
"Ra....sudah siap belom? ayo turun!"
Teriak kak Rendi dari luar kamarku sambil berkali-kali mengetuk pintu kamarku tiada henti.
"Iya sebentar,kakak turun aja duluan!"
Jawabku dari dalam kamar tanpa membuka daun pintu untuknya.
"Cepetan! Jangan lama-lama udah siang ini."
Terdengar omelan kak Rendi yang kudengar semakin menjauh,sepertinya dia sudah mulai turun duluan.
Pagi ini aku sudah kembali beraktivitas kesekolah seperti biasa lagi,aku berangkat sekolah dengan diantar oleh kak Rendi seperti dulu sebelum ada mas Rio atau pak Pras disini.
Pak Pras memang tak lagi bisa tinggal disini untuk mengawalku karena mas Rio sangat membutuhkannya disana,serta memang sedari awal pekerjaan pak Pras bukanlah untuk menjadi sopir atau bodyguard untukku karena sejatinya dia adalah asisten pribadi mas Rio yang selalu menjadi mengikutinya kemana-mana bagaikan bayangan untuk mas Rio.
"Kak gimana kabarnya kak Rosa?"
Tanyaku mulai membuka obrolan dengan kak Rendi.
"Ya....begitulah Ra,tapi sekarang sudah lumayan lebih baik.Meski belum pulih seutuhnya,setidaknya sedikit ada kemajuan."
Jawab kak Rendi sambil fokus mengemudi.
"Bagus lah,semoga kak Rosa bisa cepet sehat kembali ya kak!"
__ADS_1
"Makasih ya Ra do'anya,maaf kakak sempat bikin kamu takut dan jadi ilfill sama kakak!"
Aku hanya tersenyum mendengar ungkapan kak Rendi yang terdengar tulus dari hatinya,mungkin kini sudah saatnya kami kembali memperbaiki hubungan antar saudara yang sempat renggang.
"Kak....apapun yang terjadi kita tetaplah saudara,hubungan darah diantara kita tidak akan pernah bisa dibohongi."
"Makasih ya dek! kamu tidak pernah berubah dari dulu,selalu mudah memaafkan."
Ucap kak Rendi dengan membalas senyumanku dengan senyum yang jauh lebih manis dari permen lolipop.
Namun semanis apapun senyumannya tak akan pernah bisa menggoyahkan hatiku untuk satu orang yang sudah melekat di dasar relung hati yang paling dalam.
"Udah nyampe nih! Nggak mau turun?"
Kak Rendi membuyarkan lamunanku ketika aku sedang membayangkan wajah mas Rio di pelupuk mataku.
Aku hanya tersenyum jika mengingat betapa susahnya setiap harinya dia membangunkanku setiap pagi untuk mandi dan sholat Subuh karena aku merasa belum waktunya untukku bangun.
"Eh....,ni anak di bilangin sudah nyampe bukannya buruan turun malah cengengesan sendiri gak jelas! Ra,kamu kesambet ya!"
"Iiiih.....kakak,berisik!"
Dengan kesal aku segera turun dari mobil kak Rendi sambil bergumam menggerutu sesukaku dengan bibir yang kumonyongkan kearahnya.
"Buruan...! kakak telat nanti,"
__ADS_1
"Iya,iya....! bawel,besok-besok aku bareng papa atau sama samuel aja lah!"
"Sono,ambegkan!"
Ledek kak Rendi sambil melajukan mobilnya meninggalkanku di depan gerbang sekolah yang sudah menganga lebar dengan seorang algojo penjaga yang siap dengan seragam putih berdiri di depan gerbang.
"Pagi pak....!"
Ucapku menyapa pak satpam yang berjaga pagi ini.
"Pagi....!"
Jawabnya menjawab salamku dan salam beberapa siswa atau siswi yang juga ikut menyapa beliau.
'Tin,tin,tin....!'
Suara sepeda motor yang terus membunyikan klakson dibelakangku meski aku sudah berjalan minggir sekalipun namun tak menghentikan suara klaksonnya yang berisik sedari tadi.
"Iiih.....Sam! Dasar jahil,awas kamu nanti ya....!"
Teriakku sambil mengancamnya yang justru hanya tertawa mendengar ancamanku.
"Hahahha,nggak takut wek wek! Udah nggak ada kak Rio ini,aku dah nggak takut wek!"
Ledeknya sambil menjulurkan lidahnya kearahku lalu berlalu meninggalkanku dengan sepeda motornya yang masih dinaiki dan di kendarai dengan pelan menuju parkiran.
__ADS_1
BERSAMBUNG.....