Bahasa Cinta

Bahasa Cinta
Keluarga ajaib


__ADS_3

Aku menggeliat diatas tempat tidurku yang nyaman,kubuka mata saat kuingat tadi aku berada dimobil bersama mama dan papa dalam perjalanan pulang dari panti.Lalu sekarang aku terbangun sudah diatas tempat tidur didalam kamarku yang nyaman.


Begitu ajaibnya rumah ini,saat aku tertidur didalam mobil bangun-bangun sudah berada di kamar.


Kulirik jam bergambar katakter kartun hello kity yang tergantung di dinding kamarku.


"Astagfirullah,sudah jam segini."


Segera aku berlari kecil menuju kamar mandi untuk membersihkan diri,mandi lalu menunaikan kewajibanku sholat ashar karena waktunya sudah hampir habis.Aku takut saja malaikat akan mencatatnya karena aku membolos untuk menunaikan kewajibanku sebagai umat muslim.


Setelah selesai mandi dan sholat,aku segera menuju meja makan karena perutku yang sudah merasa sangat kelaparan.Kuharap aku tidak cacingan jadi jangan sampai ada cacing-cacing di dalam perutku meronta apalagi berdemo untuk menuntut haknya.


Sepertinya aku sehat kok,tidak menandakan gejala seperti orang sedang cacingan.Meski tubuhku agak sedikit kurus sih memang,tapi aku nggak kurus-kurus amat kok kayak orang lagi cacingan.Aku hanya lapar,hehehehe.


"Eh.....anak cantiknya mama sudah bangun?"


Mama membelai rambut di ujung kepalaku lalu duduk dikursi sampingku,kami berdua duduk dikursi ruang makan.


"Udah mandi juga dong ma,nih coba cium udah wangi kan?"


Jawabku sambil menyodorkan pipiku mendekat kedepan wajah mamaku.


"Iya sudah wangi."


Ucap mama sambil mencium pipiku penuh kasih sayang.


"Masih sempat sholat juga kan tadi?"


"Masih dong ma,ya...keski waktunya mepet sih."


"Mau makan sayang?mama panggilin bibi buat siapin makan ya?"


"He'em."

__ADS_1


Jawabku singkat sambil menganggukkan kepala sedangkan tanganku meraih hape yang tadi sempat kuletakkan di atas meja makan.


"Ngapain kamu disitu de?"


Tanya kak Rendi yang tiba-tiba saja berdiri dibelakang kursi tempatku duduk,lalu berjalan menuju pintu lemari es yang letaknya tak jauh dari meja makan.


"Lagi berak kak."


Jawabku dengan nada kesal.


"Ih.....! jorok masa berak disitu,kan bau!"


Jawabnya sambil memonyongkan binir serta menutup hidungnya.


"Ih,kakak nyebelin!"


"Emang aku nyebelin,kenapa? yang penting punya pacar daripada kamu jomblo!"


Dia terus menggodaku sambil duduk di kursi dekat tempat aku duduk.


"Eh....emang ganteng kan?"


Dengan sombonya di angkat salah satu alisnya dan menghadapkan wajahnya kearahku.


"Ih....apaan sih!"


ku tampar pelan tanpa tenaga pipi mulusnya,lalu mataku kembali fokus dengan paper bag yang sedari tadi dibawa olehnya dan kini diletakkan di meja tepat didepannya.


"Kakak bawa apaan itu?"


Tanyaku penasaran,sambil bangkit dan ku dekatkan kepalaku kearahnya.Saking dekatnya sampai-sampai kepala kami hampir saja bertabrakan dan saling bentur,untungnya dengan sigap kak Rendi langsung menghindar.


"Kalo liat makanan aja,langsung."

__ADS_1


"Biarin!"


"Sini,coba aku liat...."


"Eit,eit,eit....."


Dia terus menggodaku dengan cara menarik ulur barang bawaannya padaku,hingga membuatku kesal.Sampai akhirnya kami saling rebut.


Aku terus mengejarnya saat kakRendi berjalan sambil menggodaku hingga kearah ruang tengah.


Karena tubuhku yang kalah tinggi dengannya membuatku tak mampu menjangkau barang bawaan kak Rendi yang kini dibawanya karena tangannya kini keatas kepala.


Hingga akhirnya aku terjatuh menimpa tubuh kak Rendi dan beruntungnya kak Rendi terjatuh tepat diatas sofa yang empuk.


Kak Rendi hanya terdiam sesaat,memandang dalam kearah wajahku saat tubuhku jatuh menimpa tubuhnya.


"Aduh....! Minggir de,kamu berat!"


Suara kak Rendi serak seperti sedang bicara sambil menahan nafasnya yang sesak.


"Yeah,dapet we....."


Aku merasa menang,setelah bangkit dan mendapatkan entah apa yang sedari tadi kami rebutkan.


"Kalian ini,udah gede masih saja rebutan kayak anak kecil.Ayo sini makan,katanya tadi adek laper."


Mama menggiring kami menuju meja makan,sedangkan aku masih sibuk dengan barang bawaan kak Rendi yang berhasil kurebut.


"Ayo.....!"


Kak Rendi menggandengku menuju meja makan.


Ternyata barang yang dibawa kak Rendi adalah sebuah kotak kecil dan begitu kubuka kotak tersebut segera ku berlari mendekat kearah kakakku.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2