
Sesampainya dirumah sakit kami langsung menuju kamar rawat inap yang beberapa hari lalu spat ditempati kak Rosa ketika aku dan pak Mario berkunjung.
'Tok,tok,tok'
"Permisi.....!"
'Ceklek'
"Oh,Rara dan......mari-mari silahkan."
Tante Widia agak terkejut melihat kedatangan kami semua lalu dengan cepat menyembunyikan kegugupannya dengan menyambut kedatangan kami.
Saat kami datang kebetulan kak Rosa sedang tertidur pulas sekali.
Tak lama setelah berbasa basi mas Rio mendekat kearahku dan mengajakku keluar agar mama dan kak Rendi lebih leluasa mengobrol dengan tante Widia,akupun setuju dan menurut saja ketika mas Rio mengajakku keluar denga alasan ingin membeli minum diluar.
Kami duduk di sebuah kursi di kantin rumah sakit,lalu mas Rio memesan seporsi nasi goreng dan jus jeruk.
"Mas belum sarapa?"
Tanyaku dengan wajah heran.
"Belum.Kamu mau lagi?"
"E...hehehehe,terima kasih saya sudah sarapan tadi dirumah.Kenapa tadi nggak sarapan di rumahku sekalian?"
"Emangnya tadi kamu nawarin aku sarapan!"
"Hehehehe,nggak!"
Sebenarnya aku merasa agak khawatir sejak pertama mas Rio mengajakku ke kantin rumah sakit ini,karena takut jika tanpa sengaja bertemu dengan orang yang kenal dengan kami nantinya.Jawaban apa yang harus kami berikan atas pertanyaan-pertanyaan yang kemungkinan akan dilontarkan,kenapa kami bisa disini berduaan?
Aaaah! entahlah,semoga saja kekhawatiranku tidak pernah terjadi.
Tak perlu lama menunggu seorang pelayan datang membawakan pesanan mas Rio lengkap dengan telur ceplok setengah matang dan dua gelas jus jeruk,tentu saja salah satunya untukku.
__ADS_1
Aku lebih memilih sibuk dengan hapeku sementara menunggu pak guru yang ada di depanku selesai menghabiskan sarapannya.
Kami dikejutkan oleh suara seseorang yang tak asing lagi di telingaku.
"Selamat pagi pak Mario......!"
Sapanya dengan lemah lembut.
"Kok kalian berdua bisa disini?"
Tanyanya sambil memandang kearahku tanpa memberi kami kesempatan untuk membalas sapaannya.
"Bu Lidia? se...seeelamat pagi bu Lidia."
Sapaku kembali sambil berdiri dengan senyum yang kupaksakan demi menutupi kegundahan karena kami baru saja tertangkap basah oleh bu Lidia,salah satu staf di sekolah kami tentu saja bu Lidia mengenali kami.
"Maaf bu Lidia,pak Mario saya permisi dulu."
Dengan canggung aki berniat pergi meninggalkan pak Mario dan bu Lidia.
"Tunggu!"
Pak Mario menghentikan langkahku.
"Maura,bayar dulu jus jerukmu!"
Ucapnya sambil menenggak jus jeruk yangsepertinya juga sudah selesai makan.
"E....heheheheee,iya pak maaf lupa."
Jawabku sambil berbalik dan memutar arah menuju kasir untuk membayar tagihan minuman kami dan juga makanan yang dia makan.
"Maaf bu Lidia saya sudah selesai makan,silahkan jika bu Lidia masih ada keperluan disini.Mohon maaf saya harus segera kembali ke ruang rawat inap saudara saya."
"I...iya pak Mario silahkan."
__ADS_1
Aku berjalan agak cepat agar segera menghilang dari pandangan mata bu Lidia yang mungkin masih betah berlama-lama mengobrol di kantin rumah sakit,sebenarnya aku kesal karena harus kembali ke ruang rawat inap kak Rosa sendirian padahal tadi kan pak Mario yang mengajakku kesana.
"Tunggu!'
"Kamu jalan atau lari?"
Tanya mas Rio ketika kuhentikan langkah kakiku.
"Saya kira tadi bapak masih mau mengobrol dengan bu Lidia,makanya saya buru-buru kembali lagi kemari."
"Benar kah! bukan karena ada alasan lain?!"
"Sebenarnya,iya."
"Kenapa? kamu....."
"Saya takut jika bu Lidia curiga dengan hubungan kita dan membuat gosip disekolah."
"Kamu benar juga!"
"Memang bapak fikir hal lain apa yang bapak maksud?"
Tanyaku dengan bingung.
Mas Rio mencengkeram lenganku karena aku masih tetap tak menghentikan langkah kakiku menuju kamar inap kak Rosa padahal dia sedang mengajakku bicara.
"Apa lagi pak!"
Tanyaku dengan nada kesal.
"Tidak ada,satu lagi jangan panggil pak! apalagi kita hanya berdua!"
"Iya,iya maaf!"
Kataku sambil kembali berjalan pelan karena dia masih belum juga melepaskan cengkeramannya di tanganku.
__ADS_1
BERSAMBUNG.....