
Aku benar-benar kesal dengan sikap mas Mario hari ini.
Dia benar-benar membuatku malu bahkan sampai keubun-ubun,bagaimana bisa dengan sesuka hatinya dia masuk kedalam kamarku dan mandi dikamar mandiku pakai alat mandi serta handuk milikku pula.
Lebih parahnya lgi dia beraninya masuk kedalam kamar mandi hanya untuk bersembunyi sedangkan aku baru saja selesai mandi di kamar mandi yang sama di tempatnya bersembunyi.
Dia belum halal menjadi imamku saja sudah berani melihat auratku dengan sesuka hatinya tanpa seizinku,laki-laki macam apa dia itu? Dasar mesum!
'Sudah tidur?'Isi chat masuk dari mas Mario yang baru saja kubuka,namun tanpa kubalas.
'Kamu masih marah?'
'Kenapa cuma dibuka,tapi tidak dibalas!'
'Ra.....'
Panggilan masuk dari Pak Mario,masih kuabaikan.Namun kembali dia menelfon bahkan berkali-kali.
'Kalau kamu tidak angkat telfonnya,aku kerumahmu sekarang untuk meminta maaf!'
'Apa perlu aku meminta maaf sama orang tuamu juga!'
Pak Mario kembali telfon,namun masih tetap saja kuabaikan meski berkali-kali.
Aku merasa semakin kesal karena hapeku terus berdering karena panggilan darinya sedari tadi.Bahkan ketika aku sudah bersiap tidur pun hapeku masih belum berhenti berdering.
'Aku sudah dibawah!'
Pesan masuk lagi dari mas Mario.
"Ya Allaaaah! mau apa lagi sih orang ini? haaah!"
Gerutuku sambil segera menyambar jilbab yang langsung kupakai dengan cepat, kubuka pintu menuju balkon kamarku,kulihat kebawah ternyata benar saja mas Mario ada di halaman tepat dibawah kamarku sedang bersandar di mobilnya sambil melihat kearah kamarku dari bawah.
__ADS_1
Hapeku kembali berdering,panggilan darinya lagi.
"Halo!"
Jawabku dengan ketus.
"Turun! aku mau bicara."
"Bicara saja ditelfon! aku malas keluar!"
"Kalau kamu malas keluar,biar aku yang masuk dan naik kekamarmu!"
"Jangan! iya,iya aku turun!"
Telfon segera dimatikan tanpa berbasa basi sama sekali.
"Mau bicara apa lagi!"
"Aku kan sudah minta maaf......"
Kata-katanya begitu lembut seolah sedang merayuku agar segera dimaafkan.
"Bapak merayu saya!"
"Bukan merayu,tapi meminta maaf tas kesalahan dan kesalah pahaman yang terjadi."
"Hah! salah paham bapak bilang? bapak sudah.....Ah,sudah lah!"
Aku berbalik hendak kembali masuk kedalam rumah.
"Apa perlu aku bertanggung jawab atas kesalahan yang telah kubuat?"Kuhentikan langkah kakiku dan membalikkan kembali tubuhku melihat kearahnya.
"Jangan-jangan bapak memang sengaja ya? iya kan!"
__ADS_1
Bisikku dengan nada bicara sedikit kutekan.
"Oke kalau kamu tidak mau memaafkan aku! sekarang maumu apa?"
"Jangan ganggu saya!"
"Tapi sebentar lagi kita akan tunangan Ra!"
Aku berjalan mendekat kearahnya,kudongakkan wajahku hingga wajah kami saling berhadapan meski jarak ketinggian kami tak sesuai karena tubuh mungilku.
Mas Mario menundukkan wajahnya hingga wajah kami semakin jauh lebih dekat.
"BODO AMAT!"
Segera kutinggalkan dia begitu saja.Aku segera menaiki anak tangga dan kembali masuk kedalam kamarku,ku buka sedikit tirai jendela dari dalam kamarku agar bisa melihatnya dari dalam kamar.
Nampak mas Mario masih tak bergeming dari tempatnya ketika terakhir kali kutinggalkan dia.
Dia kembali menelfonku.
"Halo,ada apa lagi pak Mario yang terhormat!"
"Aku pulang dulu ya."
"Ya!"
"Aku titip sesuatu sama pak Yanto tadi ketemu didepan buat kamu. Assalamu'alaikum...."
"Waalaikum salam!"
Panggilan terputus,terdengar suara mobil mas Mario melaju pergi menjauh dari rumah.
BERSAMBUNG.......
__ADS_1