Bahasa Cinta

Bahasa Cinta
Pingsan disekolah


__ADS_3

Pagi ini aku merasa agak kurang enak badan,saat bangun tidur kurasakan kepalaku agak sedikit pusing.


Setelah sholat subuh perutku juga rasanya agak sedikit mual,namun itu bukan alasanku untuk tidak berangkat sekolah.


Pagi ini aku berangkat diantar oleh pak Tono sopir kantor Papa,karena memang Papa ada meeting pagi ini sedangkan kak Rendi sedang ada urusan kerja diluar kota mungkin besok atau lusa baru pulang.


"Ra,kamu yakin mau berangkat kesekolah?kalau memang sakit istirahat aja dirumah,biar nanti Mama yang izin kesekolahmu."


"Insya Allah Rara gak papa kok Ma."


Aku berusaha menenangkan hati mamaku agar tak khawatir karena aku memaksa tetap berangkat sekolah karena sedang tak enak badan.


Aku tak mau ketinggalan pelajaran disekolah meski hanya sehari saja tak datang kesekolah,apalagi hari ini ada pelajaran pak Mario tentu saja aku tak mau melewatkannya.


Meski pak Mario orangnya sangat cuek dan jutek,tetep saja diam-diam aku mengidolakannya.Ternyata tak hanya aki saja yang mengidolakan pak Mario,hanpir seluruh murid perempuam di sekolahku mengidolakannya.Memang pantas sih pak Mario diidolakan,bagaimana tidak dengan rupa yang menawan serta postur tubuhnya yang sempurna sembuatnya semakin membuat para perempuan manapun yang melihatnya pasti akan terpesona.


Postur tubuh tingginya,wajah tampannya,hidung mancungnya,dagunya,bibirnya,serta matanya yang meski sipit serta tertutup kacamata namun tak mengurangi pesona keindahan yang begitu sempurna.


Rasa pusing serta mualku tadi pagi saat dirumah rasanya sedikit terobati ketika memandang wajah indah dan tampan pak Mario.Rasanya bagaikan obat penenang untuk segala rasa sakitku.


Entah karena pesona sang pengajarnya atau memang pelajarannya yang membuatku selalu bersemangat mengikuti mata pelajaran yang di ajarkan oleh pak Mario dikelas kami.


Bel tanda pelajaran berakhir serts menandakan waktunya untuk istirahat berbunyi,rasanya pusing serta mualku kembali kambuh.Ya Allah.....kenapa lama kelamaan aku semakin lebay seperti ini?!

__ADS_1


Jesika mengajakku kekantin,awalnya aku tak ada niatan untuk ikut dengannya kekantin namun dia memaksa akupun tak enak hati membiarkannya sendirian berjalan menuju kantin karena dia pasti akan bilang...."takut ada yang culik." hahahha,lebay kan dia? begitulah temanku satu ini,dia selalu paling manja diantara kami bertiga.


"Medina mana sih?"


Tanya Medina padaku sambil celingak celinguk melihat sekitar mencari keberadaan Medina yang entah menghilang kemana dia sejak bel berbunyi langsung saja dia nyelonong kabur tanpa pamit.


Kami berjalan melewati beberapa kakak kelas yang sedang bermain basket saat jam istirahat,kami masih sambil saling celingukan memcari keberadaan Medina yang entah dimana rimbanya.


Duak!!


Tiba-tiba semua menjadi gelap seketika,sempat kudengar suara Jesika menjerit memanggil namaku dengan suara kepanikan namun perlahan suaranya semakin tak terdengar lagi.


Entah apa yang terjadi,ketika aku membuka mata tubuhku sudah terbaring diatas bed di ruang UKS dengan Medina dan Jesika berada disampingku serta petugas kesehatan sekolah dan pak Mario didalam ruangan tempatku berbaring.


"Jangan bangun dulu dek kalau masih pusing."


Kata petugas kesehatan seraya berjalan mendekat kearahku,disusul oleh pak Mario berjalan dibelakangnya lalu berpamitan dan berlalu meninggalkan ruang UKS.Sebelum menghilang dibalik pintu sempat kulihat pak Mario memandang kearahku dengan tatapan datar.


"Tadi aku kenapa?"


Tanyaku pada kedua teman-temanku.


"Tadi kamu pingsan Ra."

__ADS_1


Jawan Jesika singkat.


"Katanya tadi kepalamu kebentur bola basket sampe kamu pingsan,kok kamu bisa nggak menghindar ada bola kearahmu sih?!"


"Aku nggak liat ada bola terbang kearahku."


Jawabku.


"Emang kamu lagi liatin apa tadi?!"


Tanya Jesika seakan lupa bahwa tadi mata kami sedang jelalatan mencari Medina.


"Tadi kan kita lagi cari kamu Din!"


Jawabku kesal.


"Untung tadi ada pak Mario yang nolongin kamu,terus segera gendong kamu kesini.Aaaaaa....aku jadi iri deh sama kamu Ra!"


Jesika dengan polosnya,langsung segera di telonyor kepalanya oleh Medina dia selalu begitu kadang kalo bercanda suka pakai kekerasan.


"Hah! Pak.....Mario! Gendong aku?!"


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2