Bahasa Cinta

Bahasa Cinta
Persiapan makan malam


__ADS_3

Sebelum pulang aku dan mama mampir berbelanja ke super market untuk membeli beberapa bahan masakan,untuk persiapan makan malam dengan keluarga pak Mario yang akan diadakan dikeluarga kami sekaligus memperkenalkan om Doni sebagai ayah kandungku.


Nenek pulang lebih dulu dengan papa,kak Rendi,bu Sum dan om Doni karena masih harus banyak istirahat.Sedangkan kami mampir ke super market dengan diantar oleh pak Yanto.


Aku bertugas mendorong keranjang belanjaan sedangkan mama yang memimpin di depan dengan kehandalan tangannya memilah dan memilih bahan makanan terbaik untuk hidangan nanti malam.


"Ma....."


"Mmmm,iya sayang?"


"Berarti pilihan menolak atau menerima sudah tidak berlaku ya?"


Tanyaku dengan terus mendorong keranjang belanjaan sambil berjalan mengikuti mama dari belakang.


Pertanyaanku sontak membut mama menghentikan langkahnya lalu menoleh kearahku,lalu mendekat kearahku dan merangkul pundakku.


"Maaf ya sayang kamu harus terlahir dalam keluarga yang seperti ini."


Mata mama nampak berkaca-kaca dan suasana kembali berubah menjadi melow.


"Maaa,aku aku hanya bertanya.Maaf jika kata-kataku membuat mama sedih."


"Nggak kok sayang....belanjaan mama sudak cukup kayaknya,kita pulang yuk!"


"Iya ma."


Aku tersenyum bahagia karena memiliki keluarga yang begitu sayang padaku.


"Ma,habis ini kita langsung pulang kan?"


"Iya dong,kan mama harus nyiapin buat acara nanti malem. Emangnya kenapa?"

__ADS_1


"Ngga apa-apa kok ma,cuma......"


"Cuma apa?"


"Nggak tau lah ma,rasanya udah deg-degan aja."


"Oooo.....ceritanya anak mama grogi ya? itu wajar sayang,mama dulu juga gitu pas mau ketemu calon mertua apalagi waktu lamaran."


"Iya gitu ma?"


"Iya."


Sesampainya dirumah mama langsung mengeksekusi barang belanjaannya dengan dibantu oleh bibi dan bu Sum,sedangkan aku hanya dapat bagian kupas mengupas bawang sebuah hal sepele dan sederhana namun menguras air mata.


"Kamu kenapa? maaaa.....! adek nangis?"


Tanya kak Rendi padaku yang sedang sibuk mengupas bawang.


"Sssst,sini kak bantuin!"


Kak Rendi menarik kursi dari meja makan untuk duduk didekatku lalu memainkan hale di sebelahku.


"Kak,besok ada acara nggak?"


"Kenapa?"


Jawabnya tanpa menoleh dan tetap fokus memainkan game dari hapenya.


"Ikut aku yuk!"


"Kemana? sama Rio? terus aku suruh jadi obat nyamuk gitu!"

__ADS_1


"Nengokin kak Rosa."


Jawabku tanpa menoleh dan kubteruskan mengupas bawang.


Mendengar ucapanku membuat kak Rendi menlupakan gamenya sejenak untuk menoleh kearahku lalu kembali memainkan hapenya.


"Sakit apa dia? palingan cuma caper aja dia."


Katanya acuh.


"Kakak liat aja sendiri keadaannya besok."


"Kakak sibuk!"


"Kak.....aku ketemu kak Rosa dan mamanya beberapa hari lalu dirumah sakit ketika nenek di rawat,rambutnya botak dan tubuhnya sangat kurus kering dengan wajah yang pucat."


Ku seka air mataku yang terus menetes karena terasa perih saat mengupas bawang merah sambil kuceritakan keadaan kak Rosa sesuai dengan apa yang kulihat dengan mata kepalaku sendiri saat itu.


Kak Rendi terdiam lalu meletakkan hapenya di pangkuan.


Kulihat wajah mama,nampaknya mama setuju dengan caraku.


"Kak! bantui!"


"Sini biar om yang bantu ya...."


Om Doni duduk disebelahku di kursi bekas tempat kak Rendi duduk yang kini entah kemana perginya.


"Iya terima kasih om."


"Ayah....!"

__ADS_1


Bisikku pelan dan om Doni hanya tersenyum kearahku saat mendengarku berbisik menyebutnya 'AYAH'.


BERSAMBUNG.....


__ADS_2