Bahasa Cinta

Bahasa Cinta
Kedatangan keluarga pak Mario


__ADS_3

"Assalamu'alaikum....."


Ucapku dan seketika semua pandangan mata menuju pada kami berdua yang baru saja tiba.


"WALAIKUM SALAM....."


Semua yang berada di ruang tamu hampir kompak menjawab salam yang ku ucapkan bagaikan tim paduan suara.


Ternyata kedua orang tua pak Mario sudah berada di dalam ruang tamu kamarku sedang bercakap-cakap dengan kedua orang tuaku.


Rupanya orang tua pak Mario datang untuk membesuk nenek yang kebetulan baru pulang dari rumah sakit,karena nenek harus banyak beristirahat maka mereka tidak bisa berlama-lama bertemu nenek akhirnya hanya bisa ngobrol diluar dengan ditemani mama dan papa.


Aku segera masuk dan mencium punggung tangan kedua orang tuaku dan kedua orang tua pak Mario.


"Maaf semuanya,karena baru datang dari luar saya pamit permisi dulu mau bersih-bersih sebentar."


Dengan sopan aku permisi masuk kedalam.


"Maaf tante,om boleh saya numpang ke toilet sebentar?"


Pak Mario melirik kearahku saat aku menoleh kearahnya mendengar akan ketoilet.


"Silahkan nak Rio,sekalian minta Rara tunjukan toiletnya ya."


"Baik tante,terima kasih,permisi."


Dengan cepat pak Mario menyusulku kedalam.


"Tunggu!"


"Tiletnya ada disana pak,silahkan!"


Kataku sambil menunjukkan jariku kearah toilet yang berada di dekat anak tangga menuju kamarku.


Kuhentikan langkahku saat aku hendak melangkahkan kaki menaiki anak tangga menuju kamarku.


"E......Pak!"


"Iya,ada apa?"


"Ada suatu hal yang mau saya bicarakan."


"Mmmmmm,ada apa?"

__ADS_1


"Tapi jangan disini."


Ucapku sedikit berbisik sambil memandang kearah sekitar.


"Baiklah,bagaimana kalau habis Isya aku jemput kamu."


"Iya."


Aku segera naik kekamarku mencuci tangan,kaki dan berganti pakaian dan kembali turun ikut menemui keluarga pak Mario dan pak Mario sudah kembali dari kamar mandi saat aku ikut berkumpul kembali di ruang tamu.


Tak lama setelah berbincang keluarga pak Mario berpamitan pulang karena memang hari sudah semakin sore dan hujan juga sudah reda.


"Sepertinya kalian sangat cocok,tante harap kamu tidak menolak menjadi menantu tante."


Ucap tante Sarah saat kucium punggung tangannya ketika akan pulang.


Mama hanya tersenyum sambil merangkul pundakku lalu mengajakku keluar untuk ikut mengantar keluarga pak Mario sampai mendekat kemobil.


"Ma....Rara kekamar dulu ya."


"Mama temenin ya?"


"Iya."


Aku tau betul jika mama kekamarku berarti akan ada hal serius yang akan dibicarakan.


"Selama ini bagaimana sikap Rio padamu sayang?"


Tanya mama padaku sambil duduk di sebelahku.


"Baik kok ma."


Jawabku sambil memeluk mama.


"Lalu bagaimana jawabanmu atas perjodohan ini?"


"Huh,sebenarnya Rara masih bingung ma.Kemarin waktu nenek dirumah sakit Rara sempat bertemu dengan kak Rosa."


"Rosa?!"


Tanya mama terkejut.


"Iya ma,ada mamanya kak Rosa juga disana."

__ADS_1


"Siapa yang sakit?mamanya?"


Aku menggeleng.


"Kak Rosa ma yang sakit,keadaan kak Rosa sangat memprihatinkan ma."Aku menghela nafas panjang mengingat kembali keadaan kak Rosa saay aku sempat membesuknya beberapa hari lalu dan sampai sekarang belum sempat melihat keadaannya lagi.


"Kak Rosa sempat terkena tumor otak ma,sebenarnya sudah sempat sembuh ma tapi sekarang ginjalnya yang bermasalah."


"Innalillahi wa inna iilaihi raji'un.....lalu bagaimana keadaannya sekarang sayang? kasian sekali Rosa,sebenarnya dia anak yang baik."


"Iya ma dan mamanya kak Rosa sempat meminta tolong Rara untuk membujuk kak Rendi agar mau kembali pada kak Rosa kalaupun itu mustahil setidaknya kak Rendi mau menemui kak Rosa walupun hanya sekali saja di sisa waktu kak Rosa yang sudah di vonis dokter tinggal beberapa bulan lagi ma."


"Haah! gimana ya Ra?"


"Mama saja bingung kan? apa lagi aku ma."


"Maafkan mama ya nak,mama yang terlalu egois mempertahankanmu dalam keluarga ini,hingga membuatmu harus terjebak dalam keadaan seperti ini."


Mama memelukku dan menciumu ujung kepalaku yang sudah tak mengenakan hijab karena sudah didalam kamar.


"Ma.....yang membawaku kedalam keluarga ini memang mama tapi tetap bertahan di dalam keluarga ini adalah pilihanku ma,aku tak tau lagi harus kemana dan pada siapa lagi selain Allah aku berlindung hanya pada mama dan papa keluarga yang kutau."


Mama menangis sambil memelukku.


"Ma....jika aku menikah dengan pak Mario apakah kak Rendi sudah pasti akan melepaskanku dan apakah ini semua bisa membuatnya kembali pada kak Rosa ma?"


Mama terdiam memandangi wajahku lalu telapak tangannya mengusap pipiku dengan lembut.


"Mulia sekali hatimu nak."


"Pernikahannya baru akan dilaksanakan setelah aku lulus sekolah kan ma?"


"Jika kamu menerima perjodohan ini,papa maunya begitu biar kamu tetap fokus pada sekolahmu dulu."


"Apa setelah menikah nanti Rara masih boleh kuliah atau berkarir ma?"


"Itu bisa dibicarakan dengan Rio nantinya,semua keputusan harus di diskusikan dengan pasangan nantinya setelah menikah ya jangan sampai egois memikirkan diri sendiri karena dalam berumah tangga harus saling mengerti satu sama lain."


"Terima kasih ya ma,selama ini mama dan papa sudah mengasuh dan membesarkanku dengan kasih sayang."


Setelaj kami kembali berpelukan mama meninggalkanku.


"Ma....boleh Rara minta fotonya ibu?"

__ADS_1


Tanyaku sebelum mama menutup pintu kamarku dari luar,mama hanya mengangguk sambil tersenyum lalu menutup rapat pintu kamarku dan aki segera bergegas menguncinya dari dalam.


BERSAMBUNG......


__ADS_2