
Mas Mario menepikan mobil dan memarkirkan mobil di dekat sebuah taman.
"Kok berhnnti disini?" Tanyaku melihat sekitar karena memang kami belum sampai di tujuan.
"Istirahat sebentar,aku ngantuk."
Jawabnya sambil membuka separuh kaca pintuobil yang masih dibiarkan menyala lalu mas Rio bersandar di bangku kemudi lalu memejamkan matanya sambil menutup mata dengan salah satu lengannya.
"Hah? kenapa nggak istirahat dirumah saja nanti
atau tadi istirahat dulu dirumahku!"
Gerutuku.
"Bangunkan aku setelah lima menit!"
Aku tak menjawab dan langsung merogoh hape dari tasku.
'Kriiiiiiiiing!!!!!'
Lima menit berlalu alarm dihapeku telah berbunyi dengan sangat berisik,namun mas Mario masih saja terlelap dalam tidurnya padahal alarm berbunyi dengan sangat kencang menurutku.Mungkin karena benar-benar lelah jadi dia sama sekali tidak dengar.
"Mas......mas......mas......! Mas Mario!"
Kugoyangkan bahunya sambil ku panggil-panggil namanya agar segera terbangung sesuai pesannya tadi,lima menit.
" Ng......."
__ADS_1
Jawabnya saat membuka mata,lalu kembali melajukan mobilnya.
"serius sudah tidak mengantuk lagi?"
Tanyaku sambil melihat kearahnya yang nampak sudah jauh lebih segar dari pada waktu dia bilang mengantuk tadi.
"Sudah lebih baik,nanti sampai rumah dilanjut lagi tidurnya."
"Memangnya semalam tidak tidur?"
"Tidur,cuma sebentar."
Mario tidak mungkin jujur akan apa yang semalaman dia pikirkan saat akan mengirim pesan untuk Rara,dan pada akhirnya saat dia selesai mengetik pesan dia mulai ragu untuk mengirimnya yang tanpa sengaja justru tersentuh oleh jarinya dan pesanpun terkirim.Mario dengan panik buru-buru menghapus kembali pesan yang sudah terlanjur terkirim ke kontak Rara sebelum sang penerima pesan membacanya.
Akhirnya kami sampai juga dirumah mas Mario,saat kami sampai dirumah mas Rio ternyata rumah dalam keadaan sepi tanpa prnghuni.
"Kok sepi?"
"Masuk dulu! biar kupanggilkan mami."
"Iya."
Jawabku sambil duduk diruang tamu.
"Ngapain duduk disitu? ayo diruang tengah!"
"I....iya!"
__ADS_1
Aku segera berjalan mengikuti mas Rio dari belakang lalu duduk di sofa ruang tengah,sedangkan mas Rio menaiki anak tangga untuk mencari para penghuni rumah yang menurutku memang kosong tanpa penghuni.
Mas Mario kembali turun tanpa berhasil menemukan siapapun,merebahkan tubuhnya yang terlihat sangat lelah dan mengantuk di sofa yang sama tempatku duduk sedari tadi sembari sesekali menguap sambil menutup mulutnya.
"Mas,saya nunggu diluar saja ya....tidak enak dirumah tidak ada orang."
Pamitku pada mas Rio karena merasa tidak nyaman hanya berdua saja dengannya di dalam rumah tanpa ada orang lain lagi.
Namun tak ada jawaban darinya.
"Mas.....!"
Saat kutengok ternyata mas Rio sudah terlelap dengan posisi terduduk di sofa sambil menyedakapkan tangammya diatas dada,nampaknya dia benar-benar lelah sekali namun masih juga memaksakan diri mengantar kami kerumah sakit menjenguk kak Rosa.
Kupandangi wajahnya yang sedang terlelap,ternyata nampak begitu teduh rasanya melihat ketampanannya ketika sedang tidur daripada melihat ekspresi wajahnya ketika sedang galak dengan sikap dinginnya pada semua orang.
Saat aku sedang terpesona dengan ketampanannya ketika sedang tertidur,tiba-tiba saja mas Rio terjaga dari tidurnya.
Betapa terkejutnya aku karena saat mas Rio membuka mata,aku masih sedang terpesona memandangi wajahnya.
Dengan gelagapan aku berjalan mundur saat mas Rio bangkit dari tidurnya.
"Kamu ngapain!"
Tanya mas Rio sambil memandang bingung kearahku.
"Ng.....nggak ngapa-ngapain kok! beneran!"
__ADS_1
Kataku sambil berulang kali melambaikan tangan berusaha meyakinkan bahwa aku memang benar-benar tidak melakukan apapun.
BERSAMBUNG.....