"Kalian berdua ini pasangan yang sadis sekali padaku!"
Samuel memanyunkan bibirnya kearahku.
Sedangkan Medina nampak bingung dengan tingkah kami bertiga yang terlihat seperti sedang menganiaya kekasihnya.
"Aku pindah kebelakang saja lah!"
Ucap Samuel hendak membuka pintu mobil namun segera di cegah oleh mas Rio dengan langsung mengunci semua akses keluar.
BERSAMBUNG.....
__ADS_1